Suamiku Gila. (Sad Hurt)

Suamiku Gila. (Sad Hurt)
Prolog.


__ADS_3

"Hai gadis gembul! Minta nomor teleponnya dong?"


"Apaan sih, anak baru sok kenal banget!"


Rain yang kala itu tengah memegang ponsel pun menjadi sebuah bomerang. Restu dengan paksa dan tanpa izin telah merampas benda itu dari tangannya.


"Nih! Namanya Mas Ganteng! Nanti malam kita dinner, aku jemput kamu ke rumah ba'da Maghrib," katanya, dengan santai dan melenggang pergi .


________________________


Saat itu gadis gembul bergingsul bernama Loovinka Rain jatuh hati jua dengan kakak kelas tampan bernama Restu Pradiftha. Ah, hanya cinta monyet saja. Jatuh cinta mereka itu lucu, tanpa komunikasi setiap waktu. Hanya sesaat saja jika rindu melanda.


"Kak Restu bisa nggak sih kalau nggak dingin! Disiram pakai kuah bakso, mau?" kata Rain yang sudah geram dengan kejutekan sang pacar.


"Nggak bisa. Ya emang seperti ini adanya. Kenapa? Kamu nggak suka?"


"Nggak sih, biasa aja!"


"Yaudah!"


Sekalinya komunikasi pasti baku hantam antara dua insan. Saat itu adalah tahun 2007. Mereka dulunya juga sempat bertemu yakni saat menduduki bangku menengah SMP. Yang di mana Restu adalah kakak kelasnya sendiri.


18 Maret 2005. SMP Adipura.

__ADS_1


"Anak-anak kelas 7 yang nggak ikut MOS silakan maju ke depan!" kata Restu yang kebetulan menyandang gelar sebagai ketua osis.


Pemuda berkumis tipis serta gingsul yang menawan tampak berdiri di koridor bersama kelima temannya. Yang tengah bergelayut manja di tangan ketos adalah kekasih Restu Pradiftha. Ah, pemandangan absurd.


"Kenapa kamu nggak ikut MOS?" tanya Restu pada Rain kecil.


"Males! Kan, dihukum suruh loncat-loncat macam katak!"


"Kamu berani?"


"Enggak! Kakak aja yang galak!"


Menjadi siswi baru di SMP Adipura memang menyenangkan, tetapi entah mengapa seorang Loovinka Rain terlihat jijik dengan pemandangan Restu serta kekasihnya. Sejoli tersebut memang terkenal dengan keromantisan.


Hari kelulusan tiba. Hingga Rain memutuskan pindah ke SMA Wiratama Mahja. Hampir satu tahun rupanya menjadi sisiwi SMA. Menyenangkan, hingga hari itu sosok ketua osisnya juga melipir ke SMA Wiratama Mahja.


Restu Pradiftha masih menjadi kakak kelasnya saat sekolah menengah atas jua. Restu kelas sebelas, dirinya kelas sepuluh. Lirik-lirik manja rupanya kerap Ia jumpa dari Restu Pradiftha.


Sosok Restu adalah siswa berprestasi kesayangan para gurunya. Ia adalah siswa pandai dengan IQ tinggi serta wajah tampannya. Hari berganti hari, malam merangkak fajar cinta mereka pun bersemi di putih abu-abu jua.


"Kak Restu," sapa Rain.


"Apa!"

__ADS_1


"Pulang sama siapa, Kak?"


"Sama teman. Kenapa?"


"Oh, yaudah nggak apa-apa."


"Kamu balik sama siapa?"


"Gak tau."


"Cepat naik!"


Rain mungkin akan tertawa saat mengingat masa-masa itu. Masa-masa di mana semuanya masih indah sampai keduanya berjanji bersama sampai hari sakral tiba.


Keduanya memutuskan menikah saat hubungannya menginjak tahun ke empat. Menikah dengan orang yang dicinta memanglah sebuah kebahagiaan.


Hari sakral tiba, semua berjalan begitu indah. Hingga memasuki tahun ke dua pernikahan, sosok buah cinta belum hadir jua. Rumah sepi, kengerian-kengerian mulai terasa kala mantan pacar suaminya muncul kembali di tengah-tengah mereka.


Perempuan tersebut adalah wanita yang Rain jumpai saat menginjak bangku menengah pertama. Ya ... sosok yang pernah bergelayut manja pada Restu Pradiftha.


______________


Jika memang zuriat belum layak bagi kami berdua, tolong jangan hadirkan badai di dalam rumah tangga yang kami bina. Ya Allah ... mampukah aku melewati ujian dunia ini? Atau aku harus berhenti dan kembali menata diri.

__ADS_1


Jangan berhenti sampai prolog! Keseruannya ada di bab 10 ke atas. Ayo buruan baca dan rasakan sensasi baperrr, nangis, dan bahagia. Ingat! Jangan lupa vote dan komen


__ADS_2