Suamiku Gila. (Sad Hurt)

Suamiku Gila. (Sad Hurt)
Bab 32. Jadi Bunda untuk Rara.


__ADS_3

Hari ke sepuluh di rumah orang tuanya. Rain tampak bahagia, begitu juga dengan Restu. Rain menangkap banyak perubahan pada diri suaminya. Malam sudah larut, di daerah pedesaan memang sunyi. Rumah orang tuanya sedikit jauh dari jalan raya.


"Tidurlah, Rain. Biar aku yang menunggu Rara."


"Nggak, Mas. Aku nggak ngantuk, kok." Jawabnya, seraya mengusap kumis sang suami yang sudah sedikit menebal.


"Atau, kau mau aku santap?"


"Boleh," jawabnya malu-malu.


*****


Siang itu keluarga kecil mereka tengah bersiap-siap hendak berlibur ke salah satu wisata di daerah Jawa Tengah. Setelah beberapa saat melakukan perjalananb mereka pun sampai jua. Rain dan Restu seperti pasangan muda-mudi yang baru saja mengenal cinta. Pasalnya, Rara diminta oleh orang tuanya. Sepasang sepuh tersebut membiarkan Rain dan Restu bersama lebih lama.


"Rain?"


"Iya, Mas." Jawabnya seraya menoleh ke arah sang suami.


"Kemarilah."


"Nggak mau, ah."


"Rain! Kemarilah. Atau kau mau aku santap di sini?"

__ADS_1


Rain melotot dan sedikit melongo.


"Jangan! Jangan, Mas."


"Yasudah, kemarilah!"


Kemudian Rain melangkah mendekati suaminya. Keduanya sama-sama berdiri dan saling menatap. Tanpa Rain sadariz Restu sudah mendekatkan wajahnya pun menyapukan kumis tebal itu di pipi sang istri.


Belum sempat Ia membalas kejahilan sang suami, Restu pun sudah terlebih dahulu berlari menghampiri Rara kecil.


"Rara, Sayang. Lihatlah, Bundamu nakal sekali."


Rain yang mendengar ucapan suaminya pun langsung berhenti. Air mata bahagia mulai menetes dari kelopak matanya. Tiga tahun sudah Ia menginginkan posisi sebagai ibu. Dan kini, indra pendengarannya tidak salah dengar, Restu baru saja mengajari Rara memangil dirinya dengan sebutan Bunda.


Mereka pun bergegas untuk pulang.


"Mas Restu?"


"Iya, Sayang."


"Aku mencintaimu, Mas," ujarnya seraya tersenyum.


"Aku, Restu Pradiftha, lebih, lebih, dan lebih mencintaimu, Loovinka Rain."

__ADS_1


Restu pun mendekap sang istri dengan penuh kasih.


Senja hari ini berbeda dengan senja lalu. Senja hari ini membawa bahagia yang akan selalu kusimpan di dalam kalbu. Aku sudah lama tak berjumpa dengan senja, duduk menyaksikannya bersama orang yang aku cinta.


Aku sempat ingin melupakan senja, semenjak luka kemarin lusa. Senja, sampaikan kepada fajar, agar esok, ia membawakanku bahagia yang nyata.


Senja, tetaplah berwarna kemerah-merahan, dan tetaplah di ufuk sana. Aku masih ingin menyaksikanmu, tanpa luka dan air mata. Senja, jangan kecewakan ribuan pasang mata yang sedang menikmati indahmu. Aku tahu, senja selalu mengisyaratkan bahwa bahagia itu semu, tapi aku ingin, cinta yang kami padu, bisa tetap bersama sampai akhir waktu.


-Loovinka Rain, Jawa Tengah, 2013-


Mungkin aku harus berjalan ratusan kilometer di gurun pasir sana. Agar kamu tahu, jika aku akan kesakitan jika kehilangan raga pun, jiwamu.


-Restu Pradiftha, Jawa Tengah, 2013-



Syafakaallah artinya semoga allah mengobati (Terjemahan bahasa arab)



________


Alhamdulillah. Ucap syukur aku haturkan kepada Allah ta'ala. Dalam keadaan sakit sekalipun, aku masih diberikan kesempatan untuk berkarya. Meskipun karyanya Absurd 😂

__ADS_1


Mohon maaf untuk segala kesalahan dalam penulisan, akan segera saya revisi setelah tamat. Dan jangan lupa vote dan komentar ya.


Aku ucapkan terimakasih untuk para pembaca setiaku. Semoga Allah memberkahi hidup kita.


__ADS_2