
Hari ini kondisi Adit belum sepenuhnya pulih, tetapi yang membuat ku takjub adalah tak pernah ia menjadikan sakitnya sebagai alasan untuk meninggalkan ibadah salat!
"Icha kamu mau bantuin buat ambil wudhu ndak? aku masih lemes"
"Yakin kamu bisa kena air? ini bentol-bentol nya masih merah, apa gak bahaya?
Ucap Icha khawatir.
" Ya Allah Cha ini cuma alergi doang, gak bakal mati.
"Hush kalau ngomong gak boleh gitu! emang udah siap mati? hah? Ucap Icha dengan galak
" Becanda Cha, bantuin ya! ! Bujuk Adit dengan memasang wajah imut, Ya Ampun nak kamu gemesin banget sih) batin Icha.
"Ya udah Ayok"
Singkat cerita akhirnya meraka berdua sudah menyelesaikan salat secara terpisah karena Adit salat dengan posisi duduk.
dan itu menjadi salah satu kemudahan yang di berikan oleh Allah, ketika hamba-nya sedang tidak bisa menjalankan ibadah salat karena sebab dan lain hal.
Setelah satu jam menunggu adzan Isyak berkumandang mereka bergegas menjalankan ibadah salat Isya secara terpisah.
\=\=\=\=\=
Karena tak ada tanda-tanda kehidupan akhirnya Icha memberanikan diri untuk melihat kondisi suaminya yang ia tinggalkan beberapa saat lalu.
"Dit gimana sudah baikan? mau aku buatin makan? atau minuman anget gitu?
" Endak usah Cha, udah lebih mendingan" Jawab Adit
"Syukur kalau gitu, maafin aku ya Dit, serius aku gak tahu kalau kamu alergi udang, lagian kamu juga sih udah tahu punya alergi sama seafood tapi kenapa nasi goreng nya malah di makan, bahaya tau! ceramah Icha pada Adit.
"Karena enak" sebuah kata pujian yang aku harapkan dari Adit saat mencicipi hasil masakan ku.
kedua pipi ku merona, mendengar pujian singkat dari Adit entah apa yang terjadi padaku.
"Next aku masakin yang lebih enak lagi plus gak bakal ada seafood nya. Senyumku mengembang.
"Ya udah aku balik kamar dulu ya, kamu istirahat yang cukup, besok kita jemput Bunda. " sembari beranjak dari kamar Adit tapi segera Adit tahan.
"Kenapa buru-buru amat sih, disni dulu aja"
Apa? sumpah Demi apapun sama gue gak salah dengar kan Adit Minta gue disini? Eh tolong dong Readers ini gak salah dengar kan?
"Kenapa diam Cha? tanya Adit padaku
"Ah enggak kok Gak papa-papa! Mau ngobrol tentang apa? tanyaku Polos
" Malam ini Kita kenalan yuk! jujur aku belum sepenuhnya mengenalmu begitupun dirimu!
__ADS_1
Aku takut kamu terbebani dengan kehadiran diri ku dalam hidup mu. sembari mempersilahkan Icah duduk di hadapan nya.
(Terlihat ketulusan Adit saat mengucapkan kalimat tersebut. Menurut Icha ini kali pertama kalinya Adit bicara padanya dengan kalimat yang cukup panjang)
"Yes ada kemajuan!" dalam hati
Tak mau mensia-siakan kesempatan emas ini dengan cepat Icha mengulurkan tangan pada Adit, seraya berkata:
"Kenalin Aku Icha Wijaya anak Pak Wijaya, lahir pada 25 Mei 1996 di RS Kasih Ibu Jakarta. Kata Papa sih dilahirkan tepat pukul 08.00 WIB, trs hobi ku masak, makan dan shopping tentunya. makanan favorit Apa lagi kalau bukan bakso dan nasi goreng! aku paling suka warna biru, apalagi ya... oh iya saat ini aku mengajar jadi guru BP di SMA 8 Jakarta dan mungkin sebentar lagi aku bakal di pindah tugaskan di sekolah di sekitar sini.
Aduh apalagi ya Dit, kamu tanya aku aja deh!
"Hahahahahaha" Tawa Adit melihat aksiku memperkenalkan diri, yang terlihat agak wagu itu.
Adit tak pernah menyangka ternyata wanita yang lebih tua dari nya yang saat ini sedang menyandang status sebagai istrinya dapat di katakan bertingkah layaknya anak kecil.
Kamu polos banget sih Cha? Terbesit rasa penasaran alasan kenapa Mas Radit rela meninggalkan Icha.
Tak melepaskan tangan Icha dari genggamannya.
*Flashback On*
Radit dan Adit mereka hidup sebagai seorang yatim setelah kepergian sang Ayah tercinta tepat di hari ulang tahun Adit yang ke 8 tahun. Hari dimana harusnya dipenuhi tawa bahagia justru berakhir duka penuh air mata.
Maka tak heran meskipun mereka kakak Adik, dua orang ini memiliki kepribadian yang berbeda.
Radit adalah tipe orang yang ramah, ceria dan mudah bergaul dengan orang sekitar, sementara Adit sifatnya berubah drastis semenjak tragedi tersebut Ia selalu merasa jika penyebab kematian Ayah adalah dirinya.
Maka setelah kepergian Ayah tepatnya saat Ia memasuki sekolah menengah ke atas, ia putuskan untuk tinggal sendiri, terpisah dari Bunda dan Radit.
Ia beralasan ingin belajar hidup mandiri, dan akhirnya diizinkan oleh Bunda setelah terjadi perdebatan yang cukup alot.
Ada ketakutan bagi Bunda jika Ia melepas Adit jauh dari nya, apalagi pergaulan remaja di kota besar ini cukup mengerikan. Akhirnya Bunda luluh setelah Adit berhasil menyakinkan Bunda jika Ia tidak akan terjerumus pada hal-hal seperti itu.
\=
\=
\=
Sang Kakak setiap libur kerja selalu menyempatkan untuk mengunjungi Adik kecilnya itu.
Selain numpang minum kopi ☕, Radit selalu menceritakan aktivitas keseharian nya, Awalnya hanya untuk memancing Adit agar terbuka dengan kakaknya itu, tapi apalah daya justru Radit lah yang selalu terpancing untuk cerita panjang lebar.
Apalagi semenjak lima tahun lalu, seorang gadis datang memberi warna kehidupan Sang Kakak.
dengan antusias Radit menceritakan mulai dari awal pertemuannya dengan Icha, bagaimana perjuangan nya untuk meluluhkan hati pujaan hatinya itu sampai badai yang menerjang hubungan mereka setelah Sang kakak berhasil menaklukkan hati Icha.
Begitulah Radit selalu menceritakan kekasih nya itu pada Adit, Ia berharap dengan itu kelak Adit dapat menerima Icha sebagai kakak iparnya. Pikir Radit
__ADS_1
Tapi entah bagaimana takdir akan membawa kisah cinta mereka, apakah akan bersatu selamanya atau justru terpisah!.
Lalu tepat di hari bahagia nya bersama kekasih hati yang Ia jaga selama hampir lima tahun ini justru ia Kabur entah kenapa!
Sungguh tak habis pikir!
Ini bukanlah tipe Mas Radit!
yang selama ini Ia kenal sebagai orang yang sangat bertanggungjawab.
*Flashback Off*
"Hallo, Adit! "
"Gak di lepas nih"?
Karena sudah lumayan cukup lama Adit tak juga melepas tangan Icha darinya.
"Kok malah bengong sih, serem tau!"
Ucap Icha membuyarkan lamunan Adit.
"Giliran kamu nih! "
Karena terkejut Adit melepaskan tangan Icha
"Aku Ngantuk Mau tidur dulu" Ucap Adit sambil merebahkan diri di kasurnya bersiap akan tidur.
"Wah kamu ngerjain aku ya?" awas ya kamu masih punya utang sama aku! kesal Icha pasalnya bocah di depannya ini sama sekali tak pernah bisa menentramkan hatinya justru sebaliknya lalu melangkah pergi meninggalkan Adit.
Adit menatap Punggung Icha dan berkata dengan pelan:
"Mas Radit apakah suatu saat bakal ambil Icha kembali? "
\=
\=
\=
Kira-kira apakah nanti Radit bakal kembali bersatu dengan Icha?
Nah episode selanjutnya kita bakal lihat bagaimana sih kehidupan serta kesibukan dunia Adit dan Icha!
°
°
Penasaran kan? Pantengin terus kisah Adit dan Icha ya...
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Happy Reading gaes🥰🥰🥰🥰