
Hari-hari telah dijalani pengantin baru itu, masih Sama belum ada perkembangan yang cukup signifikan
Hanya terlihat sesekali mereka bertegur sapa.
ANEH memang, meskipun satu atap tapi mereka seakan tenggelam di dunia masing-masing.
Belum ada yang terbuka dengan perasaan, hanya mencuri pandang dari kejauhan serta menjadi pengagum rahasia.
Entah kenapa setelah dua hari yang lalu, Adit tampak sibuk entah sedang mengurus apa diluar sana.
Ia bahkan pulang larut tanpa berkabar padanya.
_
_
_
Pagi ini saat keduanya sarapan Icha, menyampaikan pesan dari sang Abang untuk mengajak Adit ke main Rumah.
Karena setelah menikah memang keduanya belum bisa mengunjungi orang Tua Icha.
"Aku usahakan"
Jawaban Adit membuat Icha semakin kesal padanya, pasalnya ia merasa jika Adit seakan tak ingin berkunjung dengan ikhlas.
Suasana kembali sunyi,
Alasan Adit sibuk akhir-akhir ini karena cafe yang ia kelola sedikit ada masalah, terutama pihak pemasok kopi langganan nya tiba-tiba memutuskan untuk tidak menjual kopi pada Adit. Jadi Ia harus segera mencari pengganti dan Itu tidaklah mudah.
_
_
TET... TET... TET
bunyi bel sekolah, pertanda jam pelajaran segera dimulai
Terlihat anak-anak berlari saat pintu gerbang akan ditutup oleh Pak Satpam
Hal itu juga tak lepas dari pantauan Icha yang sedari tadi berdiri di depan gerbang menunggu mangsa...
Sesekali ia melempar senyuman pada anak-anak yang menyapa.
Saat di rasa semua murid sudah tidak ada yang terlambat, maka ia meminta Pak Satpam untuk segera menutup gerbang. Dan berjalan menuju Ruang BK
Hampir saja pagar di tutup, sebuah tangan berhasil mencegah
"Sebentar, Mang... " Teriak Adit di balik gerbang...
"Ya Allah Mas Radit!" Ujar Pak Satpam yang biasa di sapa Mang Ujang itu..
Ia pun kembali membuka pagar, agar Adit bisa segera masuk kedalam
__ADS_1
"Kebiasaan Mas, untung tadi gak ketahuan sama Bu Icha"
"Hehe, aman Mang, makasih ya" Ucap Adit sambil memarkirkan motor kesayangannya itu.
Ia pun mengendap-endap memasuki ruang kelasnya, ia cukup Lega saat tahu Pak Dion alias guru MTK yang sadis itu belum menampakkan batang hidungnya.
Baru saja ia meletakkan tasnya di meja, seluruh siswa di kaget kan dengan kedatangan beberapa guru yang sudah siap dengan berbagai peralatan tempurnya.
Suasana kelas menjadi gaduh, sidak dadakan ini telah mengagetkan mereka semua.
Ada yang panik segera mengelap make up tebal di wajah, serta membuang beberapa barang bukti di tempat sampah.
"Ok, Anak-anak sekarang letakkan tas kalian di atas meja, jadi seperti kalian tahu hari ini kita akan melakukan pemeriksaan ketertiban khusus untuk kelas XII, silahkan yang mau mengaku maju ke depan hahaha" Ucap Pak Dion menjelaskan panjang lebar...
Hanya ada hembusan kesal dari para murid.
"Silahkan Bapak /Ibu dipersilahkan" ucap Pak Dion santun
Lalu kemana Icha Thor?
*Flashback On*
Seperti yang disepakati sebelum nya, tepat hari akan diadakan sidak dadakan khusus kelas XII, takut jika informasi ini bocor makan sesuai arahan dari Kepala sekolah sidak dilakukan di pagi hari atau jam pertama.
Bu Yati : "Bu alat sudah siap?" tanya Ibu memastikan
"Sudah Bu, Gunting, Pemotong Kuku, dan Plastik Bu"
"Kardus Bu...,jangan sampai ketinggalan itu penting buat wadah HP , minta tolong Mang Ujang buat ambil inggih
Maka Icha pun terpisah dari rombongan guru, ia sedikit berlari mencari Mang Ujang untuk mencari kardus di kantin.
*Flashback Off*
Para Guru sudah sibuk, dengan barang sitaan, mulai dari HP, alat make up, korek api dll
Bahkan sesekali terlihat Bu Yati dengan gemas menghapus make up tebal dari murid perempuan sambil di kasih wejangan tentunya.
"Maaf Pak saya terlambat" ucap Icha dengan nada ngos-ngosan akibat berlari menuju kelas ini
Ia pun segera mengekor Bu Yati dan belum menyadari kehadiran Adit di ruang kelas itu,
Maklum penglihatan Icha tidak terlalu baik, Sang Papa sudah menyarankan untuk memakai kaca mata tapi Icha kekeh menolak.
Adit pun berusaha menyembunyikan wajahnya, sesekali Agung menyenggol tangannya untuk memberitahukan jika istrinya sedang menuju ke arahnya.
Icha nampak terkejut melihat Agung disini, ia pun melempar senyum dan berbisik pelan
"Ngapain disini? " tanya Icha yang harusnya ia tak perlu jawab bukan?
Icha fokus memeriksa tas Agung, ia cukup terkejut dengan apa yang ia temukan dua pasang boneka 🎎
"Buat pacar ya?" Tanya Icha kembali
__ADS_1
Agung pun hanya menggeleng pasalnya ia tahu itu bukanlah miliknya melainkan punya Adit yang sengaja ia titipkan pada Agung kemarin.
" Kamu itu kebiasaan, malah tidur" Murka Bu Yati pada anak yang duduk di samping Agung yang sedari tadi menutupi wajahnya dengan buku tebal itu.
Icha yang kebetulan masih berdiri di dekat Agung terkejut setengah mati saat buku tebal penutup wajah bocah itu di tarik paksa oleh Bu Yati.
"Adit!!" Ucap Bu Yati dan Icha bersamaan.
Sesaat Bu Yati menengok ke arah Icha, bagaimana bisa dia tahu nama Adit, tapi ia abaikan dan kembali fokus pada pemeriksaan.
"Bu Icha, lihat nih rambutnya ish ish.. POTONG BU! perintah nya tanpa melihat reaksi Icha
" Tapi Bu.... "potong Adit
Icha diliputi rasa kesal, marah
Bagaimana bisa suaminya itu tidak terus terang padanya, kenapa? Apakah pernikahan ini dianggap lelucon baginya.
Masih diliputi rasa amarah, tanpa rasa kasihan Icha mendekati Adit segera Ia keluarkan gunting
Dan...
Pyur Pyur.....
"Mbak Manis" ujar Agung ternganga saat helai demi helai rambut Adit terpotong
Icha dengan ganas membabat rambut Adit, ia tak lagi peduli seperti apa penampilan Adit saat ini
Yang ia tahu suaminya itu terlihat pitak sebelah kiri
Ia pun bergumam pelan "Rasain! " dan menghentak kan kakinya tepat di depan Adit
Adit hanya bisa mengelus dada, dengan tingkah sadis istrinya itu.
"Nyet, gimana muka gue" tanya Adit pada sahabatnya
Agung hanya bereaksi dengan tatapan melas serta gelengan kepala dan semakin yakin jika kadar ketampanan telah Adit berkurang 20%
Adit pun meratapi rambutnya yang sudah ia panjangkan layaknya anak sendiri. (Lebay)
_
_
_
Icha masih belum bisa memahami bagaimana bisa Adit selama ini menyembunyikan kebenaran darinya? Berapa banyak rahasia yang belum ia ketahui?
\=\=\=\=
Nah loh kira-kira setelah kejadian tadi, apakah hubungan Adit dan Icha akan semakin merenggang?
Temukan jawabannya sesaat lagi...
__ADS_1
PANTENGIN TERUS KUY.....
💓