
Ku langkahkan kaki ku menuju istana baru ku, ku amati setiap detail desain dari rumah ini, cukup simpel tak ada pernak-pernik seperti rumahku, yang ada hanya tumpukan buku tersusun rapi, piala penghargaan yang berjejer hampir memenuhi lemari yang sudah disediakandisediakan, serta dinding yang mayoritas berwarna putih.
"Pinter juga ternyata nih bocah, bahkan piala di rumahku kalah banyak dari dia!
Sambil manggut-manggut.
" Jangan Ghibah Cha, Gak baik" tanpa kusadari Adit sudah berada di belakang setelah memindahkan barang dari mobil menuju ruang tengah.
"Ini kenapa sepi amat? Bunda kemana?
tanyaku
" Oh bunda sedang di rawat di RS Moewardi kemarin kurang agak enak badan. jawabnya berbohong yang ku tahu pasti mama shock karena anak sulungnya Minggat entah kemana meninggalkan kekasih nya di hari perkawinannya.
Ya Allah kalau ingat itu rasanya ingin aku gampar muka Mas Radit!
"Besok kita jenguk bareng yuk, kangen sama Bunda aku". ajak ku pada Adit yang di balas anggukan pertanda Ia Setuju.
(Jangan tanya bagaimana kedekatan aku sama bunda, pasalnya sudah hampir 5 tahun kami menjalin kasih dengan Radit. jadi jangan heran kalau kita tuh udah kayak ibu dan anak kandung. Bunda sangat sayang pada ku maka gak heran ketika Radit Kabur Bunda pasti meminta adik kecil ini menjadi pengganti Abangnya yang gak tahu diri itu.) kasian kamu dek.
"Kalau kamu butuh apa-apa panggil aja aku, ini kamar mu sebelah kiri aku di sebelah kanan, sembari memberikan kunci 🔑 kamar.
Aku dengan senang hati menerima dan bersorak ramai pasalnya yang aku takutkan seperti adegan-adegan panas para pasutri di malam pertama pernikahan tidak akan terjadi padaku.
"Eitzzz tapi apakah dia menolak ku?" tanyaku pada diri sendiri saat berada di dalam kamar!
__ADS_1
"Ku rebahkan badanku di atas kasur yang cukup empuk, tapi jujur masih empuk kasur di rumahku!
"Akhirnya setelah hari yang panjang dan melelahkan ini semoga ada cahaya terang esok hari, Ya Allah bawa kesialan ini pergi jauh dari kehidupan kami. Icha pingin bahagia bersama pasangan hamba. tanpa sadar air mata menetes kembali mengingat cobaan yang sedang di alami dan bagaimana nasib pernikahannya bersama Adit.
Sampai akhirnya Icha terlelap dalam tidurnya hingga menjelang waktu solat Magrib.
Tampak di kamar Adit mondar-mandir, terlihat ia sedang mengkhawatirkan sesuatu.
"Kemana sih kok dia gak nongol-nongol? Jangan-jangan K-A-B-U-R?" gila sih kalau Iya ya kali aku jadi duda di usia muda☹️
Adit mencoba memastikan keberadaan wanita yang harusnya menjadi kakak iparnya seperkian detik berubah menjadi istri sah di mata agama maupun negara.
"Ia Mencoba memberanikan diri menuju kamar Icha, perlahan ia masuk karena kebetulan pintu tidak terkunci yang menandakan kita boleh masuk tanpa izin. Pikir Adit saat itu.
Betapa terkejutnya ia dengan pemandangan yang ada di depan mata nya.
Saking terkejutnya Adit sampai Melongo.
Tak mau kehilangan moments terbaik ini, tak lupa ia jepret muka Icha yang jauh dari kata cantik saat tidur.
Belum puas Ia mengambil foto, tiba-tiba Icha bergerak spontan hampir saja kepalanya terjatuh ke lantai kalau saja Adit tidak bergerak cepat untuk menahan tubuh Icha.
Alhasil Icha jatuh di atas dada Adit,
Merasa kurang nyaman Icha menggeliat kan tubuhnya... sampai akhirnya Ia mencoba bangun dari tidur panjangnya.
__ADS_1
Ia coba merasakan adanya perbedaan kasur yang ia gunakan.
Sambil terus berusaha mengumpulkan nyawa.
"Kok jadi keras gini sih kasurnya. Tunggu sejak kapan kasur ada detak jantung nya. Ini kenceng banget suaranya. ucap Icha pelan tapi masih bisa di dengar oleh Adit.
Tak selang berapa lama Icha pun tersadar.
dan "Aaaaaaaaaaaaaa teriakan melengking memenuhi Jagad raya ( Becanda gaes)
tepat di telinga Adit.
Segera Ia Bangkit dan terbata-bata
"Ap Apa yang ka kamu lakukan?" tak lupa Ia kepalkan kedua tangannya untuk pertahanan diri.
Adit berjalan semakin mendekat ke arah Icha, sontak Ia berjalan Mundur dan teriak...
BERHENTI BOCAH, JANGAN MACAM-MACAM KAMU !!! ancam Icha.
\=\=\=\=
Penasaran gak sih apa yang akan terjadi pada Icha?
jangan lupa Tinggalkan jejak ya ...
__ADS_1
happy Reading gaes🥰