
Buru-buru Icha mendorong tubuh Adit untuk menjauh darinya, Ia masih terkejut dengan aksi Adit pagi ini, meskipun ini bukan kali pertama Adit memberikan kejutan " (Tanda Kutip).
Tapi Kali ini Ia sudah bertekad tak akan mau lagi dipermainkan oleh tingkah Adit yang labil dalam menjalani pernikahan ini.
pikirnya Ia harus mendapat kejelasan dari Adit, meskipun ia sadari tak mudah pasalnya Ia tahu betul jika suami kecilnya ini masih berhubungan dengan wanita lain.
"Sorry Cha.... " ucap Adit merasa bersalah
sementara Icha hanya diam membisu dengan berbagai pertanyaan yang berkecamuk di pikiran nya.
Setelah selesai membantu Adit, Icha segera meminta izin untuk mengajar hari ini, meskipun agak berat terpaksa Adit harus mengizinkan istrinya itu pergi bekerja, karena ia sadar betul Icha termasuk orang yang profesional dalam pekerjaannya.
_
_
_
Dalam perjalanan ke sekolah Icha larut dalam pikirannya, perasaan bimbang bingung dan putus asa datang menghampiri,
Jika di pikiran sebenarnya bukan pernikahan yang seperti ini yang ia harapkan, ia ingin menjadi satu-satunya orang yang mengisi hati suaminya, ia tak mau di duakan apalagi mendua, tapi kenapa jalan takdir nya justru berkebalikan dengan harapan nya?
Tak terasa mobil sudah berhenti di tempat parkir sekolah, kebetulan Pak Dion juga baru saja menepikan motor.
"Pagi Bu... " Sapa Pak Dion dengan senyum ceria
__ADS_1
Icha hanya mengangguk sembari membalas dengan senyuman kecil di bibirnya.
"Udah sarapan Bu?" tanyanya kembali
"Nanti saja Pak sekalian makan siang" jawab Icha
"Kebetulan nih Bu saya tadi di bawain bekal ibu dari rumah, makan ya, tapi jangan lupa wadahnya nanti dikembalikan" ujar Pak Dion sembari menyerahkan satu kotak bekal makanan.
"Jangan Pak, buat bapak saja"
"Loh rejeki gak boleh ditolak Loh, udah jangan sungkan gitu, kayak sama siapa aja"
Akhirnya Icha menerima bekal tersebut dengan berat hati, dan tanpa mereka sadari diam-diam seseorang mengambil potret kebersamaan keduanya.
"Biar tahu rasa tuh Adit! seenaknya sama istrinya sendiri" ucapnya kesal dan sengaja mengirim foto keduanya ke nomor Adit
Tuing....
Sebuah pesan bergambar masuk ke ponsel Adit, awalnya ia nampak malas membuka pesan tersebut, pasalnya sahabatnya itu kadang suka ngirim yang aneh-aneh.
Tuing
"Buka Nyet... " bunyi pesan kedua
"Apaan sih, nih bocah gue lempar lu! " ucap Adit dengan kesal, Ia pun menuruti Agung, alangkah terkejutnya Ia saat membuka pesan tersebut.
__ADS_1
Terlihat dua orang ya siapa lagi kalau bukan Pak Dion dan Icha sedang tertawa bersama, dari potret tersebut seakan-akan dapat melukiskan betapa bahagianya keduanya saat bersama.
"GAK BISA DIBIARIN"!! ucapnya penuh amarah.
Tanpa pikir panjang Adit pun segera beranjak dari tempat tidur dan memakai seragam sekolah, Ia terlanjur terbakar api cemburu saat mendapati Icha bersama pria lain di luar sana.
Dengan susah payah Adit menuruni tangga dengan menahan rasa sakit.
" Astaghfirullah, Adik mau kemana? panik Bunda melihat anak kesayangannya
"Sekolah Bund, pamit dulu ya, keburu telat" jawab Adit
"Percuma dek lihat tuh udah mau jam delapan, kalaupun sampai sana gak bakal di bolehin masuk, besok saja ya, bareng sama Icha, Ok" ucap Bunda meyakinkan
"Tapi Bunda.... "
"Apa? kamu ada ujian? " endak kan? " sekarang istirahat dulu, biar cepat pulih" ucap bunda kembali.
Dengan berat hati Adit menuruti ucapan bunda yang ada benarnya, kalau ia memaksakan dirinya sama saja ia akan mempermalukan dirinya sendiri.
Ia pun kembali naik ke lantai atas dengan di bantuan Bunda.
Hari ini waktu terasa melambat, pikiran Adit hanya tertuju pada Icha, sudah puluhan kali ia mengecek pesan di Hp, tapi Ia harus menelan pil pahit karena tak ada satupun pesan yang masuk dari Icha.
"Pasti lagi sama Dion!" pikirnya curiga
__ADS_1
🍋🍋🍋🍋🍋