Suamiku Gila. (Sad Hurt)

Suamiku Gila. (Sad Hurt)
Bab 55. Manusia Purbaku.


__ADS_3

Lampu rumah belum menyala. Hanya teras depan dan lampu jalan saja. Sudah bisa dipastikan jika Abah dan Umminya akan bermalam di Semarang. Rain yang keluar terlebih dahulu pun terlihat tengah membawa tas dan kemeja dokter milik suaminya.


"Cara sedekah yang unik. Aku suka."


Setelah shalat sunah qabliyah, isya dan diakhiri dengan shalat sunah ba'diyah, pasangan suami istri itu mulai merebahkan tubuhnya di kasur. Dengan sesekali bercengkrama dan saling melempar tawa.


Malam yang cerah dengan ditemani oleh ribuan bintang. Sebuah senyum terulas kebahagiaan serta keberhasilan tak pernah sirna dari bibir seseorang yang merasa telah berhasil mendapatkan keinginannya.


"Apa kamu benar-benar sudah move on dari Restu?"


Rain terdiam, mencoba mencerna pertanyaan suaminya. Kemudian Ia berbalik badan sehingga keduanya saling berhadapan. "Benar sekali. Bukankah mencintai suami orang merupakan perkara yang dibenci oleh Allah?"


"Jika mencintaiku? Apakah kamu sudah sepenuh hati?"


Seperti ada yang menahannya agar tidak berbicara. Mulutnya terasa kaku untuk digerakkan. Rain terdiam sesaat dengan keringat yang mulai membasahi tubuhnya. Namun, dering ponsel milik Mario menjadi penyelamat baginya.


"Mamah telepon," lirihnya kepada sang istri.


"Assalamualaikum, Mah."


"Waalaikummussalam. Menantuku tersayang. Bagaimana semalam? Apakah Mario sudah melakukannya dengan benar?"


Pertanyaan Arumi terdengar sederhana, tetapi makna yang terkandung di dalamnya membuat Rain lagi-lagi mengalami blushing. Pasalnya semalam, ah. Sungguh memalukan. Dan lagi, saat ini dirinya tengah mengalami bulanan. Mario yang melihat perubahan pada wajah sang istri pun tertawa terpingkal-pingkal dan mulai berucap kepada Mamahnya.


"Tentu putramu ini sudah melakukan tugasnya dengan baik, Mah. Mamah tenang saja, menantu kesayangmu ini luar biasa."

__ADS_1


"Baiklah. Rain, jika Mario berbuat asusila terhadapmu segera laporkan kepada mamah, ya."


"Baik, Mah."


Rain sudah mulai memejamkan mata setelah percakapan maut dengan mertuanya. Mario bangun sehingga gerakannya membuat sisi ranjang sedikit bergetar. Rain yang belum sepenuhnya tertidur pun menoleh serta perempuan itu kembali dikagetkan dengan pemandangan yang membuatnya melongo.


"Kenapa, Rain? Ada yang salah dengan boxerku?"


"Tidak. Aku- aku akan tidur dulu."


"Tidurlah, selamat malam Meganthropus Palaeojavanicus." Katanya seraya mengecup bibir sang istri.


"Apa? Kamu memanggilku Meganthropus Palaeojavanicus?" sungutnya.


"Kamu menyebalkan, Mario!" Rain yang berpura-pura marah pun dengan cepatnya memunggungi sang suami dan menaikkan selimutnya sampai menutup wajah.


"Kamu lucu sekali membuatku semakin ingin. Sudahlah jangan marah, kamu tidak tahu sakitnya menahan."


Tak ada jawaban, kemungkinan Rain sudah benar-benar berlabu ke pulau kapuknya. Ia pun dengan sangat pelan membuka selimut yang menutupi wajah sang istri. Sebab, di dalam dunia medis tidur dengan menutup wajah sangat tidak dianjurkan. Pasalnya, posisi ini bisa mengakibatkan karbondioksida yang kita keluarkan akan berkumpul di dalam selimut dan meningkat.


Karbondioksida yang dihirup kembali bisa menyebabkan sakit kepala. Pembuluh darah di otak sangat sensitif pada karbondioksida. Jika kadar oksigen menurun, pembuluh darah akan menyempit, dampaknya adalah pembuluh darah halus di otak dan manifestasi gejala yang paling sering adalah lupa. Jika sebagian besar pembuluh darah halus di otak mengalami kerusakan, maka akan mengalami pikun atau demensia, stroke, dan sakit kepala.


"Tidurlah, Rain. Lupakan Restu. Dia memang tampan. Tetapi perihal mencintai dan menghargaimu dia big zero."


__ADS_1



No problem, Baby Adalah terjemahan dari bahasa inggris yang berarti "Tidak masalah, Sayang"




Blushing dalam KBBI memiliki arti kemerahan karena malu.




Migrasi dalam KBBI yakni perpindahan penduduk dari satu tempat (negara dan sebagainya) ke tempat (negara dan sebagainya) lain untuk menetap.




Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa. Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu.



__ADS_1


__ADS_2