Suamiku Bodyguard Buruk Rupa

Suamiku Bodyguard Buruk Rupa
31. Tuan muda ngidam? Aku yang pusing


__ADS_3

Akhirnya Doni mendapatkan alamat perempuan itu namun karena kesibukan sang tuan muda membuat dirinya tak bisa untuk segera bertemu dengan perempuan itu, Abraham harus menyelesaikan urusannya terlebih dahulu, Abraham berfikir perempuan itu tidak akan pergi kemanapun namun semua itu salah. Ternyata perempuan itu di usir dari kampungnya dan saat Abraham baru kembali dari luar negeri Doni memberitahu semuanya, Abraham geram dia langsung meminta Doni dan Hendra menghancurkan kampung itu.


Doni menghela nafas panjang, ini bukan salahnya karena ini semua salah mereka sendiri yang dengan kejam mengusir perempuan yang menyedihkan itu, harusnya mereka iba dan membantunya bukan malah mengusirnya dengan kejam sehingga ayahnya sampai meninggal dunia. Sehingga membuat tuan mudanya itu murka dan menghancurkan kampung itu.


Doni juga tak luput dari amukan tuan muda, bagaimana dia bisa kecolongan seperti itu dan sekarang Doni kehilangan jejak perempuan malang itu. Doni di buat pusing bagaimana tidak mencari satu perempuan saja tak bisa bahkan dia sudah mengobrak-abrik seluruh kita ini dengan mengerahkan seluruh anak buahnya tetapi dia masih belum bisa menemukan wanita itu.


Beberapa bulan berlalu namun tiap Doni tahu keberadaan perempuan itu, pasti saat di telusuri jejaknya sudah menghilang.


"Kenapa Don, muka mu kusut banget," tanya Bimo saat melihat Doni sedang duduk sambil menyesap kopi di depannya dengan keadaan berantakan bagaimana tidak terlihat kantung mata Doni dan rambut Doni yang acak-acakan.


"Pusing aku," keluh Doni.


"Pusing kenapa?" Tanya Bimo.


"Tuan muda semakin aneh, masa tadi malam dia minta belikan rujak buah dan harus ada mangga nya, aneh gak tuh mana mangga nya tadi malam habis dan ku cari kemana-mana juga habis lagi, jadi terpaksa aku harus ambil mangga di depan rumah kosong itu," grutu Doni mengingat kejadian tadi malam.


"Hebat kamu," kata Bimo mengacungi jempolnya.


"Hebat apanya, ngenes iya," jawab Doni.


"Ya hebat, kan rumah kosong itu terkenal angker ," kata Bimo dengan raut bangga.


"Halaaa angker apanya, lha di sana cuma ada orang gila, sepertinya sih perempuan terus dia narik-narik celana ku saat naik jadi ku kasih uang 10 ribu tetapi dia gak mau, eh pas aku turun perempuan itu kaget mungkin wajah ku jelek banget sampai dia tiba-tiba hilang, entah kabur kemana tuh wanita gila," kata Doni mengingat kejadian malam itu.


"Hah perempuan gila? Hiiih serem.... Jangan-jangan itu mbak Kunti," seru Bimo dengan bergidik ngeri.


"Ck kamu jangan nakut-nakutin aku dong," protes Doni yang bulu kuduk nya ikut berdiri.


"Hus sana jauh-jauh nanti aku ikut sial dan di hantui tuh mbak Kunti padahal kan yang nyuri mangga nya itu kamu bukan aku," kata Bimo menjauh beberapa langkah dari Doni.


"Ck apaan sih, mana ada begitu, lagian tuh rumah kosong kan punya pak RT dan aku sudah ijin jadi jangan salahkan aku," protes Doni tak terima.


"Kamu cepetan mandi kembang sana," usul Bimo.

__ADS_1


"Nanti, aku mau minum kopi dulu, ngantuk," tolak Doni.


"Oh ya Don, jangan-jangan tuan muda hamil kan seperti orang ngidam," kata Bimo dengan polosnya seperti berfikir.


"Dasar aneh, mana ada pria bisa hamil," kata Doni memukul pundak Bimo kesal.


"Ya kan siapa tahu tuan muda hamil, kan tetangga ku dulu juga gitu waktu hamil," jawab Bimo.


"Bukan tuan muda yang hamil tetapi tuh perempuan yang di cari tuan muda," jelas Doni.


"Jadi dia bawa kabur benih tuan muda dong," kata Bimo kaget.


"Haisssss kemana saja kamu, masa dari kemarin-kemarin kamu lihat aku kelimpungan mencari perempuan itu tidak tahu kalau dia hamil sih," kata Doni kesal.


"Ya kan mana ku tahu, aku kan sibuk ngurus mansion apalagi banyak penyusup yang sengaja memata-matai perusahaan dan mansion," keluh Bimo.


"Eh kenapa tuan muda tidak masukin aja pengumuman di media masa dan elektronik dan kasih tuh foto cewek," kata Bimo dengan entengnya.


"Iya terus musuh tuan muda tahu dan bisa-bisa tuh perempuan bukannya segera bertemu dengan tuan muda tetapi bertemu dengan musuh-musuh tuan muda langsung di...." Kata Doni diakhiri dengan gerakan tangan seperti memotong leher (meninggal).


"Makanya kamu bantu aku, pusing aku ngurus tuan muda sambil mencari perempuan itu," grutu Doni.


"Bukannya si Hendra sudah membantu mu ya," kata Bimo yang ingat kalau asisten tuan mudanya itu juga di tugaskan untuk mencari keberadaan perempuan itu.


"Dia sibuk ngurus perusahaan apalagi kondisi tuan muda yang cepat emosi buat kita berdua semakin stres saja," jelas Doni.


"Mana fotonya biar ku bantu cari," pinta Bimo.


"Tidak ada," jawab Doni membuat Bimo menganga tak percaya.


"Bagaimana kita bisa ketemu kalau fotonya saja gak ada," grutu Bimo.


"Sebenarnya sih ada cuma fotonya buram karena kita mengambilnya dari rekaman cctv hotel waktu itu dan aku juga sempat mencari fotonya di sosmed atau rumahnya tetapi nihil tidak ada," keluh Doni.

__ADS_1


"Ya sudahlah, burem gak apa-apa yang penting ada daripada tidak ada sama sekali seperti mencari jarum di lautan," kata Bimo.


"Hei... Bukannya laut tetapi jerami," kata Doni membenarkan ucapan Bimo yang melenceng itu.


"Ya sama saja, beda tipis," jawab Bimo enteng.


"Ah sudahlah aku mau mandi dulu," kata Doni beranjak dari sana daripada dia semakin pusing mengobrol dengan Bimo yang sepertinya tak ada habisnya.


"Lha kok aku di tinggal sendirian, hei Don," kata Bimo melihat Doni beranjak pergi.


"Tadi nyuruh aku mandi kembang, kamu carikan kembang nya cepat," sahut Doni membuat Bimo melotot.


"Kok aku sih," protes Bimo tak terima.


"Ya kan tadi kamu yang ngusulin," kata Doni membuat Bimo terbelalak kaget.


Doni bergegas menuju kamarnya, sebenarnya dia hanya bercanda saja tidak serius meminta Bimo mencarikan dia kembang yang di maksud Bimo tadi.


"Dasar mulut lemes, tahu gitu aku tidak mengusulkan dia agar mandi kembang," grutu Bimo memukul bibirnya karena kesal sendiri.


Bimo pun berdiri dengan wajah di tekuk. "Oh ya di taman kan banyak ngapain aku pusing-pusing nyari," katanya berbinar.


Bimo pun berjalan menuju taman dan kebetulan bunga di sana banyak yang mekar membuat Bimo tersenyum senang, dia pun meminta plastik kecil kepada tukang kebun dan mengambil satu persatu bunda di taman itu. Tukang kebun binggung dan memilih diam saja tak mau ikut campur urusan bimo itu.


Setelah semua selesai, Bimo menuju ke kamar Doni namun Bimo harus cemberut saat tahu Doni telah selesai mandi dan berganti baju.


"Kenapa?" Tanya Doni saat melihat wajah Bimo di tekuk.


"Aku tadi mau ngasih ini tetapi kamu sudah selesai mandi jadi sia-sia saja aku capek-capek metik semua ini," keluh Bimo.


"Ya mana ku tahu kalau kamu benar-benar mau ngasih aku kembang," kata Doni.


"Nih..." kata Bimo menaruh bungkusan berisi bunga itu di meja tak jauh dari sana dan segera pergi meninggalkan Doni dengan wajah cemberut.

__ADS_1


"Ck dasar tukang ngambek, seperti perempuan saja," guman Doni saat melihat Bimo keluar dengan wajah di tekuk itu.


Bersambung.....


__ADS_2