SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Rasain!


__ADS_3

Radit dan Naya sudah berada di dalam kamar Bunda. Nampak jelas rasa kecewa bunda pada keduanya, terlebih pada Radit. cukup lama mereka dalam diam.


"Bunda maafin Radit" ucap Radit yang sudah bersimpuh di hadapan orang yang melahirkan dirinya itu, iya sadar betul dia telah melakukan kesalahan.


"Maafin Radit... " ucap Radit berulang kali


dengan derai air mata yang terus mengalir


Bunda pun tak mampu menahan kesedihan, tetesan air mata kian mengalir dengan deras meskipun sudah Ia seka berulang kali.


_


_


"Bunda kecewa sama kamu dek" satu kata yang merobohkan kepercayaannya selama ini.


"Maafin Radit Bunda" ucapnya kembali


"Jujur Bunda belum bisa menerima ini semua, Bunda perlu waktu" balas bunda dengan memalingkan wajahnya dari tatapan keduanya.


"Bagaimana bisa Adek bersikap seperti tidak terjadi apa-apa? kenapa Adek sejahat itu sama Icha? kamu tahu betapa tersiksa nya menantuku itu? Dia pura-pura tegar tapi dalam hatinya terlalu rapuh! Bukankah seharusnya kamu meminta maaf? atau setidaknya kau putuskan Icha dengan gentleman! bukan kabur tanpa kabar seperti itu! ucap Bunda dengan nada semakin meninggi


"Maafin Radit... " ucapnya berulang


"Bunda jangan salahkan Mas Radit, disini Naya lah yang salah, Naya yang menyebabkan semua kekacauan ini semua" ujar Naya ikut bersimpuh di kaki mertuanya itu.


" Bunda perlu waktu untuk menerima kalian" balasnya dengan suara berat.


"Bunda gak ngelarang kamu buat nikah sama wanita lain, siapapun pilihan adek, pasti Bunda dukung! Tapi bagaimana bisa adek tak menganggap Bunda ada? apakah Bunda gak ada artinya buat Adek?" pangkasnya melanjutkan ucapannya.


"Sekali lagi Bunda benar-benar kecewa, kamu bukan seperti Radit yang Bunda kenal dulu! kamu sudah berubah! ucapnya dengan menggelengkan kepalanya.


Bunda berdiri dan meraih tubuh Naya untuk ikut berdiri, dan berkata: "Kamu wanita baik, kamu cantik, tapi maafin Bunda yang belum bisa menerima kamu, Bunda gak benci kamu hanya saja ego Bunda terlalu tinggi, sekali lagi maafin Bunda." ucapnya lirih dan meninggalkan keduanya yang masih diliputi kesedihan.


Radit tentu mengerti jika Bunda saat ini belum bisa memaafkan keduanya, terlebih memaafkan Radit.


"Maafin Naya, Mas ini semua salah Naya" ucap Naya dengan sesenggukan.

__ADS_1


"Hey, kamu gak salah, lihat Mas ini semua sudah digariskan sama Allah, ini takdir kita Naya, jangan salahkan dirimu, kita pulang yuk" ajaknya pada istrinya dan keluar dari kamar Bunda.


Suasana rumah nampak sepi, tak ada orang, Radit menduga jika mereka sedang berada di dalam kamar atau lebih tepatnya menghindari dirinya dan Naya.


Saat melangkahkan kaki diambang pintu, Naya pun bertanya : "Mas, ndak pamit sama Bunda dulu, nanti mereka khawatir kalau kita tiba-tiba gak ada"


"Nanti mas telepon saja" balasnya dan bergegas meninggalkan kediaman Bunda.


Nampak di lantai atas, melalui celah jendela Bunda melihat mereka dari kejauhan, dan merutuki dirinya sendiri karena terlalu egois untuk mereka berdua,


°


°


°


Tak terasa mentari sudah tenggelam di ufuk barat, burung-burung nampak tergesa-gesa untuk kembali ke sarangnya. begitupun dengan Naya dan Radit yang harus segera kembali ke rumahnya di Bandung.


Sedang Adit membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menenangkan istrinya yang sedang patah hati yang kedua kali mungkin.


Suara Adzan sudah menggema, pertanda waktu shalat magrib sudah tiba,


"Ah iya.. iya ini udah magrib? tanya Icha sembari menyeka air matanya dan menarik dirinya dari pelukan Adit.


Adit berjalan lebih dulu, " Maaf Dit... " ucap Icha yang sudah sadar kenapa dia harus nangis kayak orang gila! sungguh memalukan.


"Gak papa, lucu kok" balasnya menahan tawa, Ia pun melenggang keluar dengan pelan.


Melihat sang suami belum cukup sembuh, ia pun segera membantu memapah Adit.


"Makasih... " ucap Adit memamerkan senyum manisnya.


"Please,....Jangan cerita sama Bunda ya, malu banget" pinta Icha sungguh-sungguh.


"Em... tergantung sih, ..." jawabnya menggoda Icha


"Awas ya kalau sampe bocor!" ancam Icha

__ADS_1


"Gak janji deh" timpal Adit


"Akhhhhhhhhh" teriak Adit saat pinggangnya di cubit oleh Icha.


"Rasain!"


_______________________________


Singkat cerita, setelah melalui malam yang panjang, akhirnya pagi menyapa seluruh mahluk di muka bumi ini, termasuk Adit


pagi ini, sengaja dia bangun lebih awal untuk bersiap berangkat ke sekolah. Meskipun ia tahu betul pasti nanti Bunda dan Icha akan melarangnya. Tapi mau bagaimana Ia tak rela jika Pak Dion terlalu dekat dengan istrinya.


Icha perlahan membuka mata yang masih terlihat sembab bekas tangisan kemarin sore yang berlebihan. Pemandangan pertama yang Ia lihat adalah Adit yang sudah rapi dengan seragam sekolah.


"Kamu mau ngapain?" tanya Icha mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul sepenuhnya.


"Sekolah lah... " jawabnya dengan percaya diri.


Jawaban Adit sontak membuat Icha tertawa berbahak-bahak pasalnya hari ini adalah hari Minggu yang sudah jelas jika aktivitas sekolahan libur.


Melihat reaksi Icha, Adit semakin bingung, ia pun memastikan apakah ada yang salah dengan apa yang Ia kenakan hari ini.


"Apa ada yang salah?" tanya nya penasaran


Icha menganggukan kepala dan masih tertawa lebar, tapi seketika ia terdiam dan panik.


"Apakah kepala Adit bermasalah? pasca kecelakaan kemarin?"


Ia pun menghampiri suaminya dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya,


"Dit kamu baik-baik saja kan?" tanya Icha khawatir


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

__ADS_1


Numpang Promosiin novel terbaru yang berjudul "Jodohku On Going" jangan lupa tinggalkan jejak disana ya... hehe


__ADS_2