SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Palsu?


__ADS_3

Jantung Icha berdetak lebih cepat dari biasanya, keringat dingin yang perlahan mulai membasahi pelipisnya.


Rasa kantuk dan lelah hilang sudah, berganti dengan rasa takut dan kepanikan saat ia menyadari jika ada seseorang yang masuk perlahan ke kamarnya di tengah malam.


Icha mencoba membuka mata perlahan, ingin melihat siapa gerangan yang berani nyelonong masuk ke kamarnya


Tapi sayangnya rasa takut jauh lebih besar dari pada rasa penasaran nya.


Maka Ia putuskan untuk pura-pura tertidur dan memaksa menutup mata, meskipun badannya gemetar ketakutan. Ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal dan memegang selimut dengan erat.


Langkah si empunya kaki terdengar semakin mendekat ke arah Icha,


"Ya Allah bantu Icha, jika malam ini adalah malam terkahir Icha di dunia, tolong Terima Icha sebagai hamba yang taat, masukkan hamba ke dalam surga, dan maafkanlah segala kesalahan Icha selama ini, terutama kesalahan Icha pada Mama Papa dan Adit" Pinta Icha pasrah dengan nasib tragis nya malam ini. Tanpa Ia sadari air mata Icha mengalir deras membayangkan ada perampok yang akan menikam nya dengan pisau tajam.


Tapi Bukan tikaman pisau yang Ia dapatkan justru sebuah ucapan manis lah yang mampu meleburkan ketakutan Icha malam ini...


"Selamat Ulang tahun Icha," Satu ucapan terdengar lembut penuh ketulusan yang mendalam dari Adit.


Meski ucapannya pelan tapi Icha dengan jelas mendengar ucapan Adit,


dan seperti menaiki Rolling Coaster jantung Icha berdetak semakin kencang saat ia merasakan saat Adit semakin mendekat ke wajah Icha.


"Kamu pasti sangat menderita hidup bersamaku Cha, lihat bahkan dalam tidur mu pun kau menangis?" Ucap Adit sembari mengusap air mata Icha dengan lembut, agar si empunya wajah manis ini tidak terbangun dari tidurnya.


"Aku janji bakal membahagiakan mu meskipun harus melepas mu, asal kau bahagia itu sudah cukup" Ucap Adit sungguh-sungguh sembari menggenggam tangan Icha.


Untuk sesaat ada debaran aneh yang dirasakan Icha, ada ketenangan dalam hati saat mendengar perkataan Adit, ingin rasanya Ia memeluk suami kecilnya itu dan berkata: "Aku janji tak akan melepas mu Adit, Aku tulus mencintaimu Dit, "


Sayangnya hal itu tak akan dilakukan, Icha terlalu takut jika perasaan Adit padanya hanya sesaat, karena yang Icha tahu saat ini Adit masih menjalin hubungan dengan wanita yang bernama Lia itu.


Ia pun pura-pura menggeliat sebagai tanda jika tidur nyenyak nya telah diganggu.


dengan hati-hati Adit melepaskan genggaman nya, dan secara perlahan meninggalkan kamar Icha takut jika Ia akan tertangkap basah sudah menyusup ke kamar Icha,


Meskipun Adit tak menyadari jika Icha sudah terbangun sejak Ia pertama kali melangkah masuk ke kamar,.


"Ya Ampun, ternyata Adit romantis sekali, baru kali ini ada yang ngasih kejutan sampe mo pingsan, padahal aku juga lupa kalau lagi ulang tahun, Ih gemes😍" Kekeh Icha dengan pipi merona dan hati yang berdebar mengingat surprise dari Adit malam ini meskipun ia tak mendapat kado, tapi bagi Icha, Adit merupakan kado terindah dalam hidupnya.


"Makasih Adit, Saranghyeo" balas Icha


dan kembali melanjutkan mimpi indahnya...


\=\=\=\=\=


Pagi Menyapa


Icha menyambut pagi ini dengan hati yang berbunga-bunga, ia selalu tersenyum saat mengingat momen manis yang terjadi antara dirinya dan Adit semalam,...


"Selamat Pagi Dunia, kau tau hari ini aku sangat bahagia" kata Icha seakan sedang berbicara pada seseorang.


Icha segera bergegas untuk melakukan aktivitas pagi, layaknya kesibukan ibu-ibu pada umumnya, pagi hari adalah awal dari perang yang harus di hadapi oleh para wanita!

__ADS_1


Bagaimana tidak saat yang lain masih tertidur pulas, kami para wanita sudah harus bangun meski rasa kantuk acap kali tak tertahankan!


Belum lagi jam kerja yang tak tahu kapan akan berakhir, melebihi kerja rodi.


Tapi kami percaya jika suatu saat Sang Pencipta akan memberi ganjaran yang tiada terkira, jika dilakukan dengan Ikhlas.


begitulah motivasi kami, kalau di sayang suami mah bonus hehe


"Ya Ampun kamu ngomong apa sih Cha,.. Unfaedah banget" omel pada diri sendiri dan mempercepat pekerjaan nya agar tidak terlambat datang ke sekolah.


****


Disisi lain suasana hati Adit saat ini bisa dibilang sedang dalam mode gelap, tak secerah mood Icha pagi ini...


Ia terus saja memikirkan apa yang menyebabkan Icha tadi malam menangis dalam tidurnya, apakah ia benar-benar tidak bahagia saat bersama dirinya? Lantas kenapa ia tak ungkapkan saja untuk berpisah?"


Silih berganti pertanyaan datang di benak Adit, dan hal itu cukup mengganggu, bahkan semalaman Adit tak juga bisa memejamkan matanya selepas dari kamar Icha.


****


Meja Makan


Saat menuruni tangga Adit, sekilas Adit melihat istrinya sedang sibuk mempersiapkan beberapa menu yang di tata rapi di ruang makan, ada rasa heran pasalnya ini bukan lah kebiasaan Icha, sejak kapan ia repot-repot bangun pagi dan memasak makanan?" pikir Adit


"Sini Dit" Ajak Icha saat mendapati sang suami berdiri di anak tangga.


Tak ada sahutan, tetapi langkah Adit menuju ke arah Icha


Adit tak bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya, semalam Ia melihat istrinya penuh dengan air mata sedang pagi ini kenapa ia begitu bahagia? apakah ini Palsu? Sekedar pura-pura kah? Pikiran Adit semakin berkecamuk.


"Ih Kok bengong sih, kamu sakit?" Tanya Icha membuyarkan lamunan.


Segera Adit duduk dan menyantap menu yang sudah disajikan oleh istrinya tersebut, sesekali Ia mencuri pandang memastikan apakah Icha sedang benar-benar bahagia? atau sekedar menutup luka hatinya?


"Cantik ya?" goda Icha saat mendapati sang suami melirik ke arahnya


"Uhuk-uhuk" Adit terkejut mendengar perkataan Icha


meskipun dalam hati Ia juga mengiyakan jika sang istri memang benar-benar sangat cantik dimatanya, tapi begitulah Adit ia tipe manusia yang tak mudah mengungkapkan perasaan, pantaslah jika Icha menjuluki Adit sebagai es batu!


"Becanda, Dit, gitu aja kaget , gimana masakan nya enak?" tanya Icha penasaran


"Em, " sambil menganggukkan kepala


perlahan Icha mulai bisa menafsirkan setiap perkataan/gerakan tubuh irit dari Adit, dan ucapan barusan mempunyai arti jika masakan Icha enek hehe


*itu tafsiran Icha, gak tahu deh bener apa enggak


"Seneng deh, kalau kamu suka" tutur Icha melanjutkan menyantap makanannya kembali.


Kali ini sangat terlihat jika suasana hati Icha sangat baik, buktinya saat makan bersama Adit ia terus saja bercerita dan sesekali bertanya hal sepele pada Adit.

__ADS_1


*Ponsel Icha berdering, pertanda ada panggilan masuk


"Adit, aku angkat telepon dulu ya" Izin Icha


Tiba-tiba terbesit rasa curiga di hati Adit


"Kenapa Icha harus pergi saat angkat telepon? kenapa tak disini saja? apa yang sedang di sembunyikan? "


Icha memilih mengangkat telepon dipojokan ruang tamu, tak hanya itu bahkan ia berbicara pun dengan sangat pelan, agar tak di dengar oleh Adit.


Adit yang mencuri dengar pun semakin dibuat penasaran, pasalnya ia hanya mendengar sepotong percakapan yang bisa membuat salah paham.


Icha : Ia sayang dong, kamu kan paling aku sayang "


Ucap Icha pada penelepon rahasia


"Bagai di timpuk batu, kepala Adit terasa pening setelah mendengar percakapan Icha, seharusnya Ia tak menguping percakapan diantara keduanya, harusnya aku tak kesini, agar rasa hatinya tak perih seperti ini!


Ia pun memilih untuk meninggalkan Icha dan bergegas ke parkiran lewat pintu samping tanpa sepengetahuan Icha.


lalu Icha pun membisikkan dengan pelan kepada si penelepon yang ternyata adalah Abang


"Tapi itu dulu sebelum Adit datang, sekarang dia yang paling aku sayang" Ucap Icha melanjutkan diikuti tawa karena berhasil menggoda Abang kesayangan nya itu.


"Dek, nanti malam kita mau ke sana, kata Mama mau ngerayain kamu yang semakin tua" Ejek Abang pada Adik kecilnya itu.


"Dih, kan lebih tua Abang" balas Icha tak mau kalah


"Ih bang Adek telat nih, nanti kita sambung lagi ya, saranghaeyo Oppa"


tutup Icha


Icha pun bergegas menghampiri Adit yang sudah Ia tinggalkan cukup lama karena asyik mengobrol dengan Abang.


"Heh Kosong? Kemana perginya? Dit Adit" Panggil Icha mencari keberadaan suaminya tapi tak kunjung ada sahutan.


"Udah berangkat kali ya tuh anak! pikirnya


Segera Ia bergegas untuk segera pergi ke sekolah karena sudah hampir terlambat.


\=\=\=\=


FYI, mungkin kalian akan merasa kenapa sih si Adit galau mulu Thor? buat bahagia ngapa tuh bocah!


Hehe sabar ya Mak Readers sekalian Ingat semua ada waktunya hehe,


dan akan indah pada masanya.. uhuy


Jangan Lupa Ikuti keseruannya terus ya...


Nantikan episode menarik lainnya 🥰

__ADS_1


__ADS_2