
Matahari sudah terbenam pertanda malam kan datang.
Sudah lama Icha menunggu kedatangan suaminya itu, tapi lagi-lagi ia harus sabar menanti.
"Adit, kamu kemana sih, di telepon gak diangkat! gak ngabarin pula!!" ucap Icha dengan kesal
Memang Ia akui sebenarnya Ia berencana akan memarahi Adit habis-habisan sesampainya di rumah, biar kapok gitu, Ia kadung kesal dengan sikap kekanak-kanakan suaminya yang masih suka bolos padahal ujian Nasional sebentar lagi.
Tetapi rasa kesal yang akan di lampiaskan pada Adit berubah menjadi khawatir pasalnya ini bukanlah kebiasaan Adit selama ini.
Ia tak akan pulang terlalu larut tanpa ada kabar.
"Kemana sih Adit, ayok angkat dong"
Entah berapa kali Icha mencoba menghubungi Adit, tapi hasilnya sama panggilan telepon dari nya tak juga ia angkat.
"Ah, Empat sekawan! " Icha pun mencari nomor kontak salah satu dari empat sekawan itu.
"Assalamu'alaikum Agung.. kamu lagi sama Adit?" tanya Icha
"Wa'alaikumussalam Unnie, dari tadi pagi kita gak lihat Adit
Jawaban Agung membuat Icha menghembuskan nafas, ia seakan frustasi untuk mencari keberadaan suaminya itu.
" Ah, mungkin dia masih di Cafe...
Belum sempat Agung melanjutkan jawabannya, sambungan telepon dari Icha sudah terputus.
"Hallo,... Unnie, ....
Mbak Icha... Bu Icha..... " Panggil Agung sia-sia
_
_
Setelah mendapat secerah cahaya tentang keberadaan Adit, segera Ia meluncur menuju ke Kafe yang tadi pagi ia kunjungi.
Terlihat jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, Icha memberanikan diri untuk menyusul Adit di Cafe, tapi sialnya ban mobil bagian depan justru kempes,
"Ya Ampun, kenapa harus sekarang sih! " kesal Icha segera memesan layanan transportasi online untuk mengantarkan ia ke tempat tujuan.
Tak lama sebuah mobil berhenti tepat di pekarangan Icha.
"Dengan Bu Icha?" tanya Pak Sopir
"Benar Pak,"
Tanpa panjang lebar Icha segera masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.
" Sesuai Aplikasi ya Bu"
Icha pun hanya mengangguk, "Agak Cepetan ya Pak"
__ADS_1
Sekitar 20 menit, akhirnya Icha sampai di Cafe, terlihat beberapa pemuda menghabiskan waktunya dengan asyik mengobrol dengan teman sebaya mereka.
Ketika Icha berjalan menuju ke bagian kasir, semua tatapan para pengunjung Cafe seakan menatap ke arahnya.
"Weyo,... ada yang salah? apa gue terlalu cantik malam ini" batin Icha dengan percaya diri
Bukan karena paras Icha yang cantik yang mengalihkan dunia para pengunjung Cafe itu! melainkan penampilan Icha lah yang menjadi pusat perhatian, mungkin Ia terlalu terburu-buru untuk datang kesini jadi tanpa sadar Ia menggunakan baju tidur dengan motif Hello Kitty*
"Unnie.... " panggil salah seorang pelayan
Dan tentu Icha ingat dengan jelas siapa pelayan itu, Yap pelayan yang selalu manggil dia dengan panggilan IBU!!
"Ah, kamu, kebetulan ketemu sama kamu! kamu lihat Adit? tanya Icha sambil terus memojokkan pelayan tersebut.
"Adit? Bos Maksudnya? Siapa perempuan ini? apa jangan-jangan dia guru yang selalu mengintai Bos Adit?" Batin Yoga dengan seribu pertanyaan tentang Identitas wanita di depannya ini!
*Oh iya pelayan itu kita panggil YOGA ya...
"Astaga, lupa!!! kamu kan gak tahu wajah Adit!, sebentar aku cari fotonya" ucap Icha sambil mencari foto di galeri ponsel nya.
Icha pun menunjukkan sebuah foto, Ah iya hanya itu yang Ia punya sementara ini, Yup foto pernikahan mereka, terlihat Icha tersenyum manis disana.
Yoga membulat kan kedua matanya dengan ekspresi keterkejutan yang tidak bisa Ia sembunyikan!
"Hey, malah gitu,... kenapa kamu? kamu terpesona ya sama kegantengan suamiku?" tanya Icha asal jeplak
Yoga tak kunjung menjawab pertanyaan Icha Ia hanya menutup mulut nya agar tidak keceplosan
Bisa-bisanya DIA NIKAH DULUAN!! BAGAIMANA BISA IA MENIKAH DENGAN GURUNYA SENDIRI!!!!
Yoga pun berlalu meninggalkan Icha, dengan banyak pertanyaan dalam pikiran nya,
"Kenapa Mas itu!" Icha semakin nampak putus asa, Adit tak tahu keberadaan nya,
"Ah mungkin saja dia sudah pulang" Ia pun kembali memesan taxi online untuk pulang ke rumah.
_
_
_
RUMAH
Setelah sampai di pekarangan rumah, segera ia berlari ke dalam, berharap Adit sudah sampai di rumah.
Tapi ternyata rumah masih terkunci, dan motor Adit juga tak ada!
"Ya Allah kemana sih dia! jadi kepikiran! Jaga Adit Ya Allah" lirih Icha
Tanpa sadar Icha tertidur di sofa ruang tamu, sebuah panggilan masuk lah yang membangunkan tidur nyenyak nya malam ini.
Sedikit mengucek bola matanya jika nampak heran saat menatap layar ponselnya
__ADS_1
"Hah udah jam segini!!" Ia pun segera mengangkat panggilan telepon yang masuk tengah malam ini!
"Unniee, Adit kecelakaan...!!!!
Sebuah berita yang membuat Icha menitiskan air mata, tak akan menyangka jika suaminya akan mendapatkan musibah ini!
" Di-manaaaaaaaaaaa? " tanya Icha Panik tanpa sadar air mata sudah membasahi pipinya, Ia terlalu takut kehilangan suaminya.
"Di Rumah Sakit Harapan,....
Lagi-lagi Icha memutuskan telepon secara sepihak, padahal Agung ingin menyampaikan jika besok saja kalau mau jenguk, sekarang sudah malam Unnie"😩
Icha yang terkejut mendengar Adit kecelakaan langsung menuju ke Rumah Sakit, Meskipun Ia sedikit takut, pasalnya ini baru kali pertama dalam hidup nya keluar rumah di tengah malam seorang diri.
"Bismillah... " ucapnya saat pak Sopir online sudah sampai di pekarangan rumahnya.
Icha pun melaju dengan membawa beberapa pakaian ganti yang Ia siapkan sebelum ke Rumah Sakit.
Tak lama, mobil sudah memasuki area parkir Rumah Sakit, tak lupa Ia pun mengucapkan terimakasih kepada Pak Supir yang sudah bersedia mengantarkan dirinya meski sudah tengah malam.
Icha pun berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit, sepi hanya terlihat beberapa perawat yang masih terjaga,
Setiap Rumah Sakit pada dasarnya mempunyai aturan khusus terutama jam besuk pasien, berhubung Icha punya orang dalam Yap dr Bagus!
"Masih inget kan? yang dulu ngobatin Adit saat kena alergi seafood gaes... "
Setelah melewati beberapa ruangan, akhirnya Icha sampai di ruang melati dan nampak Ali menunggu di depan kamar.
"Mbak Icha ... " ucap Ali terkejut melihat kehadiran istri suaminya itu
"Adit gimana kabarnya? lukanya parah?" tanya Icha dengan suara bergetar menahan tangis
"Mbak duduk aja dulu. Adit di dalam tapi Mbak jangan masuk dulu," ucapan Ali semakin membuat Icha khawatir.
Ia pun menarik nafas sebanyak-banyaknya lalu menghembuskan nya dengan kasar "Aku tanya Adit! Aku tidak butuh duduk sekarang!" ujarnya sinis, lalu mendorong bahu Ali yang berdiri menghalangi pintu.
Cekrek (Suara pintu terbuka)
Baru saja ia melepas kesal di depan pintu, hatinya langsung menyesal. Menyesal telah membantah saran bocah-bocah seumuran suaminya itu. Icha mematung di depan pintu, kakinya sulit diajak bergerak. Matanya menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, dadanya terasa sesak. Kalau sebelumnya ia bisa berkilah tidak ambil pusing perihal Adit dan perempuan di Cafe, kali ini ia tidak bisa begitu saja mengacuhkan apa yang dilihatnya.
"Ca..." Bayu terkejut 😳
__________________________
Nah Loh kira-kira apa yang dilihat Icha?
Jangan-jangan....
Temukan jawabannya di episode mendatang 🤍🤍🤍
Saya Ucapkan banyak-banyak terimakasih khusus buat para pembaca setia SUAMI PENGGANTI ICHA yang selalu memberikan suport dari awal sampai sekarang....
Saranghaeyo❤
__ADS_1