
Menikah mempunyai arti perjanjian atau perkawinan. Menikah juga diartikan sebagai akad atau perjanjian yang memberi konsekuensi seorang pria dan wanita untuk bergaul secara sah dan menjadi mahram yang kemudian memunculkan hak dan kewajiban. Ada pun ketentuan fikih mengenai pernikahan disebut munakahat.
Pernikahan dikatakan wajib apabila orang yang sudah baligh, sudah memiliki pekerjaan atau penghasilan, belum memiliki pasangan, tetapi memiliki keinginan untuk berhubungan badan yang cukup tinggi atau tidak bisa mengontrol syahwatnya. Maka hukum menikah menjadi wajib baginya. Sebab itu bisa menjadi penghalang zina.
Sedangkan menikah dikatakan sunah apabila orang yang sudah baligh, sudah memiliki pekerjaan atau penghasilan belum memiliki pasangan, tetapi masih dapat mengontrol syahwatnya, maka hukum menikah menjadi sunah baginya.
Dan menikah dikatakan haram apabila seorang laki-laki yang tidak mempunyai pekerjaan atau penghasilan dan tidak mampu memberikan nafkah lahir mau pun batin kepada anak dan istrinya kelak.
"Wahai generasi muda, barang siapa diantara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara ********. Barang siapa belum mampu hendaknya berpuasa sebab dapat mengendalikanmu." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)
Sama halnya dengan yang akan dilakoni oleh Rain serta Mario. Setelah beberapa hari yang lalu memberikan jawaban kepadanya, tepat hari itu mereka akan melangsungkan resepsi pernikahan di kediaman Abah dan Umminya, di daerah Jawa Tengah.
Sesuai dengan perjanjian awal, Rain hanya meminta mahar berupa surat Ar-Rahman dan surat Al-Mulk. Tidak dengan pesta tiga hari tiga malam, atau pesta besar-besaran. Rain hanya meminta akad nikah biasa yang kemudian disusul dengan walimatul'ursy.
"Sebaik-baik wanita ialah yang paling murah maharnya.''(HR. Ahmad, ibnu Hibban, Hakim & Baihaqi)
__ADS_1
Rumah besar milik orang tua Rain kini mulai dipadati oleh beberapa kerabatnya dan juga beberapa kerabat Mario. Terlihat dari kejauhan Arumi juga hadir dalam acara pernikahan anak tunggalnya.
Ibu satu anak tersebut terlihat tengah mengenakan gamis monalisa dengan jilbab berwarna dusty pink. Sepertinya Arumi juga memutuskan untuk menjadi mualaf.
"Aduh, calon menantu cantiknya. Ummi Niar, terima kasih sudah melahirkan perempuan secantik ini. Mario pasti bahagia sekali bisa menikah dengan Rain."
"Bismillahirahmannirahim. Saya terima nikahnya Loovinka Rain binti Muhammad Ruslan Syaifullah dengan mahar berupa surat Ar-Rahman dan surat Al-mulk yang telah disepakati dan saya ikhlas dengan hal itu semoga Allah selalu memberikan anugerah."
"Sah, Pak penghulu, sah!"
Saat membacakan surah Ar-Rahman, suasan menjadi haru. Bayangkan saja seorang mualaf membaca ayat suci Al-Quran dengan tartil dan suaranya mengalun indah bagaikan simfoni.
Tidak hanya Rain yang dibuat menangis dengan suara Mario. Beberapa orang yang ada di situ juga sempat menitikan air mata. Sesaat kemudian, Mario dan Rain saling bersalaman lalu diakhiri dengan adegan Mario yang mencium kening istrinya.
"Aku bahagia bisa menikah denganmu. Jika nanti aku menjadi suami yang lalai, maka tolong tegurlah aku. Ana uhibbuki fillah, Rain."
__ADS_1
Rain tidak menjawab perkataan Mario. Perempuan itu benar-benar tersanjung dengan semua perlakuan seseorang yang baru saja resmi menjadi suaminya. Rain juga sudah benar-benar yakin dengan Mario, sebab dua kali berturut-turut melaksanakan istikharakh jawabannya mengarah pada Mario.
Mungkin benar apa yang dikatakan Umminya tempo lalu. Saat Allah mengambil sesuatu darimu itu merupakan caranya untuk menjauhkanmu dari yang buruk. Lalu menggantikannya dengan yang lebih baik.
"Selamat untuk kalian. Semoga pilihan kamu menjadi yang terbaik, Rain. Aku titip Rain, ya, Yo," kata Restu lirih seraya melirik Mario.
"Titip? Kamu kira Rain apaan! Dia sekarang istriku dan aku sudah tahu apa saja tugas seorang suami!"
"Terima kasih, Mas Restu. Semoga doamu diijabahi Allah. Mas Restu sudah sejak kapan di sini?"
"Sejak acara ijab qabul."
"Ternyata menyakitkan, ya, Rain. Saat secara langsung menyaksikan orang yang dicintai resmi menjadi milik orang lain."
"Itulah yang aku rasakan saat melihat suamiku mengucapkan ijab qabul untuk meminang wanita lain. Perihnya sungguh luar biasa, Mas."
__ADS_1