
Pagi hari...
"Hoammm...." Bimo menguap menatap ranjang Doni sudah kosong.
"Kemana dia?" Guman Bimo dengan binggung karena ini masih pagi.
Dengan malas, Bimo berjalan menuju kamar mandi setelah selesai mandi dia bergegas memakai bajunya dan mencari keberadaan Doni.
"Doni...."
"Doni...."
"Doni kamu di mana?..."
Bimo berkali-kali memanggil nama Doni namun tak ada sahutan dari Doni, Bimo pun keluar dari vila yang khusus untuk para bodyguard.
"Hei kamu lihat Doni tidak?" Tanya Bimo kepada seseorang yang dia lewati tadi.
"Oh Doni, tadi aku lihat dia berjalan menuju mansion utama," jawab pria itu.
"Pasti dia sedang bersama tuan muda," guman Bimo di dalam hatinya saat ini.
Bimo pun berjalan menuju ke tempat di mana Doni kemungkinan berada. Bimo menghela nafas lega saat melihat Doni berada di sana, ternyata Doni sedang membantu sang tuan muda, entahlah Doni memeriksa apa karena Bimo bisa lihat tumpukan kertas menguning di depan mereka. Bimo menoleh ke samping ternyata ada juga Tito.
"Hei daripada kamu bengong di sana, kamu kesini dan bantu aku mengecek semuanya," pinta Abraham saat melihat Bimo yang terdiam menatap ke arah mereka.
"Iya Bim, cepat kamu bantu kita," kata Tito.
Bimo pun berjalan mendekat ikut membantu sang tuan muda.
Satu jam berlalu...
Akhirnya semua selesai, Abraham menatap puas ke arah mereka.
"Kalian bisa istirahat, nanti jam setengah 9 kalian ke sini lagi karena aku ingin mengajak kalian pergi ke perusahaan," jelas Abraham.
"Baik tuan muda," jawab mereka serempak dan setelah itu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Di luar mansion...
"Don katanya kamu mau ikut aku," kata Bimo mengingatkan Doni.
"Hah kemana?" Tanya Doni yang lupa dengan janji mereka kemarin.
"Hei kamu lupa ucapan mu kemarin," kata Bimo cemberut.
"Yang mana?" Tanya Doni dengan polos sambil berfikir.
"Ck kamu kan sudah janji mau temenin aku ketemuan dengan cewek yang aku kenal lewat sosmed itu," jelas Bimo membuat Doni seketika ingat.
"Sekarang? Ini masih jam 7," kata Doni sambil melihat jam di pergelangan tangannya cepat.
__ADS_1
"Ya kan kita harus temenin tuan muda nanti jadi aku sengaja ajuin jam janjian kita," jawab Bimo.
"Tetapi..." Protes Doni.
"Ayo jangan banyak alasan, pokoknya kamu harus ikut aku," kata Bimo menarik tangan Doni ke arah vila khusus untuk mereka.
"Hei jangan tarik-tarik," protes Doni.
"Kalau tidak di tarik mungkin kita tidak akan berangkat-berangkat, ayo kamu harus siap-siap," kata Bimo tak melepaskan pegangannya.
Doni hanya bisa pasrah saat Bimo menyeretnya paksa.
Di sinilah mereka saat ini.
Bimo duduk dengan gugup. "Don, bagaimana penampilanku?" Tanya Bimo yang kurang percaya diri, sesekali dia merapikan rambut cepak miliknya meskipun tak merubah apapun karena menang bentuknya seperti itu dan tak bisa di rubah lagi.
"Mau kamu gosok ke kanan dan kiri, tuh rambut tidak akan berubah," kata Doni mengelengkan kepalanya.
"He he he he he, ya kan aku sedang gugup jadi binggung ngapain," jawab Bimo cengengesan.
"Ck mana nih gebetan kamu, sudah 20 menit kita menunggu," kata Doni melirik ke arah jam besar yang terpampang di restoran itu.
"Sabar Napa sih," kata Bimo masih terlihat santai meskipun di dalam hatinya juga ragu apakah perempuan itu jadi datang atau tidak.
Tring... Bunyi ponsel Bimo.
Dengan cepat Bimo membuka ponselnya karena dia berfikir kalau perempuan itu pasti yang mengirim pesan kepadanya. Benar saja saat membuka isi pesan tersebut ternyata benar dari perempuan yang sedari tadi dia tunggu.
Bimo tersenyum lebar saat isi pesan tersebut memberitahu kalau dia sudah sampai dan meminta Bimo menunjukkan di mana meja yang telah dia pesan.
Tak berapa lama.
"Hai..." Kata seorang perempuan berpakaian terbuka dengan bentuk tubuh yang baik gitar Spanyol membuat Bimo terkesima dengan penampilan yang menurutnya sangat enak di pandang itu.
Namun berbeda dengan Doni masih terdiam tak meliriknya karena menurut Doni perempuan itu sepertinya menyembunyikan sesuatu terlihat dari gelagatnya yang aneh.
"Apa benar kamu Bimo? Tanya perempuan itu dengan berbinar-binar cerah.
"Iya, benar," jawab Bimo dengan malu-malu.
"Ayo silahkan duduk, kamu sendirian?" Tanya Bimo.
"Iya," jawab perempuan itu malu-malu.
Perempuan itu sesekali mencuri pandang ke arah Bimo. "Duh ganteng banget sih," batin perempuan itu dengan senang.
"Kamu mau pesan apa?" Tanya Bimo malu-malu membuat Doni memutar matanya malas.
"Mmm nasi goreng seafood sama jus jeruk saja," jawabnya.
"Aku mau keluar dulu ada telephon," kata Doni berpamitan kepada Bimo sambil menunjukkan ponselnya yang menyala.
__ADS_1
"Iya cepat jangan lama-lama," kata Bimo.
"Hmmm...."
Setelah itu Doni keluar meninggalkan Bimo berdua dengan perempuan tadi.
"Apa kamu tidak gerah ya, kok masker kamu masih di pakai," kata Bimo menatap perempuan yang terlihat cantik dengan mata besar dan bulu mata anti badainya itu.
"Tidak apa-apa," jawab perempuan itu gugup.
Keduanya pun mengobrol agar lebih dekat dan mengurangi kegugupannya.
Tak lama pesanan mereka datang, Bimo binggung kenapa Doni begitu lama karena dia sangat gugup berhadapan dengan perempuan di depannya.
"Mari makan," ajak Bimo.
Dengan terpaksa perempuan membuka masker dan menyuapkan nasi goreng itu ke mulutnya. Bimo tak memperhatikan dia masih menunduk menyuapkan nasi dengan rendang ke mulutnya.
"Emm nasi gorengnya enak ya," ceplos perempuan itu.
Bimo pun menimpalinya. "Iya memang di sini makanannya e-e- nak," jawab Bimo tercengang melihat sesuatu yang membuatnya geli.
G L E E K.... Bimo ingin rasanya cepat pergi dari sana.
"Boleh tidak aku nambah," tanya perempuan itu dengan antusias dan melupakan sesuatu.
"Bo-bo-leh kok," jawab Bimo gugup.
"Sorry Bim lama," kata Doni yang baru masuk.
Doni menoleh ke arah perempuan tadi, dia melotot dan mencoba menahan sesuatu.
"Oh ya Don, kebetulan kamu sudah datang. Kita harus segera pergi, kamu lupa kalau tuan muda meminta kita berdua menemaninya ke perusahaan," kata Bimo sambil memberi kode dengan mengedipkan matanya ke arah Doni.
Perempuan itu terlihat seperti kecewa mendengar ucapan Bimo.
"Oh iya ya, kenapa aku bisa lupa. Kamu bisa di sini saja menemani teman kamu ini biar aku yang mengawal tuan muda," justru jawaban Doni berbanding terbalik dengan kode Bimo.
"Kalian makan saja dengan tenang," kata Doni sebelum dia melesat pergi meninggalkan Bimo.
"Don..."
"Doni...."
Doni tak menggubris teriakan Bimo yang memanggilnya.
Di luar restoran....
"Ha ha ha ha ha ha ha," Doni tertawa mengingat wajah Bimo yang sepertinya bersedih.
"Ternyata Bimo selama ini di tipu. Ha ha ha ha ha ha," kata Doni masih tak berhenti menertawakan Bimo.
__ADS_1
Memang wanita tadi terlihat cantik dan seksi karena perempuan itu dengan pintarnya menyembunyikan wajahnya dengan masker dan ternyata wajahnya berbeda dari foto yang di terima Bimo.
Bersambung....