Suamiku Bodyguard Buruk Rupa

Suamiku Bodyguard Buruk Rupa
53. Gara-gara mantan


__ADS_3

Mereka berdua turun dari mobil, banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka apalagi tampilan mobil Doni cukup menarik karena mobil Doni terbilang cukup mewah untuk wira-wiri di kampung mereka. Bahkan ada yang mengira itu adalah pejabat daerah atau artis yang tak sengaja lewat.


"Sayang, kenapa mereka melihat kita seperti itu?" Tanya Doni dengan heran saat melihat beberapa orang menatap ke arahnya dengan pandangan aneh.


"Entahlah, aku juga gak tahu," jawab Tina juga merasa heran.


"Ya sudah, ayo masuk saja abaikan tatapan aneh mereka," ajak Doni menarik sang istri berjalan masuk ke dalam pasar sambil memakai kacamata hitam miliknya.


"Mas Doni kenapa pakai kacamata hitam, bukannya tambah gelap ya?" Tanya Tina heran dengan suaminya suka sekali pakai kaca mata hitam ke semua tempat.


"Aku sudah terbiasa jadi kalau tidak pakai kacamata terasa aneh," bohong Doni padahal ini bukan kacamata hitam biasa. Entahlah Doni ingin memakainya di tempat ini, Doni juga awalnya heran dengan keinginannya yang aneh karena tempat ini buat Doni aman tak ada gangguan dari penjahat ataupun musuh-musuhnya saat mengawal sang tuan muda kemanapun berada.


Doni pun mengikuti langkah kaki sang istri, dia dengan setia di belakang sang istri mendengarkan istrinya itu menawar dari barang satu ke barang lainnya, Doni setia menunggu di belakang sambil membawa barang belanjaan sang istri.


"Mas kamu ingin makan ikan, danging ayam, danging sapi atau seafood untuk sore nanti?" Tanya sang istri.


"Aku ingin udang goreng dan ayam bakar," kata Doni mantap membuat istrinya itu tersenyum, Tina berfikir itu mungkin makanan kesukaan sang suami, Tina juga ingat waktu dulu di mansion Doni sering makan ayam saja jadi Tina cuma berfikir kalau suaminya suka ayam goreng.


"Di sana ayamnya segar-segar mbak," kata ibu-ibu yang melayani Tina tadi.


Tina pun mengangguk dan berjalan menghampiri penjual ayam yang tak jauh darinya.


"Mang ayam 4 kilo ya," kata Tina membuat Doni menyergit heran.


"Banyak banget yang?" Tanya Doni penasaran.


"Buat stok besok sekalian, Adit kan doyan banget sama ayam," jawab Tina membuat Doni pun mengerti.


"Tinggal udang nya yang belum," seru Tina dengan semangat.


Setelah membayar ayam tadi, Tina pun clingak-clinguk mencari keberadaan pedagang udang.


"Kita ke sana maa, itu udangnya besar-besaran," tunjuk Tina ke arah penjual udang dan beberapa ikan hasil laut.


"Iya,"


Tina pun tersenyum lebar saat melihat udang itu terlihat segar dan besar-besar.


"Bang udang nya berapa ya sekilo?" Tanya Tina dengan antusias.


"20 mbak," jawab si penjual tanpa melihat ke arah Tina.


"Bang 18 ya, aku beli 2 kilo," kata Tina menawar.

__ADS_1


"Tidak bi....! Tina?" Kata pria itu kaget saat tahu perempuan yang sedang menawar udang adalah Tina mantan kekasihnya dulu.


Hubungan mereka terhalang restu mengingat Tina hanya anak petani biasa sedangkan Tina memutuskan merantau dan pria itu akhirnya menikah dengan wanita di jodohkan dengannya.


"Eh bang Agus," kata Tina meringis tak enak apalagi tiba-tiba hawa di belakangnya menjadi dingin dan membuatnya merinding.


"Tina apa kabar?" Tanya pria yang di panggil bang Agus itu dengan nada antusias.


"Wah Tina terlihat semakin cantik dan bening saja,'' batinnya menatap Tina seperti menatap daging segar.


Doni meremas tangannya melihat reaksi pria di depannya saat bertemu dengan istrinya itu, Doni melotot ke arah pria itu sampai urat-urat di wajahnya terlihat tegang. Namun pria itu tak tahu karena tatapannya tertuju ke arah wanita di depannya.


Glek


"Gawat gawat, bisa hancur nih pasar diamuk mas Doni secara mas Doni memang pendiam tetapi kalau marah nyeremin, 10 penjahat saja ko di bantai mas Doni," guman Tina di dalam hatinya merasa was-was.


"Ba-ik bang," jawab Tina singkat tak ingin menanyakan kabar sang mantan.


"Siapa?" Bisik Doni dengan suara datar.


Glekk...


"Duh jawab apa nih," batin Tina binggung serba salah, mau jujur takut salah dan kalau tidak jujur terus ketahuan makin gawat.


"Tina kamu ke sini dengan siapa? Oh ya katanya kamu dulu kerja ke kota, kok sudah balik sih? Pasti kangen sama aku ya?" Tanyanya dengan kepo penuh percaya diri.


"Siapa?" Ulang Doni dengan suara serak khas miliknya karena menahan amarah.


"Itu itu...." Tina binggung menjawab apa.


"Siapa sih dia tin? Kok tanya begitu, apa dia tak tahu ya kalau aku mantan kekasih kamu," kata Agus dengan percaya diri.


"Kenalin Agus mantan Tina," kata pria itu justru memperkenalkan dirinya dengan bangga tanpa tahu kalau dia sedang memancing amarah seseorang.


Doni mengepalkan tangannya, ingin rasanya dia menonjok wajah pria yang sok di depannya itu.


"Mas Doni itukan dulu 3 tahun lalu," sahut Tina dengan cepat menjelaskan ke arah Doni agar suaminya itu paham kalau pria di depannya itu cuma masa lalu saja.


"Ck cuma sampah," sinis Doni langsung membuat pria itu tak terima.


"Hei apa yang kau bilang," kesal pria itu tak terima dikatakan sampah.


"Iya kan mantan itu di tempat sampah," ejek Doni.

__ADS_1


"Tina, siapa sih pria itu sok keren? Di pasar pake kacamata hitam buat apa keren, cih," kata pria bernama Agus memancing amarah Doni.


Melihat sang istri yang sepertinya engan memperkenalkan Doni sebagai suaminya, Doni sedikit kecewa.


"Ayo pergi," ajak Doni menarik tangan sang istri dengan kuat.


"Tetapi kita belum beli udangnya," protes Tina.


"Nanti ku belikan sekalian sama tambaknya," sahut Doni dengan kesal berfikir istrinya itu masih ingin berlama-lama bertemu mantan.


"Tetapi mas?" Protes Tina.


"Oh apa kamu masih belum puas menatap MANTAN," kata Doni penuh penekanan.


Glekk....


"Duh serem banget suamiku kalau mode datar begini," guman Tina di dalam hati merasa sedikit takut.


"Bukan tetapi...."


"Tetapi apa? Hah..."


"Itu..."


"Apa sih itu itu, balik sana temuin dia," kata Doni mode marah langsung melepaskan tangan sang istri.


Grepp


Tina memeluk sang suami tak ingin melepaskannya.


"Sandal ku ketinggalan satu," kata Tina membuat Doni langsung melihat ke bawah dan benar saja ternyata istrinya hanya membawa satu sandal saja.


"Aku balik ya ambil lagi satunya," bujuk Tina.


"Tidak perlu, nanti beli di depan saja sekalian buang tuh yang satunya biar gak malu," kata Doni menahan tawa, istrinya itu terlihat begitu lucu.


"Terus nanti jadi beli udang sama tambaknya," goda Tina saat tahu suaminya itu seperti sudah tak marah.


"Kalau kamu mau juga boleh," sahut Doni asal.


Keduanya pun bergandengan tangan meninggalkan pria yang berteriak-teriak memanggil nama istrinya itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2