SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Ah


__ADS_3

Adit segera merespon hal itu, permainan pertama ini akan lebih banyak didominasi oleh Adit. Ia bahkan tak henti-hentinya mencium wajah istrinya itu dengan penuh kasih sayang.


Tak hanya itu tangannya juga seakan lihai memainkan peranannya, dengan gerilnya jemari Adit berhasil melepaskan helaian kain yang menempel di tubuh Icha.


Perlahan namun pasti mulai terlihat buah dada menggantung membuat Adit semakin menggebu.


Jemari Adit sengaja memainkan ****** Icha, Area sensitif yang memacu hasrat kian menggila. Pikiran Icha semakin dibuat gila oleh Adit.


Icha menggeliat rasa geli yang diberikan oleh Adit membuat basah area dibawah sana. Icha mencengkram Adit memberi kode untuk segera mengambil haknya dan jangan terlalu lama mempermainkan dirinya.


"Ah....." Icha mendesah


******* itu membuat Adit semakin ingin menenggelamkan dirinya kepada Icha.


Icha semakin menggeliat menambah nafsu Adit semakin besar. Area sensitif Icha sudah basah. " Ah....." teriakan kenikmatan keluar dari bibir Icha, sensasi perih namun juga nikmat menyatu menjadi satu.


Adit lihai dalam memainkan ritme sehingga menambah kenikmatan tersendiri bagi keduanya, cukup lama mereka menyatu satu sama lain. Keringat mengucur deras diantara keduanya,


Entah lah sudah berapa lama mereka saling beradu, Terlihat Icha sudah kewalahan memenuhi hasrat Adit, nafasnya tersenggal-senggal setelah Adit beberapa kali menanamkan benih cinta keduanya,


Adit pun lemas, diciumnya kening Icha penuh kasih sayang.


Mereka Akhirnya sepakat untuk mengakhiri ritual sore hari ini, tubuh mereka masih terasa lemas, seluruh tenaga mereka curahkan untuk ritual sore.


Seragam SMA yang masih menempel di tubuh Adit menjadi saksi pertempuran keduanya.


Adit menarik tubuh Icha dalam dekapannya seakan tak ingin berpisah dengan Icha. Mereka seakan melupakan jika hari kian petang, mereka belum melaksanakan kewajiban meraka sebagai seorang muslim, yap sholat Ashar.


Mama yang sedari tadi sibuk memasak di dapur untuk makan malam nampak keheranan, bagaimana tidak pasca dirinya menyambangi Icha dan Adit di kamar tadi, meraka tak jua menampakkan batang hidungnya.


" Enggak mungkin kan mereka ketiduran? " tanya Mama pada diri sendiri


Segera beliau naik ke lantas atas dan berencana untuk membangun kan keduanya. diketok lah pintu kamar Icha dengan pelan.


" Nak Adit sudah Sholat? " tanya Mama di luar


"Astaghfirullah iya ma, Adit lupa! jawab Adit gelagapan..


" Nanti kita turun ke bawah ya Ma" ucapnya melanjutkan.


"Sayang kita solat dulu yuk" ajak Adit pada Icha yang masih nampak lemas di atas ranjang.


"Gimana mau sholat, aku aja ini sulit gerak loh! kamu sih maennya keterlaluan" sewot Icha

__ADS_1


"Maaf sayang, habisnya itu tidak terkontrol eg" balas Adit dengan menggaruk kepala


Adit turun ranjang terlebih dahulu dilihatnya jarum jam baru menunjuk pukul empat lebih tiga puluh tujuh.


"Waduh lumayan juga kita tadi" ucapnya cengengesan


Adit berjalan mendekati Icha yang masih terbungkus selimut, Icha dibangunkan pelan-pelan, dan akan membopongnya menuju ke kamar mandi.


"Aku berat" ucap Icha meronta


"Tapi aku kuat" jawab Adit, diangkatlah tubuh Icha menuju kamar mandi.


___


___


___


Didalam kamar Mandi


"Kamu kenapa masih disini? " tanya Icha polos


"Mau mandi lah" jawabnya enteng


"Berdua" tanya Icha kembali


"Iya berdua, emang bertiga? masak si dedek udah lahir saja, cepat kilat sekali"


"Adit aku serius" seru Icha


Adit menghentikan tawa garingnya " Aku juga serius cha, sejak kapan aku enggak serius sama kamu, sini aku mandiin kamu! "


"aih kamu jangan ambil kesempatan lagi loh ya! " ancam Icha.


"Ya kalau ada ya sikat!! " jawab Adit


" Ya Ampun Adit, enggak ini aja aku enggak bisa jalan loh!" cerocos Icha panjang lebar


"Cup" kecupan cinta dari Adit mendarat di bibir Icha, cara itu sangat jitu menghentikan ocehan Icha.


"Iya Cha tenang saja, kali ini kita cuma mandiin kamu, yuk ah keburu Magrib nanti.


" Ih Malu tahu" ungkap Icha dan mencoba menutup sebagian tubuhnya dengan handuk yang menempel di dekat bathup.

__ADS_1


"Cha aku udah lihat semuanya," ucapan Adit justru semakin membuat Icha menyilangkan tangannya di area sensitif.


" Udah ah sini cepet di copot, nanti keburu Mama mergokin kita loh, belum lagi Papa sama abang, waduh bisa heboh ini" ucapan Adit lagi-lagi ampuh **untuk menaklukkan Icha.


dengan cepat** Icha segera melepaskan satu persatu baju yang menempel ditubuhnya, sekuat tenaga Adit menahan rasa ingin menenggelamkan dirinya ke Icha, tapi ia sudah berjanji hanya akan mandi.


Setelah baju terlepas secara keseluruhan, dan meninggalkan tubuh polos Icha, mata Adit terbelalak tubuh Icha benar-benar sangat menggoda dirinya, dedek kecil di bawah sana kian meronta-ronta seakan panasnya ritual tadi belum cukup memuaskan nafsunya.


Icha diam duduk menunggu guyuran air dari Adit yang tak kunjung Adit alirkan ke tubuhnya.


"Halo Adit, bangun dan sadarlah, aku menunggu mu". ucap Icha


" Suara Icha terdengar mendesah mungkin pikiran Adit sudah gila,


"Arghhhhhhh" sial Aku harus menahan sampai berapa lama, batinnya dalam hati


Guyuran demi gurmyuran air telah Adit Alirkan ke tubuh Icha, tak lupa ia juga menggosokkan sabun ke setiap lekukan tubuh Icha, sangat nikmat dan membuat candu pastinya.


"Icha hanya diam dan sesekali merasa geli tatkala Adit dengan sengaja menyentuh area sensitif miliknya"


"Enggak boleh nakal" bisiknya pada Adit


entahlah Icha sendiri juga merasa heran pada dirinya sendiri sejak kapan Icha bisa segenit ini pada seorang pria?


Akhirnya prosesi memandikan Icha selesai kini tubuh Icha sudah di balut handuk kecil, ia masih berada di dalam kamar mandi menunggu Adit mandi.


Malu -malu tapi mau, antara malu melihat pria mandi tanpa pembatas secara langsung tapi juga rasa penasaran ingin melihat secara langsung bagaimana sempurna nya suaminya tanpa sehelai kain membalut tubuh nya.


"Ahhhhhhhh" Ucap Icha spontan saat melihat Adit sudah bertelanjang dada dan air mengalir ke bawah menambah sensasi sexy yang dimiliki Adit.


"Kamu sengaja menggodaku? " ungkap Icha


Adit mendekat dan berkata " jika kamu tergoda kita bisa memulai kembali" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya ke Icha


Icha melongo menyaksikan suaminya sudah semakin dewasa dan....


Apakah ia akan memulai kembali?


____


____


____

__ADS_1


____


__ADS_2