Suamiku Bodyguard Buruk Rupa

Suamiku Bodyguard Buruk Rupa
30. Kemarahan tuan muda


__ADS_3

Benar saja firasat Doni tak pernah salah.


Pagi ini....


Drttttt....


Dengan malas Doni mengambil ponsel yang terletak di meja di samping tempat tidur.


"Halo...." Jawab Doni dengan mata masih terpejam dan suara serak khas bangun tidur.


"Cepat kamu ke sini," perintah dari orang di sebrang telephon.


"Baik tuan muda," jawab Doni kaget, dia langsung duduk dengan cepat saat tahu kalau itu adalah suara dari tuan mudanya.


Tut.... Panggilan itu terputus secara sepihak.


"Pasti ada yang tak beres," guman Doni bergegas menuju kamar mandi namun bukan mandi cuma membasuh wajahnya saja dan menggosok gigi nya.


Jangan bilang Doni jorok, bahkan Doni pernah 2 hari tidak mandi karena terdesak, mengamankan sang tuan muda dari pesaingnya yang ingin mencelakai tuan muda sehingga Doni tak beranjak semenit pun untuk meninggalkan tuan muda sekedar mandi karena pembunuh bayaran mengintai menunggu kelengahan darinya.


Kembali saat ini....


Doni sudah memakai baju hitam seperti biasa tak lupa menyemprotkan parfum takutnya ada bau tak sedap menguat dari tubuhnya.


Tap tap tap tap tap tap.... Doni bergegas berlari menuju ke arah kamar hotel yang di tempati tuan mudanya.


Tok tok tok tok tok tok... Doni mengetuk pintu .


"Tuan muda," sapa Doni dari luar, namun terdengar suara seperti benda 0ecah di dalam kamar.


Pyarrrr....


"Hah suara apa itu," batin Doni bertanya-tanya.


Doni menyergit dengan penasaran, namun tak lama terdengar suara dari dalam.


"Masuk...." Titah Abraham.

__ADS_1


Doni pun masuk, namun dia melihat keberadaan Hendra di sana dengan kepala menunduk.


Abraham memberi kode untuk Doni agar dia berdiri di sana, karena sang tuan muda masih berbicara dengan Hendra sang asisten entah apa yang terjadi kali ini.


"Jadi kamu menculik anak orang. Hah... Cepat katakan," kata sang tuan muda membuat Doni memilih diam dan menunduk mendengarkan pembicaraan keduanya yang aneh. Doni masih menyimak mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sampai tuan mudanya itu begitu marah besar. Namun mendengar ucapan tuan mudanya membuat Doni terbelalak kaget, karena bisa-bisanya Hendra menculik wanita.


"Pasti ada sesuatu yang tak beres sehingga tuan muda terlihat begitu marah," batin Doni memilih diam mengamati keduanya.


Doni menyergit heran, dia menghela nafas panjang melihat sang tuan mudanya itu sepertinya tengah di landa emosi.


"Se-be-nar-nya...." Hendra pun melanjutkan ucapannya dengan sedikit tergagap atau lebih tepatnya ketakutan.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Apa mungkin wanita yang tadi malam membuat ulah sampai tuan muda begitu marah dan memarahi Hendra. Ck dasar Hendra saja yang tidak bisa di kasih tahu. Sekarang rasakan tuh," batin Doni menatap Hendra sinis.


Hendra melirik Doni meminta bantuan namun Doni melengos wajahnya ke samping begitu malas menolong Hendra.


Doni beralih menatap sang tuan muda , entah apa yang di pikirkan tuan mudanya itu.


Hendra pun berbicara lagi sesuai permintaan dari Abraham. Hendra pun menjelaskan lagi kalau dia tak sengaja melihat perempuan itu sepertinya mabuk dan menarik tangannya menuju kamar tuan mudanya itu karena di kira ada wanita bayaran yang dia pesan.


Doni mendengar itu mengepalkan tangannya, bisa-bisanya Hendra berbuat seperti itu. Doni tak bisa bayangkan nasib perempuan itu.


"Lanjutkan,"


Karena Hendra tak kunjung bicara tuan mudanya itu mengancam asistennya itu dengan memotong gajinya membuat Doni sedikit senang agar Hendra kapok dan tidak berbuat ceroboh lagi kedepannya.


Hendra pun melanjutkan ucapannya dan mengatakan kalau kemarin dia baru ingat ada perempuan dan laki-laki yang seumuran dengan wanita yang di bawanya, mereka juga membawa foto yang persis dengan wanita yang dia bawa dan menanyakan apakah Hendra tahu perempuan itu namun Hendra bukannya menjawab malah memilih pergi.


Hendra juga mengatakan kalau dia kembali ke kamar tuan mudanya untuk memastikan namun kamar itu tertutup dan Hendra memilih berbalik saja tak ingin menganggu tuan mudanya itu.


Brakkkk.... Brakkkk.... Doni berjingkat kaget akibat ulah tuan mudanya yang semakin emosi.


Doni jadi tahu akar permasalahannya dari pembicaraan keduanya, Doni masih menyimak lagi tak ingin menyela.


"Dasar Hendra, tidak punya otak bisa-bisanya dia menghancurkan anak orang," grutu Doni dalam hati nya makin pria yang menunduk ketakutan tak jauh darinya.


Doni hanya menunduk kala Abraham semakin marah dan memaki pria di depannya, tak lupa tuan mudanya itu meminta Hendra mencari wanita tadi malam yang sudah tuan mudanya nodai itu. Tuan mudanya juga memberi hukuman kepada Hendra karena kecerobohannya.

__ADS_1


Sungguh Doni kasihan dengan perempuan tadi bagaimana nasibnya. Doni hanya bisa berdoa semoga perempuan itu tabah dan tak berbuat hal nekat seperti bunuh diri.


Setelah Hendra pergi.


"Kamu dengarkan semuanya jadi kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?" Kata Abraham menatap Doni.


"Saya mengerti tuan," jawab Doni.


"Aku ingin kamu bekerja dengan cepat karena aku takut Hendra tak bisa diandalkan," pinta sang tuan muda membuat Doni paham alasan dia di panggil ke sini.


"Setelah saya tahu apa yang harus saya lakukan tuan?" Tanya Doni ragu.


"Kamu laporkan saja semuanya kepada ku dulu, setelah itu baru saya pikirkan. Oh ya pastikan kejadian tadi malam aman tidak bocor ke media," pinta Abraham.


"Baik tuan saya akan mengurus semuanya dengan cepat," jawab Doni.


"Baik kembalilah ke kamar mu untuk istirahat sebentar karena jam 10 nanti kamu harus mengantar ku ke kantor karena aku ada pertemuan penting," pinta Abraham.


"Baik tuan muda, saya pamit dulu," kata Doni undur diri dari sana.


"Hmmm....."


Setelah itu Doni pergi keluar dari kamar sang tuan muda, dia berpapasan dengan Hendra yang duduk di luar. Dia menatap sinis Hendra.


"Don bantu aku," rengek Hendra.


"Ck aku justru ingin memukul mu karena akibat kecerobohan mu telah membuat masa depan gadis itu hancur," kata Doni dengan marah.


"Ya aku kan tidak tahu," jawab Hendra menunduk karena merasa bersalah.


"Urus sendiri, kemarin aku sudah bilang tetapi kamu tidak menghiraukannya,"


"Semoga kamu cepat bertemu dengan perempuan itu dan meminta maaf," sungut Doni marah meninggalkan Hendra dengan kesedihan.


Hendra menatap Doni dengan raut wajah penyesalan, andai kemarin dia menyadarinya dengan cepat mungkin semua ini tidak akan terjadi.


"Benar kata mu, semoga perempuan itu baik-baik saja dan aku bisa cepat menemukannya untuk meminta maaf karena semua kesalahan ku yang membuat gadis itu hancur," lirih Hendra dengan sedih.

__ADS_1


Tak jauh dari sana, Doni melihat Hendra sedih pun merasa iba. "Ya semoga perempuan itu nanti mau memaafkan mu."


Bersambung....


__ADS_2