
Malam semakin larut, Icha melirik jam kecil yang sengaja ia letakkan di atas meja, terlihat jarum jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, tapi matanya masih belum bisa terpejam sedikitpun.
"Ya Allah, Ayok Tidur, Mata Ayok cepet merem! Perintah Icha dengan frustasi
Ia terlihat menggulingkan tubuhnya ke sana kemari berharap bisa segera terpejam, tapi semua usahanya GATOT ( Gagal Total)
Ting...
Bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel Icha
Sebenarnya Ia malas untuk membuka pesan itu, tapi ia juga penasaran siapa gerangan yang mengirimi pesan pada dini hari.
"Selamat Ulang Tahun, Aku senang melihat mu bahagia"
"Weh... siapa nih, yang ngirim? nomor Asing pula
Icha pun tak menghiraukan isi pesan tersebut, tetapi ia lebih penasaran dengan siapa pengirim pesan itu
" Mas Radit? " pikir Icha asal
Ia pun segera menekan tombol panggilan dan berharap si empunya nomor akan mengangkat tapi sia-sia pasalnya nomor tersebut sudah tidak aktif kembali.
"Ih menyebalkan!" gerutu Icha
Kalian jangan salah paham, bukan aku masih punya rasa sama Mas Radit! aku hanya penasaran saja kenapa dia memilih meninggalkanku! Hanya Itu! aku perlu penjelasan darinya!
\=\=\=\=\=
Pagi ini suasana hati Icha kurang mendukung, Ia nampak lelah, kantung matanya pun terlihat menghitam akibat kurang tidur semalam.
Ingin rasanya bolos kerja.
Tapi lagi-lagi ia harus bersikap profesional apalagi Pak Doni sudah memberikan informasi jika hari ini akan sidak ke kelas 3
"Huh ... Hah.... " Icha menghembuskan nafas dengan kesal
"Kenapa? " tanya Adit mengagetkan.
Icha hanya menggelengkan kepala, Ia pun menyiapkan menu sarapan di atas meja, sambil sesekali melirik suaminya
"Apa dia lupa?" Kenapa aku gak dikasih Kado! batin Icha
"Ganteng ya?" Ucap Adit menirukan gaya Icha kemarin
"Dih, PD" jawab Icha semakin kesal, dan melanjutkan menyantap makanan hingga habis begitupun Adit.
*****
"Aku berangkat dulu, mau bareng?" Ajak Adit pada Icha
"Jangan Ngaco deh, kita beda arah! " jawab Icha yang belum mengetahui jika mereka satu sekolah.
"Ya Udah, duluan, Assalamu'alaikum" pamit Adit sembari melambaikan tangan
"Heh, kesambet apa tu Bocah"
_
_
_
SEKOLAH π«
Icha menatap lekat bangunan di depannya , terlihat segerombolan anak lengkap dengan seragam putih abu-Abu asyik bercengkrama, entah apa yang menjadi topik pembicaraan tapi terlihat jelas mereka sedang bahagia.
"DOR....!" Pak Dion mengagetkan Icha
__ADS_1
"Ngapain Bu? naksir sama mereka?" tanya nya asal
Icha pun hanya melongo, mendengar ucapan Pak Dion!
"Sembarangan Pak! bagaimana bisa saya naksir sama anak yang layak aku panggil Adek? jawab Icha menggebu dan melupakan jika suami nya pun masih anak putih abu-Abu! Ia kadung terbawa emosi
" Wkwkwkwk, Becanda Bu"
"Oh, iya Bu kita ke kantor sebentar" ajak Pak Dion
_
_
Informasi mengenai Sidak Dadakan sudah bocor ke telinga sebagian murid, maka sesuai hasil kesepakatan bersama para guru, jadwal sidak di ganti lusa.
Agak sedikit lega, karena hari ini memang mood Icha kurang mendukung, mungkin mau PMS... π
****
Aktivitas sebagai guru BK memang tidak sesibuk guru lainnya, tapi meskipun begitu kehadirannya cukup urgent di sekolah.
Seperti hari ini baru saja menginjakkan kaki di ruang BK sudah nampak dua bocah yang duduk menanti kehadiran nya.
"Halo, selamat pagi" sapa Icha ramah
Ia pun tak ambil pusing saat 2 bocah itu mengabaikan dirinya.
"Ok sekarang, boleh Ibu tanya?" Mereka hanya mengangguk tanpa suara
"Siapa yang mau cerita terlebih dahulu?"
sengaja Icha memancing mereka untuk terlebih dulu bercerita meskipun ia sudah tahu penyebab perkelahian diantara keduanya.
Tapi ia tak mau menghakimi, ia ingin mendengar penjelasan mereka terlebih dahulu.
Setelah lama menunggu akhirnya salah satu diantara keduanya membuka mulut, meskipun terlihat jelas guratan ketakutan menghiasi wajahnya.
" Tidak Bu itu bohong! Rio yang deketin aku dulu!" potong Amel
Aksi saling menyalahkan cukup sengit, tak ada yang mau mengalah, yang ada hanya saling menuduh tanpa bukti Hem.. dasar Remaja Labil!
"STOP" teriak Icha menghentikan kebisingan keduanya,
"Jadi kalian berantem gara-gara si Rio?" tanya Icha memastikan
Mereka pun kompak mengangguk,
"Anak-anak kalian tahu? kenapa orang menyebut masa SMA adalah masa terbaik?"
Keduanya kembali menggeleng
"Karena masa ini akan sangat menentukan bagaimana dirimu di masa depan!" jadi saat inilah waktu yang tepat buat kalian nambah pertemanan bukan permusuhan, apalagi hanya gara-gara RIO! kalian memutuskan pertemanan kalian selama ini?
ujar Icha mencoba menyadarkan keduanya
Mereka berdua terlihat memikirkan apa yang baru saja diucapkan guru BK nya itu, ia tak menyangka jika Bu Icha memang berbeda, tak sama seperti guru BK yang dulu selalu menghakimi tanpa mau mendengar penjelasan terlebih dahulu.
Keduanya pun saling mencuri pandang, mengingat kelakuan bodoh yang meraka perbuat hanya gara-gara cowok,
tanpa perlu di paksa mereka pun berpelukan dan saling memaafkan, dan berjanji untuk saling menyayangi satu sama lain.
"Terima kasih Bu Icha" ucap keduanya tulus dan meninggalkan ruang BK
Senyum bahagia pun menghiasi wajahnya.
Icha pun kembali menyelesaikan pekerjaannya, sesekali ia terlihat menguap mungkin kecapean di tambah pola tidurnya yang tak layak kemarin malam.
__ADS_1
"Ya Allah ngantuk banget" ucap Icha masih terus menguap
Ia pun mencari sudut yang nyaman untuk merebahkan kepalanya di atas meja.
Tak butuh waktu lama, Icha sudah terlihat tertidur pulas ke alam mimpi.
***
Langkah kaki seseorang perlahan mendekat, tak lupa ia mengusap pelan ujung kepala dan meninggalkan sebotol kopi instan serta sebungkus roti pengganjal lapar. Ia pun dengan cepat meninggalkan ruang BK.
15 menit sudah Icha tertidur, suara telepon dari seseorang lah yang membangunkan tidur siangnya.
"Halo" ucap Icha kesal
"Wah, parah ini! di telepon Abang sendiri gak suka?" seru Abang di ujung telepon
" Ampun Bang! lagian sih ganggu aja!, ada apa kok tumben pake acara telepon segala?
"Kamu tuh ya, bener-bener, " sahut Abang
"Iya Sayang, kenapa-kenapa gimana? mau bilang apa sih? masih juga siang udah malah-malah aja deh" goda Icha
"Terdengar Abang menghembuskan nafas dengan kesal
" Kebetulan Abang, lusa udah balik, kamu main ke rumah ya, jangan lupa Adit di ajak" tutur Abang
"Ngapain?"... tanya Icha
Belum sempat mendapatkan balasan keburu panggilan dimatikan!
" KEBIASAAN! gerutu Icha menatap layar ponsel
\=\=\=\=\=
"Jangan Malah-malah dong Bu" ucap Pak Dion menirukan gaya Icha saat menelepon.
"Pak-Di-on sejak kapan di sana? tanya Icha panik diliputi rasa malu
" Em... sekitar 5 menit yang lalu kira-kira" jawabnya enteng
Ia masih tak menyangka jika Bu Icha bisa bersikap cute seperti tadi, padahal ia sempat mengira jika Ia garang. benar-benar Cute
"Ibu gak ke kantin?"
Ok kali ini Icha harus mencari alasan untuk menolak ajakan dari Pak Dion,
"Ah itu Pak saya kebetulan sudah dari kantin," seraya menunjukkan botol kopi dan roti yang sudah tergeletak di atas meja,
"Ini dari siapa? beracun?" tanya Icha saat Pak Dion sudah pergi
"Positif aja, mungkin ini sebagai tanda ucapan terimakasih dari Amel tadi" pikirnya
Ia pun menghabiskan kudapan nya.
****
Di sudut yang lain, terlihat Adit tersenyum menatap Icha dari kejauhan, ada rasa bahagia saat Icha menyantap pemberian nya.
"Woy! ngapelin Bini Orang Lu! ucap Adit mengagetkan Adit
" Bini Gue Tu" balas Adit dengan memukul tubuh gembul dari sahabat nya Itu!
Ia pun segera merangkul Agung menjauh dari Icha, bisa bahaya kalau sampai ketahuan.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Sabar ya Mak Readers sekalian, seperti yang sudah aku sampaikan diawal semua akan indah pada masanya, jadi kita nikmati dulu momen kebersamaan Icha dan Adit sebelum badai menerjang keduanya.
__ADS_1
Jangan Lupa dukung Author dengan Like dan Vote Novel SUAMI PENGGANTI ICHA*
LOPE GEDEπ