SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
bukan MAINAN!


__ADS_3

Pak Danang memasukkan semua barang-barang ke dalam bagasi mobil, Icha pikir ia akan tenang karena Adit akan dibawa pulang. Ternyata tidak, Lia justru dengan seenaknya ikut masuk ke dalam mobil mereka dan duduk tepat di samping kanan Adit.


"Loh, nak Lia nggak dianter sama supirnya?" tanya Bubda mulai jengah, meskipun sejak tadi dia diam saja tapi dia tidak tahan melihat menantu kesayangannya terus-terusan makan hati.


Meskipun Ia tahu bagaimana menantu nya itu yang sangat baik menjaga emosinya. Selama 5 tahun Icha bersama putra sulungnya, tidak sekalipun Bunda mendengar Icha marah atau mencaci maki saat kesal. Icha biasanya hanya akan diam lalu menasehati putranya - Radit-agar tidak mengulangi kesalahannya lagi.


"Ada Bun, supirku di belakang. Aku mau anterin Adit sampai rumah dengan aman. Bolehkan Bun?" ujar Lia memelas.


"Bun? Hah!! Siapa yang cewek cabe itu panggil mertuanya itu dengan sebutan Bunda?! Minta dijemur di tiang bendera nih anak!! gerutu Icha dalam hatinya.


Dengan kesal ia duduk di bangku penumpang depan di samping Pak Danang. Wajahnya sengaja ia alihkan ke arah kaca, memilih melihat keadaan sepanjang pinggir jalan dengan mulut mencebik kesal yang tak luput dari perhatian Bunda.


"Mbak kok ikut naik ke sini?" tanya Lia tiba-tiba saat melihat Icha dengan santai duduk di depan. Sepersekian detik Icha langsung menoleh ke samping, baru saja ia mau menjawab Bunda langsung besuara "Ya jelas ikut Icha ini menantu Bunda!" ujarnya dengan nada gemas.


"Oh, kirain aku Mbak ini siapa. Kemaren bilangnya temen si Agung," ujar Lia yang membuat kening Icha berkerut. "Kapan gue bilang kalo gue temen Agung? Sarap ni cewek! "gerutu Icha


Setelah itu tidak ada lagi percakapan. Hanya Bunda yang sesekali berbicara di telefon. Mengabari kerabat lainnya kalau Adit sudah diizinkan pulang.


_ πŸš—


_πŸš—πŸš—


_πŸš—πŸš—πŸš—


"Pak, anterin saya pulang ke rumah ya" ujar Icha pada Pak Danang, ketika mereka sampai di rumah Bunda


" Kalian nginep di sini kan?


. Kok pulang?" tanya Bunda.


"Aku ambil pakaian dulu Bund untuk beberapa hari. Aku juga mau ambil laptop, ada yang harus Icha kerjain." jawab Icha


"Baik, hati-hati di jalan ya, cepet kesini, kalau kelamaan nanti disusul sama Adit"


Ucapan Bunda hanya di balas dengan senyuman tipis, segera Ia bergegas untuk pulang ke rumah.


Bunda pun segera menuju ke kamar Adit.


"Itu istrinya Bang Radit ? Bang Radit nya mana?" tanya Lia tanpa merasa salah.

__ADS_1


"Istri Radit? Itu isβ€”" sebelum Bunda selesai bicara, Adit menyentuh tangan Bundanya, agar tak melanjutkan ucapannya, Bunda mendengus pelan lalu memilih keluar dari kamar.


"Li, mendingan lo pulang dulu deh. Lo dari sekolah belum pulang kan? Nggak capek? Istirahat gih. Nyokap lo pasti nyariin lo." Adit menyuruh Lia pulang dengan sedikit paksa.


"Kamu ngusir aku Dit?" Lia menekuk wajahnya.


"Nggak Li, gue nggak ngusir. Dokter nyuruh gue bedrest jadi gue nggak mau diganggu dulu." kilah Adit


"Oo...yaudah, kalo kamu mau istirahat, aku pulang dulu. Cepet sembuh ya?" ucap Lia dengan senyum manis


"Iya," jawab Adit singkat.


"Besok aku boleh ke sini β€˜kan? Aku bawain makanan kesukaan kamu."


"Nggak usah Li, beberapa hari lagi gue juga sekolah," tolak Adit halus.


Lia keluar dari kamar Adit, berpas-pasan dengan Agung dan yang lain. Mereka hanya melewati Lia begitu saja, lalu melesat ke kamar Adit.


"Unnie mana?" Agung yang bertanya pertama kali.


"Pulang," jawab Adit singkat. "Lah? Kok pulang?" seru Agung.


"Alasan itu mah. Lo Nggak ngelarang?" kali ini Ali yang bertanya.


Adit tidak menjawab, ia hanya mendengus malas. Memilih duduk memakan buah apel yang tersedia di mejanya,


"Lia udah pulang?" tanya Bunda yang masuk ke kamar membawa nampan berisi lima gelas sirup dingin.


"Udah Bun, Icha kapan balik ? Nggak lama kan?" tanya Adit.


"Cuma ngambil baju kalian aja, nggak lama sayang. Silahkan diminum ya, tolong temenin Adit dulu ya"


"Siap Tante," Jawab ketiga sahabat nya dengan kompak.


"Jon, minggu depan lo udah bisa sekolah β€˜kan?" tanya Agung selepas Bunda keluar.


"Berapa hari lagi juga gue sekolah, nyet!" "Emang Tante bakal ngijinin? Aldi menaikkan sebelah alisnya.


"Kalo Icha ngijinin pasti Bunda bakal nurut." "Sotoy lo." Ucap Agung tidak percaya

__ADS_1


"Nggak percaya? Liat aja nanti. Bunda nggak bakalan bantah omongan Icha!" ujar Adit kekeuh.


"Segitunya belain Mbak Icha. Udah cinta lo ya??? Ngaku lo!"nyinyir Ali.


"Icha kan istri gue, salah kalo gue belain?" tanya Adit balik


"Lia?" tanya Agung,


"Masih tetap dekat kek gitu? Biar di rumah sama di sekolah sama-sama ada yang merhatiin?" sambung Agung dengan nada mengejek.


"Masalah buat lo?" balas Adit sengit.


"Mbak Icha nggak pantes lo gituin Dit!" balas Agung.


"Icha biasa aja, kenapa lo yang sewot? Lo naksir Icha?" emosi Adit mulai terpancing.


"Mbak Icha perempuan Dit! , bukan MAINAN!!!. Kalo lo Nggak mau ngapain lo nikahin?" ucap Ali yang sudah tak bisa menahan emosi sedari tadi.


"Kok jadi lo yang sewot Al? Mending lo urus urusan lo. Nggak usah ikut campur urusan pribadi gue!" balas Adit menahan sekuat tenaga emosinya agar tidak melayangkan kepalan tangannya ke wajah sahabat nya yang menyebalkan.


"Dit, mereka ada bener nya. Sebelumnya kita udah pernah bilang, lo harus tegas mana istri mana pacar," ujar Aldi berusaha menengahi suasana yang memanas.


Adit kembali terdiam, ia sendiri bingung harus bagaimana.


Icha istrinya yang tidak dia duga akan menjadi istrinya, sedangkan Lia, perempuan yang sejak masuk SMA mengaku sebagai pacarnya. Sebelum menikah dengan Icha, Lia adalah satu-satunya perempuan yang dekat dengannya. Dia tidak seperti cewek-cewek cabe kebanyakan yang sering mendekatinya dengan genit, ia selalu nyaman bersama Lia Belum lagi hobi makannya yang selalu dipenuhi Lia.


Tapi setelah ada Icha, hatinya sedikit terbagi, Adit tidak ingin menyakiti Lia tapi ia juga tidak mau menyakiti Icha.


_____________________


Makin greget gak sih sama kelabilan Adit? Statstttttttttt....


Santai Bunda hehe jangan terbawa esmosi dulu yakkk..


maklum namanya juga masih bocah hehe🀣


____________________________________________


...Karena Cinta butuh waktu untuk saling memahami...

__ADS_1


...\=...


__ADS_2