
Pagi ini para siswa kelas XII diminta berkumpul di dalam aula sekolah, memang sudah menjadi tradisi turun temurun disekolah ini pasca melaksanakan Ujian Nasional para siswa akan melakukan doa bersama serta menceritakan kendala mereka saat menghadapi soal waktu ujian berlangsung.
Hal itu ternyata sedikit dirasa dapat menghilangkan rasa kekhawatiran dan stress yang ada di benak para siswa.
Di tengah hiruk pikuk celotehan para siswa yang mulai tak terkendali, tak terkecuali empat sekawan yang juga ikut serta meramaikan.
"Gila sih habis lulus fix kita bakal pisah ini" ucap Agung dengan lirih.
"Ya Allah gung, dunia udah canggih kali, loe ke ujung dunia pun kita masih bisa berkabar, selama masih ada sinyal dan kouta wkwkwkwk." balas Ali dengan santai.
"Seenggaknya pura-pura sedih kek mau pisah ama gua, dasar lu Al gak setia kawan.! enggak sayang ama gua!" jawab Agung.
" Jangan pada berisik deh, pusing pala ini, bisa pada diem?" gertak Adit mencoba menghentikan drama empat sekawan, namun nihil mereka justru kian menjadi-jadi.
Namun berbeda dengan Adit yang sedang dilanda gundah, bagaimana tidak diusianya ini, yang ia rasa belum cukup pantas menyandang status sebagai suami yang menjadi kepala rumah tangga mau tak mau harus tetep bertahan dan tepat dalam mengambil keputusan akan nasib rumah tangganya.
Seminggu yang lalu Bu Yati sengaja memanggil Adit dan sengaja mengajak berbincang tentang tawaran beasiswa ke luar negeri.
Bu Yati yakin Adit pasti diterima karena ia memiliki potensi yang luar biasa. sayang kalau gak diambil kesempatan datang cuma sekali. tuturnya dengan lembut.
dan pada kesempatan itu juga Adit pertama kali mengungkapkan bahwa dia sudah menikah, Icha lah yang saat ini menjadi pendamping hidupnya,
Wajar ekpresi dari Bu Yati nampak terkejut tidak dapat disembunyikan, ia tak menyangka bahwa anak berprestasi ini terjebak dalam drama pernikahan yang menurut nya sangat merugikan Adit untuk masa depannya nanti.
tapi mau bagaimana lagi mungkin ini sudah menjadi takdir dua insan ini.
dan Bu Yati cukup bangga dengan Adit pasalnya ia mau mengambil tanggung jawab yang berat diusianya saat ini.
"Coba kamu komunikasi kan dengan Icha terlebih dahulu, ia berhak tahu dan mendukung impianmu, kamu tahu kan pentingnya komunikasi Dit? ucap Bu Yati sembari menghela nafas Panjang.
" Nah kayak Adit gitu dong, dia sedih bakal pisah ama gua, " ucap Agung dan langsung memeluk erat tubuh Adit yang duduk tepat disampingnya.
" Gila lu Gung!!!! Gua enggak homo ya! bini gua ngambek kalau lihat gua ini!! Adit tanpa sadar berteriak cukup keras membuat aula yang tadinya ramai mendadak hening sesaat, para siswa terutama geng ciwi-ciwi sangat terkejut dan saling pandang mereka penasaran apakah benar apa yang diucapkan Adit kalau selama ini ia sudah mempunyai istri? What??? No No itu enggak bener kan? enggak mungkin!!
Aula kembali ramai mereka saling berbisik dan seakan meminta klarifikasi langsung dari Adit.
Sontak saja Adit langsung membungkam mulutnya dan dengan cepat berlari meninggalkan Aula yang sudah ramai akan pengakuan statusnya yang ternyata sudah beristri. sedang empat sekawan hanya terdiam membisu di serbu pertanyaan dari teman-teman yang lain.
Tidak perlu waktu lama berita Adit pun viral dipenjuru sekolah, hampir bisa dipastikan chat whatsapp para siswa ramai-ramai membicarakan tentang dia.
_Mereka pun juga menerka-nerka mengapa Adit harus kabur? bukankah ia bisa mengelak? justru dengan ia lari seperti itu malah akan berspekulasi bahwa memang benar adanya jika saat ini Adit benar-benar sudah menikah._
Adit terus berlari meninggalkan Aula dengan denyut jantung yang kian menggebu, "Apakah benar-benar Adit takut statusnya akan terungkap? apa yang ditakutkan? bukankah memang benar jika dirinya sudah mempunyai istri! lantas mengapa ia harus kabur? lantas apa bedanya ia dengan Radit?
" Gua enggak mau jadi pengecut" kita enggak sama!!! bentak nya pada diri sendiri dan berbalik arah menuju ke suatu tempat dengan tekat yang bulat.
____
____
____
____
Pagi ini Rara kembali bangun agak kesiangan, mata nya terlihat sedikit sayu dan nampak sedikit bengkak karena semalaman ia menangis dalam sunyi.
"Ini mata kenapa enggak bisa diajak kompromi sih! jangan kek mata panda gini ngapa dah!" ungkapnya dengan kesal.
"Sial Gua Telattt lagi!!!!!! " pekiknya saat mendapati jam dinding sudah menunjuk angka 06.30 ....
"Mati Gua, bisa di makan hidup-hidup sama Bos gila" berkali-kali ia berucap sembari mencari taksi yang biasa mangkal di dekat rumahnya.
__ADS_1
Sudah sial ketiban sial, itulah sambutan pagi untuk Rara, pasalnya saat akan naik taksi menuju ke kantor, ia lupa tidak membawa berkas titipan Aksa kemarin.
"Aish sial!!! pekiknya dengan kasar
" Neng kok kabur? kalau enggak punya duit jangan sok-sokan naik taksi dong! celoteh pak taksi penuh amarah.
Rara tak menghiraukan sampah serapah yang terlontar dari mulut bapak taksi tersebut, ia terus melangkah kembali menuju rumah untuk mengambil berkas yang tertinggal.
"Sip Ketemu! ucapnya saat berkas sudah ada di tangan.
" Saatnya LARIIIIIIIIIIIIIIIIIII" dalam hitungan ke tiga Rara berlari dengan sekuat tenaga, yang terpikir hanya satu ia harus cepat sampai ke kantor.
Selang dua puluh menit akhirnya Rara tiba di kantor dengan keringat mengucur deras nafasnya terasa tersenggal-senggal sulit untuk menetralkan detak jantung.
"Telat lagi mbak? " Sapa Pak Satpam mengandung sindiran halus.
"Husttt, " Kode Rara dengan menempelkan jari telunjuk di mulut Rara yang memberi isyarat untuk diam.
Pak Satpam hanya menggelengkan kepala melihat tingkah mbak Rara pagi ini.
Dengan terburu-buru Rara melesat masuk ke dalam ruangan yang tentu saja sudah ada Aksa yang menunggu dengan tatapan tajam seakan ingin menerkam Rara hidup-hidup.
"Selamat Pagi Pak" sapa Rara tanpa rasa bersalah
"Kamu enggak punya jam? ini sudah siang!" jawabnya dengan penuh penekanan.
Rara sengaja menghindari sorot mata Aksa dan dengan cekatan segera memulai pekerjaan yang sudah menumpuk di atas meja.
Kring Kring Kring
"Selamat pagi pak Aksa, nanti pukul 09.00 kita ada rapat dengan pihak investor, setelah itu akan ada kunjungan rutin ke kantor pusat bersama Bapak Presdir, untuk agenda selanjutnya akan menyusul. " Ucap Rara panjang lebar
"Y" balas Aksa sangat singkat.
Mereka berdua terlihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. dan mungkin itu akan menjadi keseharian Rara selama menyandang status sebagai asisten dari bos galak yang super menyebalkan.
____
____
____
Adit berlari mencari sosok yang selama ini sudah berhasil mengalihkan dunianya. dia terlihat memasuki ruangan BK dengan sedikit tergopoh-gopoh tekadnya bulat penuh keyakinan.
"Ini saatnya" ucapnya saat melihat Icha sedang duduk di kursi kerjanya
"Adit!! " Tanya Icha penasaran, pasalnya ia tahu harusnya saat ini Adit bersama teman-teman yang lain berkumpul ke Aula bukan malah datang kesini.
"Bisa ikut aku sebentar? " pinta Adit
tanpa menunggu jawaban dari Icha, Adit meraih tangan istrinya itu dan menggenggam erat tangan mungil istrinya itu,
"Adit lepaskan, ini kita di sekolah loh! " Ucap Icha dengan mencoba melepas genggaman tangan Adit.
Lorong demi lorong mereka lalui dengan tetap menggenggam tangan satu sama lain. tak jarang para siswa yang melihat juga terkejut melihat pemandangan yang janggal pagi ini.
"Adit berhenti!!" teriak Icha
Adit tak kunjung melepaskan justru semakin erat genggaman nya.
" Astaghfirullah Bu Icha " Ucap Pak Anton yang tak sengaja berpapasan dengan meraka berdua.
__ADS_1
"Adit kelakuan mu ini tidak pantas! " ucapnya menambahi
Adit tak menjawab ia hanya menatap tajam Pak Anton yang selama ini dianggap nya sebagai orang yang mencoba merebut istri nya.
kedua mata Icha memerah, ia menahan tangis, ia merasa tak mengenal suaminya, bagaimana bisa ia bersikap seperti ini, lantas bagaimana orang-orang akan memperlakukan mereka berdua. Apa yang akan orang lain bicarakan nanti!!!
____
____
____
Adit sesekali melihat kearah Icha, ia tahu betul jika istrinya itu sedang sedih dan meminta penjelasan darinya apa yang sebenarnya sedang terjadi, tapi nanti ia pasti akan mengerti apa yang dilakukan oleh Adit demi kebaikan bersama.
"Kamu Gila ya Dit!! ini Aula!! Apa yang akan mereka katakan ketika melihat kita seperti ini!!!" teriak Icha dan mengibaskan tangannya.
" Aku enggak ngerti dengan pola pikirmu!!" berhenti!! atau kau akan menyesal!!" ancam Icha dengan mata memerah.
Adit tak menghiraukan ia kembali meraih tangan Icha dan memaksanya ikut masuk ke dalam Aula sekolah.
Di dalam Aula sudah berkumpul para Guru serta para siswa kelas XII, suasana hening pasalnya baru saja Bu Yati memberikan pidato berupa petuah kepada para siswa. Pintu Aula terbuka nampak dua insan berdiri tegak di sana, siapa lagi kalau bukan Icha dan Adit.
Semua mata tertuju pada mereka suasana hening berubah menjadi riuh, sorakan para siswa menggema di seluruh ruangan.
" Icha tentu saja terkejut, apa yang akan Adit lakukan!! " hatinya penuh kebingungan.
Mereka berdua berdiri tepat di tengah Aula, menyebabkan mereka menjadi sorotan utama menggantikan Bu Yati.
"Selamat Pagi semua, maaf membuat ricuh tapi disini aku cuma mau menyampaikan berita yang tersebar di luar sana memang benar adanya, aku sudah menikah dan dia adalah istriku!" teriak Adit dengan lantang
Ia pun merangkul pundak Icha, suasana semakin tidak terkondisikan ricuh siulan serta sorakan dari para siswa, sementara para Guru pun tak mampu menghentikan mereka.
"Sekian! " tutup Adit singkat
"Icha benar-benar tidak menyangka dengan apa yang Adit lakukan hari ini, dan ia benar-benar belum bisa membenarkan aksi Adit kali ini!!"
Sebuah tamparan penuh amarah mendarat tepat di pipi Adit,
Plak
"Aku kecewa padamu"! ucap Icha dengan berlinang air mata dan pergi meninggalkan Adit seorang diri.
Suasana kembali hening, meraka benar-benar tak menyangka dengan apa yang baru saja terjadi.
Bu Yati segera mengambil tindakan, Adit keluar dari Aula dan anak-anak kita lanjutkan acara semua diam diposisi masing-masing" tegas Bu Yati.
____
____
____
Adit berlari mengejar Icha yang sudah penuh dengan air mata, ia merasa pahitnya lagi-lagi dipermalukan oleh orang yang ia sayangi dalam hidupnya, entah itu kakaknya ataupun adiknya, mereka sama tak ada beda diantara keduanya,. Sama-sama menghancurkan hidupku.
"Icha berhenti" panggil Adit
Icha terus saja berlari meninggalkan Adit dan menghiraukan tatapan para siswa yang berlalu lalang seakan menghakimi Icha.
Segera Icha menuju ruang BK dan mengemasi barang-barang dan bergegas untuk pulang ke rumah.
____ ____ _____ ____ ____ _____
__ADS_1
Penasaran dengan bagaimana nasib rumah tangga Icha dan Adit, ikuti terus jangan sampai ketinggalan...
Happy Reading semua🥰🥰🥰