SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Cemburu?


__ADS_3

Detik-detik ujian nasional sudah di depan mata, dan sudah menjadi hal lumrah terutama bagi siswa yang sedang berada di kelas XII untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) harus mempersiapkan diri untuk mendapatkan hasil ujian yang memuaskan.


Adit meskipun dia merupakan anak yang pintar di kelas, Ia tak serta merta abai dalam hal belajar.


Seperti Hal nya hari ini Ia sengaja mengajak sahabat Sekawan nya untuk belajar bareng dirumahnya.


Aneh Mungkin disaat sebagian kaum muda asyik dengan F3 atau Food, Fun and Fashion atau sekedar Nongkrong di cafe/ mall untuk mencuci mata justru 4 Sekawan ini dengan senang hati tenggelam dalam tumpukan buku di ruang tamu.


Flashback On


****


Tepatnya pukul 15.30 WIB, Icha dikagetkan dengan deru rombongan motor perlahan berhenti di sudut pekarangan rumahnya, Bunyi motor cukup Asing bagi icha,...


saat itu seperti biasa saat sore hari jika ia tak lelah Ia biasanya menyapu halaman samping serta pekarangan rumah.


"Siapa? " batin Icha penuh tanda tanya pasalnya dari jauh ia samar-samar melihat 2 orang laki-laki lengkap dengan seragam SMA yang masih menempel di badannya.


Awalnya Icha akan terlebih dulu menanyakan maksud tujuan dari tamunya, tapi ...


"Mbak Siapa? tanya salah satu dari mereka mungkin heran melihatku berdiri dengan membawa seperangkat alat kebersihan yang lupa tak ku letakkan.


" Ah mbk ART baru Ya?" tebak pemuda yang satunya lagi


Mendengar Itu rasanya ingin aku tendang mereka saat itu juga, bisa-bisanya mereka menganggap ku sebagai ART


"AISH, we Tampol Lu Tong!! batin Icha penuh Amarah


Belum sempat Ia menjelaskan tiba-tiba deru motor kembali berhenti di rumah kami, dan tentunya itu pasti suara motor dari suamiku...


" Ya Ampun lama bener dah lu Dit!, ngapain Aja sih, pasti Nganter Lia ya?" omelnya pada suami ku.


Seketika Icha menyadari jika 2 orang pemuda yang telah menyangka jika Icha adalah mbak ART adalah teman Adit, ada sedikit lega karena Icha tidak mengatakan jika Ia adalah Istri dari sahabatnya itu, bisa-bisanya bisa di cerai


"Untung gak keceplosan" batin Icha karena Ia berpikir seperti novel / drama yang Ia Tonton jika dalam pernikahan tanpa dasar cinta salah satu pihak tak akan mengizinkan jika status pernikahan di ekspos ke orang lain.


"Eh.. tapi Tunggu tadi Adit nganter siapa? Lia? Cewek? Pacar Adit yang kemarin? "


Icha tenggelam dalam pikiran yang semrawut sampai-sampai Ia melupakan para tamu yang notabene adalah sahabat suaminya itu.


"Mbak? Mbak? Kenapa? Tanyanya membuyarkan lamunanku,


"Oh maaf, silahkan masuk" Ujar Ku mempersilahkan ketiganya ke dalam rumah.


Ku lihat mereka bertiga, sudah asyik bercengkrama, dan sayup-sayup aku mendengar saat ada yang bertanya kepada Adit

__ADS_1


"Eh Btw, Mbak tadi siapa Dit?" tanyanya penasaran, mungkin mereka sudah lupa jika sahabatnya ( Adit) sudah menikah dengan orang yang bisa di bilang lebih cocok di panggil kakak dari pada sayang... Eh... Eh.. Istri maksudnya.


Jujur aku pun penasaran dengan jawaban dari suamiku, ke dekatkan telinga di tembok berharap indra pendengaran ku berfungsi dengan baik,.. ada sedikit kelegaan saat mendengar jawaban dari Adit,..


"Loe pada lupa? itu bini gue" jawabnya enteng


"Oh" Jawaban keduanya


"Awas loe pada jangan macem-macem" Ancam Adit dengan nada bercanda


"Ampun Boz" jawab salah satu temannya yang aku sendiri belum mengenal namanya, tapi dari penampilan nya ia tipe anak yang Humoris


Perlahan aku menghampiri ketiganya dengan nampan yang sudah berisi minuman dan cemilan, itung-itung buat temen belajar.


"Diminum dulu dek, biar seger" Ucapku basa-basi


"Wah Makasih Mbak Cantik, Pasti Manis deh... " Goda pemuda yang aku sebut punya selera humor itu,


"Udah dibilang jangan macem-macem! Masih aja bandel Loe Gung!! Ucap Adit diikuti lemparan pensil tepat mengenai badan gembul Agung.


" Becanda, Dit, Oh iya Mbak kenalin saya Agung Tampan, dan Ini Abi Manis, kalau Mbak Manis siapa namanya? Ucapnya antusias memperkenalkan diri dengan tingkah kocak.


"Saya Icha, salam kenal Agung dan Abi" Jawabku ramah kepada keduanya, dan kalau tak salah lihat muka Adit sedikit mengeras terlihat rahangnya agak kaku dengan tatapan tajam padaku.


"Aish, dasar Es Batu, kadar humornya dikit banget sih, gak bisa bedain apa becanda sama yang beneran" Omel ku dalam hati sembari memberi penjelasan pada suami kecilku dengan membalas tatapannya.


"Ehem.... " Suara Agung mengangetkan kita berdua, sontak tatapan kita beralih ke arah yang lain.


"Saya ke belakang dulu ya" Pamit ku pada mereka, mencoba menghilangkan rasa canggung


Ku langkahkan kakiku menuju dapur, untuk membuat hidangan makan malam nanti, sengaja kali ini porsinya agak lebih banyak dari biasanya buat jaga-jaga siapa tahu Agung sama Abi ikut makan malam.


Memasak memang bukan hobi ataupun keahlian Icha tapi entah mengapa saat memasak ada rasa bahagia yang tidak bisa , apalagi saat seseorang mencicipi masakan nya dan memujinya bagi Icha itu kebahagiaan yang tiada tara...


Tapi mungkin hal itu akan sulit Ia dapatkan dari suaminya.


Tak terasa sudah hampir satu jam lebih Icha menyatu dengan aroma bumbu dapur, tak banyak memang yang Ia masak hanya tiga menu saja Telur balado, tumis kangkung sama ayam bumbu pedas manis dan nasi pastinya.


Saat Ia sedang asyik menaruh hasil masakannya, Tiba-tiba Adit datang dari arah belakang mengangetkan Icha


Adit pun juga sadar jika kedatangannya pasti akan mengagetkan Istrinya itu tapi mau bagaimana lagi dari pada Agung yang datang lebih baik jika Adit saja bukan? Karena sedari tadi Agung selalu membuat alasan yang tak masuk akal hanya untuk menyusul Icha ke Dapur. Dan tentu hal ini tidak akan dibiarkan oleh Adit, bisa bahaya nanti,Pikirnya


"Anu, si Agung mau nambah minum, jadi aku ambilin, " Ucap Adit terbata-bata seakan ia sedang membuat kesalahan.


"Ah, Iya silahkan, " Ucapku datar

__ADS_1


'Tapi Tunggu Adit, kamu mau nyobain ini?" tawar ku sembari menyodorkan sesuap ayam pedas manis yang tadi aku buat.


Tanpa menunggu jawaban Adit, Icha terlalu Agresif menyuapkan langsung ke mulut Adit.


"Aaaah (Sebuah kode untuk segera membuka mulut) Gimana? enak ndak? Kurang Apa?" tanya Icha dengan antusias dengan jarak yang cukup dekat, hingga Ia tak menyadari jika pipi Adit sudah merona, meskipun ini bukan kali pertama Icha menyuapi dirinya.


"Ya Ampun terlalu pedes ya Dit? pipimu sampai merah, Maaf Adit" Ucap Icha penuh penyesalan.


"Ah, enggak kok, enggak pedes E....


baru saja akan memuji masakan Istrinya itu tiba-tiba si Agung datang mengacaukan moment manis keduanya.


" Etdah lama bener sih Dit, Adek Aus nih " Ucap Agung dengan nada yang di buat-buat


Aku pun terkekeh melihat tingkah Agung


"Mbak Manis lagi masak apa? Boleh icip sikit?" Ucapnya saat melihat beberapa menu yang sudah tersaji


"Boleh dong, nih jangan lupa kasih nilai ya" ucapku dengan bercanda


"OMG OMG untuk juara lomba Master Chef tahun ini jatuh pada Mbak Icha yang Manis, Sumpah ini enak banget Mbak, Mbak Manis keren banget" Puji Agung agak berlebihan.


"Dasar Agung, bisa-bisanya dia muji istriku duluan, wah harus di kasih pelajaran nih anak!" gumam Adit


"Wah Makasih pujiannya, Nanti malam kita makan bareng saja, kebetulan hari ini masak banyak" Ajak ku pada Agung


"Siap, Mbak kita siap menghabiskan masakan Mbak Manis, kalau gitu saya ke depan dulu ya mbak, kasihan Abi sendiri," Agung melangkah pergi meninggalkan kita berdua.


Aura yang semula damai kini perlahan membeku, Adit yang semula cair kembali membeku,...


"Hahaha, Agung itu Lucu ya, " Ucapku asal mencoba menghilangkan aura gelap kala itu, bukan pelangi 🌈 yang terlihat justru kilatan petir yang menyambar


Yap Begitulah Ucapan Adit Tajem.


" Biasa aja!" Ucapnya seakan menjelaskan jika Adit tidak menyukai kalau Icha terlalu dekat dengan pria lain.


"Kamu Cemburu?" bisik ku padanya


"Mimpi! """" Ucapnya dengan satu kata yang mampu menghujam hatiku


🥀


\=\=\=\=\=


Hallo Mak Readers sekalian, setelah fakum beberapa hari Akhir nya bisa melanjutkan lagi kisah Adit dan Icha,

__ADS_1


Mohon saran dan masukannya 🙈🙈


__ADS_2