
Icha dengan intens memeriksa tiap detail wajah suaminya, Ia seakan ingin memastikan bahwa Adit baik-baik saja.
"Cha...bukankah ini terlalu kencang?" tanya Adit saat Icha semakin kuat memegang kedua pipi Adit. Bukannya berhenti Icha justru menggerakkan kepala Adit ke kiri dan ke kanan, bahkan sesekali ia juga meraba-raba bagian belakang kepala Adit, takut jika ada retak disana.
Melihat sang Istri tak kunjung berhenti menjelajah tiap detail bagian kepalanya, Adit pun dengan sigap mengaitkan tangannya pada pinggang istrinya. Sengaja untuk mengunci Icha disana.
"Adit.. lepasin!" teriak Icha
"Em....., kalau gak mau gimana?" ucapnya dengan semakin mendekat ke Icha.
Icha yang terlanjur gugup dan panik
"Aku- aku belum Mandi! " ucapnya secepat kilat dengan suara yang cukup keras.
Adit pun seakan sadar jika Icha memang baru saja bangun tidur dan wajahnya masih sedikit berantakan.
"Kalau belum memangnya kenapa?" tanya Adit kembali mengaitkan tangannya pada pinggang Icha.
Merasa jika Adit menggodanya maka Icha jika mengaitkan kedua tangannya pada pinggang Adit tapi bukan untuk memeluk nya ala drama romantis korea, melainkan sebuah cubitan cukup keras yang di dapatkan Adit.
"Akhhhhhhhhh" teriak Adit tak kalah keras, Reflek ia pun melepaskan tangannya dari tubuh Icha, dan melihat apakah daging di pinggangnya masih utuh atau tidak.
"Makanya jangan suka jail!" ucap Icha dengan mengibaskan rambutnya tanda kemenangan, dan bergegas masuk ke kamar mandi.
Adit yang melihat tingkah Icha sungguh tak menyangka jika istrinya akan bersikap seperti itu.
Dalam hatinya ia berucap "Semakin aku mengenalmu semakin besar pula pesona mu"
______________________________
Di Sebuah Kantor
Para pegawai sudah bersiap menyambut general manager baru di perusahaan tersebut. Desas-desus tentang watak sang atasan pun sudah menyebar luas diantara para pegawai, ada yang mengatakan jika manusia satu ini tak ubahnya sebuah bongkahan batu yang keras!
Ia sangat perfeksionis, tegas dan tanpa ampun.
Dan parahnya para pegawai pasti akan sering berinteraksi dengan general manager tersebut.
"Penasaran sama mukanya! kalau cakep mah aku maafin" ucap Rara memotong percakapan teman-temannya.
"Dasar, lu belum kenal sih, kata temen gue nih yang kebetulan kakak temennya dia pernah kerja bareng sama pak manager tiap hari makan ati! ucap Amir yang secara tidak langsung mempengaruhi para pegawai yang lain.
" Ah itu kan kata kakak temennya temen mu, jadi masih ada kemungkinan informasi tersebut kurang valid" ucap Rara santai dengan menyeruput jes jeruk, tentu ucapan Rara membuat Amir naik pitam, ia merasa jika Rara tak mempercayai apa yang ia katakan!
__ADS_1
"Nih anak ngeyel banget sih,! balasnya kemudian berlalu meninggalkan mereka semua.
" Mir.. Mir... " Panggil Rara tak enak hati
"Maapin Yakk! teriaknya kembali, sementara Amir hanya memberikan isyarat dengan jarinya 👆.
" Sensi amat sih tu anak, lagi PMS kali ya" tutur Rara pada pegawai yang kebetulan sedang makan siang bersama di kantin.
"Kita balik aja yuk, waktu istirahat udah hampir selesai" ajak salah satu pegawai
Mereka pun segera bergegas ke kantor untuk menyelesaikan segudang pekerjaan yang sudah menumpuk di meja kerja masing-masing.
Amir yang terlebih dahulu sampai di kantor terlihat pucat pasi, pasalnya orang yang sedari tadi Ia ghibahin bersama para pegawai yang lain sudah berdiri tegak dihadapan nya dengan tatapan mematikan!
"Selamat siang Pak" sapa Amir mencoba mencairkan suasana.
Sang General Manager hanya menganggukkan kepala tanpa ada niatan untuk membalas sapaan dari Amir.
"Tolong siapkan beberapa laporan untuk saya pelajari" tegasnya dan berlalu menuju ruangan pribadinya.
"Ra, asli sih kamu bakal nyesel sih tadi gak dukung ucapan ku! " gerutu Amir dengan kesal
Selang beberapa menit kemudian para pegawai sudah kembali dengan suasana bahagia sebelum akhirnya Amir menghampiri mereka jika general manager yang baru sudah datang lebih awal, dan meminta beberapa laporan perusahaan.
Merekapun bergegas untuk segera menyiapkan laporan yang diminta, sementara Rara belum mengetahui jika para pegawai yang lain sedang panik gara-gara ulah atasan barunya itu.
"Rara mana?" tanya Amir pada pegawai yang lain
"Mampus dia belum balik? tadi pamit mau ke kamar mandi" balas seseorang dengan panik
Amir menggaruk Kepalanya dengan kesal, pasalnya laporan Rara adalah laporan yang penting karena berkaitan dengan kondisi perusahaan tapi justru dia tak ada saat dibutuhkan.
"Kamu cepet hubungi Rara, dalam dua menit harus sudah sampai disini! tegas Amir
Dalam waktu dua menit kurang lima detik Rara sudah berada di hadapan Amir, dengan ekpresi wajah yang siap memakan Rara.
" Untung lu datang, kalau enggak gue lempar lu! ucapnya dengan kesal dan meminta untuk menyiapkan laporan, untung saja Rara dapat memberikan laporan tersebut secepat kilat dan berharap tak ada masalah yang terjadi dipertemukan awal dengan bos barunya itu.
Tapi siapa yang tahu.. bahkan kadang kala saat perahu berlayar pun harus siap jika ada ombang menerjang dan batu karang menerjang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah Bunda
__ADS_1
Bukan hanya Icha yang cekikikan melihat Adit pagi ini, bahkan Bunda pun juga ikut tertawa melihat anak bontot nya mengenakan seragam sekolah di hari libur.
"Kamu mau sekolah dek?" tanya Bunda basa basi menahan tawa.
"Iya Bunda, kebetulan udah lama absen,"
"Owh... terus Icha tau? tanya Bunda balik
" Iya tahu tapi dia juga sama reaksinya persis kayak Bunda. emang ada yang salah ya Bund? Adit masih ganteng kan?" ucapnya dengan meraih satu potong roti bakar dengan selai coklat yang disiapkan Bunda.
Tak berapa lama, Icha turun dengan pakaian kasual,
"Emang boleh gak pakai seragam?" tanya Adit heran
"Iya boleh" balas Icha enteng
Mereka bertiga sarapan bersama sambil sesekali ngobrol santai dan tak menyinggung soal kedatangan Radit kemarin sore.
"Yuk Cha kita berangkat, keburu telat nanti"
" Santai aja ah, wong masih lama jam masuknya" ucapnya dengan melahap roti
"Tuh lihat, tinggal 10 menit lagi" tunjuk Adit pada jam dinding yang menggantung disana
"Apa iya Bunda? tanya Icha pada mertuanya itu
" Iya dek masih lama ko" jawab Bunda membenarkan ucapan Icha
"Astaghfirullah, udah telat banget ini" ucapnya semakin kesal
"Di bilangin masih lama Adit, masih ada waktu sekitar 20 jam lebih kalau gak salah" jawab Icha santai
Adit yang masih loading, belum bereaksi hingga saat ia melihat layar ponselnya dan terpampang dengan jelas di Icon kalender jika hari ini adalah hari Minggu
Bunda dan Icha pun tertawa melihat tingkah Adit hari ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Kira-kira apa yang bikin Adit lupa?"
'Apakah Adit Amnesia?
Atau ada kejadian yang lain? "
__ADS_1
Temukan jawabannya di episode berikutnya ya ....
...Happy Reading🥰...