
Radit pun melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Ibunda tercinta, meski berat tapi untuk saat ini ia beranggapan bahwa hal ini merupakan pilihan terbaik.
Meskipun ia diam tapi dapat dilihat dengan jelas ada begitu banyak beban yang sedang di rasakan oleh Radit,
"Mas, gimana kalau kita mampir makan sebentar, biar sekalian istirahat juga." pinta Naya
"Kamu pingin makan apa?" balasnya sembari menatap istrinya
"Enggak tahu juga, saya ngikut mas saja" jawabnya polos
"Gimana kalau nasi padang? di depan kebetulan ada tempat yang enak banget, kamu harus coba"
Radit pun segera mengendarai mobilnya menuju warung nasi padang yang ia maksud, kebetulan ia juga lapar,
_
_
_
"Gimana enak?" tanya Radit di sela-sela menyantap makanan yang mereka pesan.
"Iya mas enak" jawab Naya setuju dengan pendapat suaminya itu, jika nasi padang ini memang mempunyai rasa yang enak.
"Dulu kita sering makan kesini, Icha sangat suka ini.. " ucapnya sembari menunjuk telor dadar ala padang.
Deg...
Deg...
Seperti tertusuk pedang, perih tapi tak berdarah,.... Itulah yang Naya rasakan saat ini, dimana lelaki yang sudah sah menjadi suaminya itu masih belum bisa melupakan bayangan akan masa lalunya,
Tidak salah memang, tak mudah bagi seseorang untuk berpaling setelah sekian lama bersama harus kandas.
Naya pun hanya melempar senyum pada Radit, yang masih terus menceritakan moment kebersamaan antara dia dan Icha.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Tak terasa hari sudah semakin larut, hujan turun cukup lebat, keduanya pun terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk kembali lagi ke Bandung malam ini.
Radit pun memutuskan untuk menginap di salah satu hotel terdekat.
"Nay, gak papa kan misal malam ini kita sekamar?" tanya Radit agak canggung
"Ah... Enggak papa Mas" ucapnya berusaha santai meskipun pada kenyataannya jantung Naya seakan mau copot, pasalnya ini kali pertama mereka akan menghabiskan malam bersama setelah satu bulan mereka menikah.
Yah memang benar adanya, Radit dan Naya selama ini memang memutuskan untuk tidur terpisah, alasannya ia tak ingin menjadikan Naya hanya sebatas pelampiasan saja, Ia akan mencoba untuk mencintai Naya sepenuhnya, hanya saja Ia butuh waktu.
"Lumayan kamarnya, kamu suka?" tanya Radit basa-basi di tengah rintik hujan yang kian lebat di luar sana.
"Suka Mas, bagus" jawab Naya dan meminta izin untuk ke kamar mandi.
Radit nampak mondar-mandir, bukan hanya Naya yang panik, ternyata Radit pun berusaha untuk menetralkan detak jantung nya yang entah mulai kapan berdetak semakin cepat.
"Radit kamu udah Gila! " gerutunya pada diri sendiri
Sementara Naya yang berada di kamar mandi nampak memegang dadanya, ia bingung apa yang harus ia lakukan malam ini, Ini kali pertama dalam hidupnya tidur bersama laki-laki yang tak lain adalah suaminya sendiri.
"Hust hust Naya kamu gak boleh mikir aneh-aneh! " Ia pun membasuh mukanya dengan air dingin.
"Ah, maaf Mas ini udah selesai" jawabnya lalu keluar dari kamar mandi
Sementara Radit di dalam kamar Mandi, Naya pun mengambil satu bantal dan selimut untuk ia gunakan sebagai alas tidur malam ini, ia cukup sadar diri tak mungkin baginya untuk meminta lebih. Setelah dirasa cukup nyaman Ia pun rebahkan tubuh mungilnya, dan bersiap tidur.
"Nay, kamu ngapain?" tanya Radit heran melihat Naya yang sudah berbaring di lantai.
"Itu mas saya disini saja, soalnya gak ada sofa disini" jawabnya ragu-ragu
Mendengar perkataan Naya, kedua alis Radit berkerut, ia tak paham dengan pemikiran dari istrinya itu. Radit berjalan di depan cermin, terlihat ia menyisir rambut, dan menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
Semua gerakan Radit pun terpantau oleh Naya yang sedari tadi mengintip suaminya itu di balik selimutnya.
Langkah kaki Radit berjalan semakin mendekat, ia pun berjongkok dan mengulurkan kedua tangannya untuk membopong tubuh Naya ke tempat tidur.
"Ma-s Mas- apa- yang-kau-lakuka-kan?" ucap Naya terbata-bata
__ADS_1
"Apa lagi.... " jawab Radit
Tak butuh waktu lama, tubuh Naya yang masih terbungkus selimut mendarat sempurna di atas tempat tidur, wajah keduanya pun saling bertatapan dengan jarak terdekat.
Kedua pipinya sama-sama merona, seakan waktu berhenti untuk sesaat. Radit adalah pria normal siapa yang tak tergoda dengan wanita yang sudah halal baginya serta mempunyai paras nan cantik dan berwajah teduh tengah berbaring dihadapan nya.
"Mas.... " panggil Naya membuyarkan pikiran liar Radit
"Ah maaf Nay,..." balas Radit dan mulai melepaskan tangannya dari tubuh istrinya itu.
Ia pun segera bergegas menuju ke atas ranjang.
Kini keduanya sudah berada dalam satu kasur, meskipun diluar sana bunyi hujan cukup deras tapi entah mengapa ruangan kamar kala itu terasa sunyi, tak ada pergerakan, keduanya nampak kaku dan berusaha keras untuk menutup mata tapi gagal semakin keras mencoba semakin jernihlah kedua bola mata keduanya.
"Ya Allah bantu Naya, ayok cepet pagi" doa Naya dalam hati
"Kamu udah tidur?" tanya Radit
"Udah Mas" jawaban Naya justru membuat Radit terpingkal "Bagaimana bisa jika kamu tidur bisa menjawab pertanyaan Naya?"
"Maaf Mas" jawab Naya penuh penyesalan
"Iya Mas maafin kok, tapi kenapa kamu masih pake kerudung Nay? apa enggak gerah? tanya Radit pada istrinya itu
" Maaf Mas, saya malu, Naya belum terbiasa buka kerudung di depan laki-laki " jawabnya dengan halus
"Meskipun sama suami sendiri? pancing Radit
"Bukan begitu Mas, tapi....
Belum selesai Naya melanjutkan ucapannya,
"Sepertinya aku jatuh cinta padamu Nay" ucap Radit dengan mengaitkan tangannya pada pinggang istrinya itu.
Ucapan Radit pun mampu membuat tubuh Naya seakan membeku, ia tak menyangka jika suaminya itu mempunyai perasaan padanya. Air mata lolos begitu saja, ini bukan air mata kesedihan tapi air mata bahagia, ia tak menyangka abah menitipkan dirinya pada orang yang tepat.
__________________________________________
__ADS_1
Terima Kasih untuk yang sudah dengan sabar menunggu episode terbaru dari "Suami Pengganti Icha" ikuti terus kelanjutannya...
Jangan lupa untuk like, comment dan vote ya hehe😁