Suamiku Bodyguard Buruk Rupa

Suamiku Bodyguard Buruk Rupa
58. Misi mencari penghianat


__ADS_3

Keesokan harinya.


Dengan malas Tina membuka matanya yang masih terasa berat itu, dia pun menggeliat dan tangannya langsung meraba ke samping , ahh Tina baru ingat kalau suaminya itu sedang tidak ada di sini tiba-tiba perasaannya menjadi hampa. Karena beberapa hari ini dia sudah nyaman tidur di temani suami di sampingnya.


"Hoamm...."


Tina menguap, dia langsung bangun dan mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu. Dengan menahan rasa kantuk dia pun keluar dari kamar sambil membawa handuk yang di sampirkan di pundaknya.


"Ayo nak cepat mandi, kita sholat bersama sekalian," kata bapak saat melihat anaknya itu baru keluar kamar.


"Iya pak," sahut Tina pelan.


"Ayo mbak cepat, Adit tungguin," kata sang adik berteriak dari arah belakang rumah. Lebih tepatnya saat ini Adit baru selesai mandi dan masih ada di belakang. Adit pun duduk menunggu takutnya kakaknya itu tak berani karena langit masih terlihat gelap.


Tina pun bergegas ke kamar mandi, dia pun mandi dengan cepat bukan karena dia takut namun air itu begitu dingin membuat dia mengingil kedinginan.


"Sudah mbak, kok cepat?" Tanya Adit saat melihat Tina sudah keluar padahal baru 5 menit kakaknya itu masuk.


"Iya dit, dingin banget mbak gak kuat,'' sahut Tina merapatkan kedua tangannya di depan dada menahan rasa dingin yang begitu menusuk tulang.


"Ayo mbak," ajak Adit masuk tak tega melihat kakak perempuannya itu kedinginan.


Tina segera masuk dan menuju tempat yang biasanya mereka gunakan untuk sholat bersama. Di sana sudah ada bapak dan ibu yang menunggu mereka berdua.


Tina pun dengan cepat memakai mukena dan sholat bersama mereka.


SEDANGKAN DI TEMPAT BERBEDA....


Doni sudah sampai di rumah dokter Rian.


Doni sudah sampai rumah sekitar pukul 2 dini hari, Doni pun langsung tidur memanfaaatkan waktu sesingkat itu untuk beristirahat karena pagi hari sekali sekitar jam 5 Doni harus sudah berada di kediaman dokter Rian.


Di sinilah Doni saat ini, di rumah dokter Rian.


"Hei Don, mau makan apa?" Tawar dokter Rian saat melihat Doni sudah sudah berada di depan teras rumahnya.

__ADS_1


"Tidak, ini masih terlalu pagi untuk makan," jawab Doni datar.


"Masuk saja, Hendra, Gre dan Bimo sudah berada di tempat biasanya," kata dokter Rian menjelaskan.


Doni pun mengangguk mengerti, dia segera pergi ke tempat yang dimaksud Dokter Rian saat ini.


"Hai Don, ku kira kamu tidak ikut operasi kali ini," kata Gre menyodorkan minuman kaleng ke arah Doni.


"Tuan muda sendiri yang menghubungiku jadi mana mungkin aku bisa menolak," sahut Doni langsung mendaratkan diri di sofa dekat Bimo.


"Bim kalau kamu ikut misi kita kali ini, siapa yang akan menjaga keamanan mansion?" Tanya Doni saat melihat Bimo yang sedang sibuk membuka peta dan mencari strategi yang akan mereka gunakan nantinya.


"Oh ada Mark dan Reza di sana, tenang saja paling misi kita cuma seminggu," sahut Bimo dengan tenang.


"Kapan kita berangkat ke sana?" Tanya Doni memastikan.


"Itu sih tergantung dokter cabul itu," sahut Bimo melirik ke arah dokter Rian.


"Hei enak saja bilang aku dokter cabul," sahut dokter Rian tak terima.


"Kamu ikut Hen?" Tanya Doni yang masih belum sepenuhnya tahu apapun itu.


"Tidak, aku cuma ingin memberikan ini kepada kalian berempat," kata Hendra memberikan 4 senjata api dan 2 belati kecil kepada mereka masing-masing.


Mereka pun memeriksa dengan teliti senjata yang di berikan Hendra.


"Kalian harus berhati-hati karena pria yang harus kita tangkap ini bukan orang sesederhana yang kita kira, dia sudah mengelapkan dana perusahaan tuan muda yang ada di negara B dan jumlahnya bukan main-main," jelas Hendra dengan sorot mata tajam.


Mereka berempat mengangguk paham.


"Apa dia punya komplotan atau ada seseorang di balik pria itu, mungkin dia hanya di jadikan kambing hitam," tanya Bimo.


"Itu yang harus kalian selidiki dan tuan muda ingin kalian menangkap mereka hidup-hidup meskipun kalian melumpuhkan kaki atau tangannya asalnya dia tetap hidup," kata Hendra membuat semuanya mengangguk paham.


"Misi kali ini jangan sampai bocor karena tuan muda Abraham sedikit curiga ada mata-mata di perusahaan dan markas kita yang ada di sana."

__ADS_1


"Kita bawa pasukan dari sini atau kita mengambil dari markas yang di sana?" Tanya Doni karena tak mungkin mereka bekerja berempat saja mengingat musuh bukan orang sembarangan. Terlihat dari bagaimana rapinya dia mengelapkan dana perusahaan yang begitu besar dan baru ketahuan 3 bulan saat pria itu sudah menghilang.


"Kalian bawa seperlunya saja dan nanti kalian berangkat menggunakan pesawat komersial saja agar tak menimbulkan kecurigaan sehingga orang itu bisa meloloskan diri."


Mereka semuanya mengangguk paham.


"Bagaimana dengan si kembar? Apa mereka tahu?" Tanya Gre.


"Rio dan Tio sudah tahu jadi mereka berdua sekarang mengecek semua cabang perusahaan milik tuan muda, takutnya musuh akan menyerang perusahaan yang lain karena kita fokus di perusahaan yang ada di negara B."


"Gre kamu saja yang bersihkan markas kita di negara B nanti, pastikan semua kecoa itu musnah,'' kata Doni.


"Terus aku tugasnya apa?" Tanya dokter Rian.


"Dokter Rian harus membantu menyelesaikan masalah di perusahaan, di sana kamu harus membantu Mr Sam memulihkan kondisi perusahaan," sahut Hendra.


"Kenapa aku bukannya kamu? Aku ini dokter bukan pengusaha," protes dokter Rian, bagaimana tidak mengapa mereka bertiga enak sedangkan dia harus bergelut dengan tumpukan berkas yang pastinya akan membuatnya pusing.


"Protes saja dengan tuan muda, biar jabatan pimpinan rumah sakit di ganti dengan dokter Aris," jawab Hendra sedikit menggertak membuat dokter Rian langsung terdiam patuh.


"Bimo tugas kamu dan Doni tentunya membawa pria itu secepatnya," kata Hendra mengingatkan.


"Hmmm......"


"Oh ya, ini tiket kalian masing-masing dan kursi penumpang sengaja berbeda. Doni dan dokter Rian kalian berdua berada di kelas bisnis sedangkan Bimo dan Gre kalian berada di kelas ekonomi dan ini untuk kalian saat berada di sana," kata Hendra memberikan tiket dan kartu atm kepada mereka masing-masing untuk di gunakan selama berada di sana.


"Kenapa aku di kelas ekonomi? Kenapa tidak di kelas bisnis semua," tanya Gre binggung.


"Ya untuk berjaga-jaga saja takutnya ada penghianat di sini," jelas Hendra.


"Kita tinggal di mansion tuan muda yang ada di sana atau?....." Tanya Bimo.


"Tuan muda sudah mengatur tempat untuk kalian selama berada di sana, mobil dan semuanya tersedia. Setelah kalian sampai nanti Mr Sam dan Mr Leo akan menjemput kalian."


Mereka pun paham, pembicaraan mereka pun berakhir dan mereka kembali pulang dulu untuk menyiapkan semuanya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2