Suamiku Bodyguard Buruk Rupa

Suamiku Bodyguard Buruk Rupa
33. Akhirnya Tuan muda bertemu dengan wanita itu


__ADS_3

Hari berlalu demi hari.


Abraham saat ini berjalan di mal dengan Hendra dan Doni mengawal dari jarak cukup jauh. Tanpa di duga saat tuan mudanya itu sedang menerima panggilan telephon tanpa sengaja tuan mudanya menabrak gadis kecil, saat tuan mudanya itu meminta maaf justru gadis kecil itu mengomel dan pergi dengan cepat menuju toilet.


Doni mengelengkan kepalanya saat melihat kejadian itu, tiba-tiba terlintas bayangan seorang wanita yang menabrak dirinya kemarin. Doni dengan cepat mengelengkan kepalanya. "Kenapa aku justru memikirkan wanita bawel itu," batin Doni.


Doni menghela nafas panjang setelah itu dia melihat Hendra justru menertawakan sang tuan muda namun itu hanya sesaat kini giliran Hendra yang di buat pucat dengan ancaman dari sang tuan muda.


"Pfftttt rasain tuh makan tuh mulut lemes," ledek Doni sebelum pergi mengikuti tuan mudanya pergi.


Sedangkan Hendra memukul mulutnya yang sering keceplosan itu.


Doni menoleh saat Hendra tak kunjung menyusul namun Doni di buat terkekeh dengan kelakuan Hendra yang lucu itu.


2 hari berlalu sejak kejadian di mal itu...


Pagi hari.


Kring... Kring... Ponsel Doni terus berbunyi.


"Halo..."


"....."


"Kerja bagus," jawab Doni setelah itu dia pun pergi ke ruangan sang tuan muda.


Tok tok tok tok tok....


"Masuk.." kata suara dari dalam.


Doni pun langsung masuk dan mendekati sang tuan muda.


Doni memastikan semua aman baru dia membisikkan sesuatu di telinga tuan mudanya itu.


Abraham tersenyum tipis setelah itu membiarkan Doni pergi.


Doni berjalan di lorong ruangan tanpa sengaja dia berpapasan dengan Hendra.


"Kamu dari mana?" Tanya Hendra.

__ADS_1


"Oh aku dari ruangan tuan muda," jawab Doni.


"Ada apa?" Tanya Hendra dengan binggung.


"Tidak cuma mengecek keamanan tuan muda saja," jawab Doni berbohong karena dia memang sengaja tidak memberitahu pembicaraan dia dan tuan muda.


"Oh ya sudah pergi sana," usir Hendra.


"Ck dasar," sinis Doni berlalu pergi namun sudut bibirnya menyeringai. "Semoga kamu tidak jantungan," gumannya melirik Hendra sebelum berlalu pergi meninggalkan tempat ini.


Malam hari saat tuan mudanya pulang dari pertemuan bisnis dengan temannya.....


Abraham dengan wajah lelah duduk di belakang dengan Hendra sebagai supir. Doni mengikuti mobil sang tuan muda dari belakang.


Tanpa sengaja Hendra melewati perumahan yang pernah di sebutkan Doni saat itu. Sudut bibirnya tersenyum, dia ingat apa yang di bilang Doni dan Abraham juga berharap demikian.


"Pelan-pelan saja," pinta sang tuan muda. Doni yang mengendarai mobil di belakang juga memperlambat laju mobilnya mengikuti mobil sang tuan muda.


Mobil itu melaju dengan pelan saat melewati minimarket Doni terbelalak saat melihat sosok yang selama ini dia cari.


"Apa tuan muda juga melihatnya," guman Doni dan benar saja.


Namun beberapa menit Doni di buat kaget saat tuan mudanya itu memanggul wanita cantik masuk ke dalam mobil.


"Tuan muda selalu bertindak gegabah," guman Doni menghela nafas.


Doni pun harus mengecoh mobil yang membuntuti tuan mudanya, mobil yang di ketahui adalah milik adik wanita itu.


Akhirnya mobil sang tuan muda berhasil memasuki mansion tanpa halangan. Doni hanya mengamati tuan mudanya itu dari kejauhan tanpa berniat mendekat untuk menganggu sang tuan muda yang sepertinya sedang bermain-main.


Doni di buat terkekeh dengan sifat tuan mudanya yang mendominasi seperti yang dia lihat saat ini, sang tuan muda membuat wanita itu tak berkutik.


"Semoga tuan muda setelah ini bahagia," gumannya berlalu meninggalkan sang tuan muda.


Doni berjalan menuju kamarnya, kamar yang dia tempati sendiri namun di paviliun ini terdapat 4 kamar dan itu di tempati Doni, Bimo, Mark dan Reza tangan kanan Mark di kantor.


"Hei kenapa kamu senyum-senyum?" Tanya Bimo penasaran.


"Senang saja lihat tuan muda akhirnya bertemu dengan perempuan yang di cari nya setelah sekian tahun dia binggung mencari keberadaannya," jelas Doni sambil duduk di kursi di depan paviliun.

__ADS_1


"Hah kok bisa?" Tanya Bimo kaget.


Bimo kaget namun setelah itu dia tersenyum dan di buat penasaran bagaimana bisa tuan mudanya itu bertemu perempuan itu, Bimo tak sabar ingin mendengar ceritanya.


"Ya bisa lah," jawab Doni menyerngit heran karena pertanyaan aneh Bimo.


"Hei bukan begitu, maksud ku bagaimana bisa mereka bertemu. Ah coba ceritakan bagaimana pertemuan mereka tadi," tanya Bimo dengan antusias.


"Tuan muda melihatnya tadi di minimarket," jawab Doni singkat.


"Teru terus bagaimana lagi," tanya Bimo mengoyangkan tangan Doni karena dia masih begitu penasaran.


"Ya begitu," jawab Doni asal membuat Bimo lesu.


"Ayolah Don, cepat ceritakan. Kamu mau lihat aku gak bisa tidur karena penasaran," grutu Bimo memelas mencoba merayu Doni agar Doni mau menceritakan semuanya.


"Sepertinya aku harus pindah kamar," guman Doni dalam hati.


Doni menghela nafas panjang, mau tak mau dia harus menceritakan semuanya agar Bimo tidak meneror dirinya terus menerus.


"Eh ya Don, tuh perempuan cantik tidak?" Tanya Bimo seperti ibu-ibu rempong.


"Cantik," jawab Doni singkat.


"Bagaimana wujudnya, ah maksud ku bagaimana bentuk tubuhnya, masih muda atau kelihatan sudah tua wajahnya seperti tante-tante maklum kan setelah melahirkan bentuk tubuh dan wajah perempuan ada yang berubah," tanya Bimo bertubi-tubi membuat Doni memijit pelipisnya karena pusing dengan ocehan Bimo yang seperti burung beo.


"Cantik masih muda tidak kelihatan sudah punya anak, puas," jawab Doni kesal karena pertanyaan Bimo yang tak ada habisnya itu.


"Teru tadi bagaimana?" Tanya Bimo lagi.


"Entah apa yang di bicarakan kedua saat di dalam minimarket itu karena aku hanya memantau dari jauh, kamu tahu kan kalau tuan muda meminta ku menjaganya namun dari jauh seperti bayangan, kalau terjadi sesuatu yang mencurigakan barulah aku mendekat," kata Doni, Bimo pun mengangguk membenarkan.


"Aku hanya melihat tuan muda keluar sudah memanggul perempuan itu meskipun perempuan itu ku lihat berkali-kali meronta-ronta di gendongan tuan muda namun tuan muda berhasil mengatasinya dan memasukkannya ke dalam mobil," jelas Doni panjang lebar dan Bimo pun mendengarkan dengan begitu antusias.


"Saat sampai di mansion aku terus ke paviliun karena aku yakin tuan muda bisa mengatasinya lagian di sana juga ada Hendra," kata Doni membuat Bimo yang tadi begitu antusias mendengarkan di buat kecewa karena ceritanya cuma sampai di sini saja.


"Ya kok cuma sampai di sini saja sih, aku masih penasaran," rengek Bimo.


"Ck dasar kamu seperti perempuan saja, kalau kamu masih penasaran kamu ke mansion sama pura-pura ngepel lantai atau ngintip sana siapa tahu bisa lihat tuh wanita," kesal Doni lalu meninggalkan Bimo yang semakin manyun bibirnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2