
Setelah selesai makan tadi Doni langsung masuk kamar karena dia harus berangkat kerja.
"Sayang apa kamu mau iku mas ke acara tuan muda Abraham?" Tanya Doni dengan serius.
Saat ini keduanya sedang berada di dalam kamar.
Degh...
Tina menoleh ke arah suaminya memastikan apa yang di dengarnya saat ini tidaklah salah.
"Apa aku tidak salah dengar?" Guman Tina namun bisa di dengar oleh Doni saat ini.
Doni tersenyum, lalu berjalan menuju ke arah sang istri.
"Apa kamu takut?" Tanya Doni dengan lembut. Lalu tangan Doni dengan cepat meraih tangan sang istri dan mengengam nya dengan lembut.
"Jangan takut ada aku," kata Doni.
Nyeeeeessss.... Kata-kata yang keluar dari mulut suaminya itu bagaikan sebuah sihir yang mampu membuat hati Tina langsung sejuk dan damai.
Tina menatap Doni tanpa berkedip.
__ADS_1
"Tuan muda sudah melupakan semuanya. Apa kamu takut dengan nyonya Arin? Bahkan nyonya Arin tak tahu masalah mu waktu itu, tuan muda hanya bilang kalau kamu harus pulang kampung secepatnya, jadi tidak ada alasan untuk kamu untuk kita tidak datang, apa kamu tidak kangen dengan si kembar?" Kata Doni panjang lebar membuat hati Tina merasa lega namun ada sedikit rasa kangen di hatinya kepada si kembar. 2 bocah yang dia jaga siang malam, bocah lucu yang sering membuatnya kesal dan tertawa bersamaan. Mengingat itu hati Tina sedikit bergetar.
"Acara apa?" Akhirnya sedikit rasa penasaran muncul di hati Tina.
"Entahlah aku lupa menanyakan kepada Bimo," jawab Doni kikuk.
Tina langsung mencubit pinggang Doni dengan kesal.
"Aduh... Aduh.... Sakit sayang," rengek Doni mengasuh dengan manjanya.
"Ha ha ha ha ha," melihat tingkah lucu suaminya, membuat Tina terkekeh.
"Bagaimana?" Tanya Doni ingin tahu apa jawaban dari sang istri.
"Ya sudah aku berangkat kerja dulu," pamit Doni. Dia langsung berjongkok di perut sang istri.
"Ayah pergi dulu ya nak, jangan nakal," pamit Doni mencium perut sang istri.
Cup...
Doni pun tak lupa mencium kening sang istri.
__ADS_1
"Hati-hati di rumah, ingat jangan terlalu lelah," pesan Doni.
"Iya mas," jawab Tina tersenyum, suaminya itu begitu perhatian.
Keduanya pun turun ke bawah, bapak yang melihat keduanya begitu rukun pun ikut senang.
"Aku pergi dulu, nanti jam 7 malam aku pulang," kata Doni sebelum mobilnya melaju.
Tina hanya mengangguk dan melambaikan tangannya ke arah sang suami.
"Bu, bapak senang lihat keduanya akur," kata bapak.
"Iya pak, sungguh beruntung anak kita karena suaminya begitu perhatian," jelas ibu.
"Oh ya Bu, mana Adit?" Tanya bapak.
"Adit tadi pamit mau keliling rumah ini katanya mau lihat-lihat," jelas ibu.
"Tuh anak ada-ada saja, jangan sampai anak nakal itu buat masalah," kata bapak memijit pelipisnya merasa pusing.
"Sudahlah pak biarkan saja, lha wong masih di rumah ini kelilingnya," kata ibu.
__ADS_1
"Maksudnya Bu?" Tanya bapak binggung.
"Lha iya toh pak, tuh si Adit lagi melihat-lihat isi rumah ini ada apa saja, memang bapak si Adit mau ngapain?" Tanya ibu membuat bapak mengerti. Bapak mengira anaknya itu keliling perumahan ini untuk melihat-lihat situasi tempat ini takutnya membuat masalah.