
Icha meskipun usianya sudah memasuki 25 tahun tapi tetap saja jiwa kekanak-kanakan muncul. Harusnya sebagai orang yang sudah dewasa bukankah harusnya Ia berani bertanya secara langsung pada Adit dan minta penjelasan terkait kejadian kemarin, bukan justru bertingkah seperti ini.
\= \= \= \=
Sesuai dengan rencana kemarin, sore ini Adit dan Icha akan menjemput Bunda dari Rumah Sakit.
Dalam perjalanan tak seperti biasanya Icha hanya diam, kadang pura-pura tertidur.
"Apa Masih Marah?" batin Adit sembari mencuri pandang pada istri cantiknya itu.
Akhir mereka berdua sudah sampai di Rumah Sakit, Icha terlebih dulu menuju tempat rawat Sang Bunda, sementara Adit mengurus administrasi.
"Assalamu'alaikum, Bunda udah cantik aja sih?" goda Icha pada mertuanya itu.
"Wa'alaikumusaalam, sayang kamu tuh ya suka banget deh bikin Bunda terbuai hahaha.
Obrolan kecil diantara mereka mengalir secara alami, seakan tak ada jarak diantara keduanya. dan itu sedikit membuat Adit lega.
Pasalnya Ia khawatir jika nasib istrinya akan sama seperti menantu yang di benci mertua di luar sana.
"Wah Asyik banget ngobrol nya sih, ngomongin Adit yang ganteng ini ya Bunda? Ucap Adit dengan percaya diri
" Dih" Gerutu Icha dalam hati
Percuma punya muka ganteng kalau suka selingkuh! kayaknya memang benar deh jika orang ganteng tuh banyak sampingan!
Adit tahu betul jika Icha masih mengabaikan dirinya.
"Yuk Bunda udah siap pulang?" Goda Adit
_ _ _ _ _
Mereka berempat sudah berada di dalam mobil, Icha duduk di samping Adit sementara Mbok Inem dan Bunda duduk di kursi belakang.
Ada yang aneh diantara sepasang suami istri ini, meskipun jarak mereka begitu dekat tapi entah mengapa Bunda merasa ada yang tidak beres. Harus cari cara ampuh nih, bisa gak kesampean gendong cucu nanti.
Icha merasa asing dengan jalan yang di lalui Adit saat ini. yang jelas ini bukan arah menuju ke rumah mereka. Mau di bawa kemana sih!
Seakan dapat membaca isi hati Icha,.
Adit menjelaskan Jika Ia akan mampir sebentar ke makam Almarhum Papa nya, sekalian mau ngenalin kamu.
Ada sedikit rasa bersalah mengglayuti hati Icha, hanya karena sebuah insiden kemarin yang belum tentu kebenarannya Ia justru bertingkah kekanakan.
\=
\=
\=
Pemakaman Umum
Mobil tepat berhenti di Area Parkir yang telah di persiapkan oleh warga untuk kerabat yang akan ziarah kubur.
"Cha kamu ke sana dulu sama Bunda ya, aku mau beli bunga di depan" Ucap Adit di balas anggukan kepala oleh Icha.
Membeli bunga sebenarnya hanya alasan bagi Adit untuk tidak ke pusara Sang ayah bersama Bunda nya dan juga istrinya. Ia tak ingin membuat mereka bersedih dan merasa kasian kepada Adit.
Sudah cukup lama mereka menunggu kedatangan Adit tapi tak kunjung menyusul, maka mereka putuskan untuk menunggu Adit di dalam Mobil atas saran Icha. Khawatir jika nanti Bunda nya masuk angin.
"Ayah Ini Adit, Maafin Adit " Ini semua salah Adit, kalau saja Adit gak minta kado waktu Itu pasti ayah masih ada bersama kita. Tangis Adit semakin dalam.
"Ayah sudah lihat istri Adit? Cantik bukan? Doakan Adit agar rumah tangga Adik langgeng dan bahagia."
Tak Lupa Ia bacakan Surat yasin dan Tahlil dengan Hikmat. Ingin rasanya Adit ceritakan semua keluh kesahnya selama ini tapi Ia Urungkan, karena itu akan semakin membuat Adit semakin terpuruk dan membuat Sang Ayah bersedih di sana.
Baru berapa Langkah Icha akan berencana untuk menyusul sudah Nampak Adit berjalan ke arahnya dengan menggunakan kaca mata hitam.
"Wah ketampanan Adit semakin menonjol ketika menggunakan Aksesoris Itu" Puji Icha dalam hati.
Kenapa Terpesona melihat ketampanan suamimu ini ya! Jawab Adit yang lagi-lagi seakan bisa mendengar isi hati Icha.
__ADS_1
"PD banget" jawab Icha dengan ketus
Mereka berjalan beriringan menuju mobil.
\=\=\=\=\=\=\=\=
"Malam ini kalian nginep di rumah ya, kebetulan udah di beresin sama Mbok Inem" ajak Bunda (Hehe lihat aja ya kalau sampai cara ini gak berhasil buat nyatuin mereka, Akan aku keluarkan jurus yang lain)
"Tapi Bunda...
Kompak Adit dan Icha
" Tuh kan udah Cocok, udah gak papa-papa kan sekali-kali nginep semalam.
"Itu Bunda Icha gak bawa make up dan baju tidurnya" Ucap Adit sambil memberi kode Icha untuk mengiyakan perkataan nya tapi karena Icha lamban memahami kode
Ia justru dengan santai berkata:
"Oh tenang Dit, aku udah bawa mereka kok, di sini sembari menunjuk tas 🎒 kecilnya"
"Kalau baju tidur nanti pinjem punya Bunda aja hehe"
"Ya Ampun Icha" ( Pasrah Adit)
\=\=\=\=\=\=\=
Setelah memasuki rumah baru Ia menyadari sesuatu, jawaban yang di lontarkan Icha justru akan membuat masalah untuk malam ini!!
Bagaimana Tidak Icha tidak berpikir jauh, jika maksud menginap berarti mau tidak mau ia harus tidur satu kamar dengan suaminya itu.
"Ya Allah dasar Icha Lamban!" Merutuki diri sendiri.
"Kenapa Cha" tanya Adit yang melihat kepanikan Icha.
" Dit gimana nih, kenapa tadi kamu gak nolak aja sih" kesal Icha
" Kamu lupa, kamu udah coba selametin kamu eh malah lari terjun ke jurang.
"Terus nanti gimana dong?" ini gak ada kursi, atau spray atau apalah yang buat alas tidur! ucap Icha semakin panik.
" Ya udah sih tinggal tidur aja, bukankah kita juga udah pernah tidur bareng? jawab Adit enteng dan melangkah keluar sembari tersenyum karena telah berhasil menjahili istrinya itu!
*Dasar bocah Mes.... *
kalau ngomong suka Sembarangan!
\=\=\=\=\=
Setelah salat akhirnya mereka sudah berada di meja makan, suasana hening membuat Icha kurang nyaman'
menyadari hal tersebut Adit bertanya " "Gimana Cha, Enak?"
"Mengangguk, Enak saya suka hehe" jawaban Icha agak kaku.
Akhirnya sesi makan dalam diam sudah terlewati, agak lega rasanya, tapi justru kepanikan semakin menjadi saat Bunda mengingat kan Icha untuk tidur lebih awal.
" Kalian tidur dulu saja, udah mama siapapun kamarnya, kalau butuh apa-apa panggil mbok Inem aja ya sayang, Bunda mau istirahat dulu. "
dan berlalu meninggalkan mereka berdua.
terlihat ada kecanggungan diantara mereka.
"Mau tidur disini?" ucap Adit yang melihat Icha tak juga beranjak dari posisinya.
"Eh Tunggu dong, kamu tega biarin istrimu tidur disini! kesal Icha.
Maka Ia putuskan untuk naik keatas bersama Adit. Toh mereka gak bakal ngelakuin apa-apa kalaupun ia juga tak berdosa bukan? pikiran Icha mulai terkontaminasi..
\=\=\=\=\=\=\=
Rasa canggung jelas terasa diantara mereka, dan berujung salah tingkah, entah apa yang sedang mereka rasakan!
__ADS_1
"Dit"
"Icha" saling panggil secara bersamaan membuat kecanggungan semakin bertambah besar.
"Kamu duluan, Aja" Ucap Icha mempersilahkan
"Ladies first" ucap Adit
Mau tak mau Icha yang harus berucap terlebih dahulu.
"Sebenarnya besok aku dipindah tugaskan di SMA 4 Jakarta, udah lama sih aku ngajuin buat pindah ke sana, tapi baru hari ini di terima. gimana menurut mu? tanya Icha
" Deg Deg...
Ya Ampun kenapa harus SMA 4 sih ) :
kan ada ratusan sekolah di jakarta.
" Hello? "
"Kamu denger gak sih? " sewot Icha
"Denger ko, kamu bakal ngajar apa?
tanya Adit
" Kebetulan yang lagi kosong di sana guru BP"
Adit menelan Slavina nya pasalnya untuk kedepannya Ia akan selalu berurusan sama Icha selalu guru BP yang ditugaskan untuk mendisiplinkan murid nakal seperti Adit.
"Boleh kah?" penuh harap agar Sang suami mengizinkan dirinya.
Sampai detik ini Icha belum mengetahui jika SMA 4 Jakarta adalah sekolah yang sama dengan Adit!
"Kalau kamu senang ya Jalanin aja Cha"
Ucap Adit
"Dit ini serius cuma ada satu bantal? satu selimut? tanya Icha heran pasalnya rumah suaminya bisa dikatakan cukup megah tapi kenapa cuma ada ini dikamar? tanya Icha tak habis pikir
"Ini pasti ulah Bunda" Jawab Adit Frustasi
"Dit, biar Adil kita suit aja yuk, Kalau menang dapat selimut kalau kalah dapat bantal." Ajak Icha
Suit kali ini di menangkan oleh Adit maka dengan berat hati Icha melepaskan selimut tebal di hadapan nya pada Adit!
"Malam sudah semakin pekat, Icha mencoba memejamkan mata tapi nihil semakin keras mencoba semakin sulit memejamkan mata!
sementara Adit sudah tertidur lelap dengan sangat pules di balut selimut tebal.
" Dasar ya suami gak peka! bisa-bisanya Ia membiarkan istri tidur kedinginan! ucap Icha yang samar-samar terdengar oleh Adit.
Setelah guling kanan, giling kiri akhirnya Icha bisa tertidur setelah Adit berbagi selimut tanpa disadari oleh Icha.
"Kamu gemesin banget sih Cha" ucap Adit lalu mendekat wajahnya ke Icha!
\=\=\=\=\=\=
Wahh... gimana Mak Readers?
Penasaran enggak sih apa yang akan terjadi selanjutnya?
Ikuti terus kisah Adit dan Icha dalam novel yang berjudul " SUAMI PENGGANTI ICHA "
\=\=\=\=\=\=\=
Happy Reading🥰🥰🥰
Hayo gak boleh mikir yang macem-macem ya...
"
__ADS_1