Suamiku Bodyguard Buruk Rupa

Suamiku Bodyguard Buruk Rupa
14. Ketidak sukaan Doni


__ADS_3

Sudah selama satu tahun lebih Doni dan Bimo mengikuti sang tuan muda kemana pun pergi bahkan sampai Abraham pergi keluar negeri untuk melanjutkan kuliahnya.


"Don, kita di sini sudah 5 bulan ya, aku kangen pengen makan sambal teri," kata Bimo menopang dagu sambil menatap ke arah jendela.


"Kamu kangen sama teri atau si Tere itu?" Tanya Doni melirik sinis ke arah Bimo.


"He he he he, tahu aja kamu," kata Bimo cengengesan malu-malu kucing.


"Memang kamu tidak kangen neng Rani?" Tanya Bimo berbalik ke arah Doni.


D E G G....


Doni terdiam, diapun menghela nafas panjang kemudian dia mengelengkan kepalanya. Ya semenjak wajahnya seperti ini Doni membatasi diri dengan teman-temannya baik pria maupun wanita. Doni semakin dingin tak tersentuh.


"Aku sudah mengubur semuanya, tidak ada cinta yang tulus di dunia ini untukku, apalagi dengan wajah ku yang seperti ini," jawab Doni berlalu menuju kulkas mengambil minuman dingin untuk menyegarkan pikirannya.


"Kenapa kamu putus asa? Mungkin neng Rani juga suka padamu," kata Bimo menatap ke arah Doni.


"Ha ha ha ha ha, suka? Tidak ada orang yang suka tetapi terkesan menghindar atau berpura-pura tak kenal saat berpapasan. Itu yang nama nya suka?" Sinis Doni mengungkapkan semua yang ada di hati dan pikirannya saat ini.


Bimo tertegun sejenak, dia tak menyangka perempuan yang dulu sering bersikap baik dan perhatian dengan Doni itu berubah seperti menjauhi Doni.


"Tetapi...."


Kata-kata Bimo terhenti kala Doni mengangkat satu tangannya memberi kode seperti meminta Bimo berhenti, agar Bimo tak meneruskan ucapannya lagi.


"Sudah aku tak ingin membahas tentang perempuan itu ataupun hidup ku," pinta Doni membuat Bimo menangguk setuju.


Kring...


Kring...


Kring...


"Hei ponsel mu bunyi tuh," kata Bimo menunjuk ke arah ponsel Doni yang tak jauh dari dia duduk.


Doni menghampiri tempat di mana ponselnya berada, Doni segera mengambil ponselnya. Dia mengerutkan keningnya saat terpampang nomor asing yang dia tak kenal.


"Entahlah ini nomor siapa? Apa kamu kenal?"Tanya Doni menyodorkan ponselnya me arah Bimo.


Bimo terdiam mengamati lalu mengelengkan kepalanya.


"Kamu angkat saja, mungkin penting," usul Bimo karena dia tahu kalau Doni tipe orang yang malas berurusan dengan nomor-nomor yang dia tak kenali (telepon iseng/ nyasar).


Tut...


"Halo..." Kata Doni mengawali pembicaraan.


"Halo, benar ini nomor pengawal atau bodyguard yang sering menemani Abraham?" Tanya seseorang di sebrang sana dengan suara terdengar lembut.


"Benar. Ini dengan siapa? Bagaimana anda bisa mengetahui bahwa ini nomornya? Apa ada sesuatu yang terjadi dengan tuan muda saya?" Tanya Doni beruntun sampai seorang di sebrang sana binggung menjawabnya.

__ADS_1


"Saya Bela temannya Aruna, saya mau kasih tahu kalau saat ini Abraham tengah berkelahi dengan Wiliam di kampus dan Aruna kesusahan untuk memisahkan mereka," katanya dengan nada yang panik.


"Saya akan segera ke sana, tolong kamu pisahkan mereka," pinta Doni setelah itu dia menutup telephon dengan wajah panik.


Tut....


"Bisa-bisanya tuan muda berantem di kampus, padahal sifat tuan muda bukan seceroboh itu dan melakukan aksi memalukan seperti berantem. Apa penyebab tuan muda bertindak seperti itu?" Batin Doni bertanya-tanya karena hafal betul tuan mudanya itu tipe orang yang tenang melakukan apapun dengan pikiran matang tanpa pernah mengotori tangannya sendiri.


"Hei ada apa?" Tanya Bimo yang melihat wajah Doni tengang.


"Tuan muda," jawab Doni tergesa-gesa mengemasi ponsel, charge, parfum dan dompet untuk di masukkan ke dalam tas kecil yang biasanya dia bawa.


"Tuan muda kenapa?" Tanya Bimo yang ikutan panik.


"Cepat kamu beres-beres karena kita harus ke kampus memastikan kondisi tuan muda Abraham baik-baik saja,'' jelas Doni dengan cepat tanpa memberitahukan kepada Bimo kalau tuan mudanya itu terlibat perkelahian entah dengan siapa.


Keduanya bergegas menuju ke mobil, Doni langsung duduk di depan kemudi. Ya Doni sudah mahir mengemudikan mobil setelah Abraham menyuruh dia untuk kursus waktu itu.


Keduanya menjadi bodyguard andalan yang selalu Abraham bawa kemana-mana bahkan sampai kuliah di luar negeri.


Doni melajukan mobilnya dengan cepat memilih mengambil jalan pintas agar cepat sampai.


Ckiiittt....


Doni memberhentikan mobilnya saat susah sampai di depan gerbang kampus ternama di negara itu.


"Kamu cari keberadaan tuan muda," pinta Doni kepada Bimo.


"Huuu.... Kalau bukan teman sudah ku makan kamu," kesal Doni.


"Kamu masuk terus cari, apa ada keributan atau perkelahian di dalam takutnya itu tuan muda Abraham. Paham?" Jelas Doni.


Bimo mengangguk mengerti.


Doni memarkirkan mobilnya sedang Bimo langsung melesat sesuai dengan perintah dari temannya itu.


Hos hos hos hos hos....


Nafas Bimo tak beraturan karena dia harus mengelilingi kampus yang besar itu untuk mencari keberadaan tuan mudanya.


Terdengar suara samar-samar seperti orang sedang ribut.


Bugh..


"Hentikan." Seru perempuan itu kesulitan melerai.


Namun kedua pria itu tak menggubris.


Bugh..


Ahhh...

__ADS_1


Bimo mendekati arah sumber suara itu langsung mendekat, dia menyusup masuk ke dalam kerumunan orang itu.


"Ha tuan muda?" Bimo kaget melihat tuan mudanya itu saling baku hantam.


Abraham tak memperhatikan Bimo, dia tertunduk menyeka sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulan dari


Bimo dengan cepat menangkis serangan pria yang akan menyerang tuan mudanya.


Bugh...


"Hei siapa kamu, berani ikut campur?" Teriak pria yang juga sudah kewalahan.


"Tuan muda," Bimo membatu tuan mudanya yang sepertinya sudah kelelahan.


"Abraham kamu tidak apa-apa kan?"Tanya wanita cantik yang baru beberapa Minggu dekat dengan dirinya.


"Tidak apa-apa Aruna, aku baik-baik saja," jawab Abraham.


Ketiganya pergi meninggalkan pria itu, Abraham berjalan di bantu Bimo.


"Aruna tunggu...."


"Aruna...."


Teriakan pria itu dianggap angin lalu, wanita yang bernama Aruna itu tak menoleh namun dari wajahnya perempuan itu terlihat kecewa.


Sedangkan Doni langsung memakai masker dan kaca mata hitamnya setelah itu dia pergi mencari keberadaan tuan mudanya.


Baru beberapa langkah, Doni melihat tuan mudanya di bantu Bimo.


"Tuan muda..." Doni menunduk.


"Apa kita langsung pulang atau tuan muda masih ada jam di kampus?" Tanya Doni.


"Hmm... Kita langsung pulang saja." Jawab Abraham.


Doni berjalan cepat menuju ke arah mobilnya tadi dan mengeluarkan mobil dari parkiran menuju ke arah Abraham.


"Silahkan masuk tuan muda," kata Doni membuka pintu mobilnya.


Saat Aruna akan masuk ke dalam mobil, Doni merentangkan tangannya melarang perempuan itu masuk.


"Maaf nona, tuan muda mungkin ingin beristirahat. Jadi tolong jangan di ganggu," pinta Doni.


Aruna melirik Abraham yang memejamkan matanya tak menoleh ke arahnya, dengan kecewa perempuan cantik itu hanya bisa diam di tempat.


Doni tersenyum di balik maskernya, langsung berlalu menuju kemudi mobil dan meninggalkan perempuan itu sendiri.


Entahlah? Apa yang membuat Doni tak suka dengan wanita yang dekat dengan tuan mudanya itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2