Suamiku Gila. (Sad Hurt)

Suamiku Gila. (Sad Hurt)
Bab 41. Cemburu.


__ADS_3

Duduk di area taman kota adalah rutinitas baru dirinya. Setelah olahraga pagi, Ia akan menyempatkan diri mengunjungi taman kota. Duduk sendiri ditemani oleh ribuan tanaman yang menyejukkan mata.


"Assalamualaikum. Bengong lagi. Hidpumu akan sia-sia jika hanya dihabiskan untuk memikirkan masalalu." Mario yang baru saja datang pun segera memberikan petuah-petuahnya kepada Rain.


"Waalaikummussalam. Kamu ngapain sih di sini?" sungutnya kesal.


"Nggak sekalian saja semua pengunjung yang ada di sini kamu tanyain! Kamu mah aneh deh, Rain. Jelas-jelas ini tempat umum, jadi kalau aku kemari ya aku mau lihat, apa coba?"


"Lihat, bunga," jawabnya asal yang semata-mata hanya ingin menyenangkan hati Mario.


"Salah besar Nyonya Galend!"


Nyonya Galend? batinnya. Merasa risih dengan kehadiran Mario, Rain pun memilih meninggalkan lelaki itu. Ia masih belum siap jika harus menerima kehadiran lelaki baru di hatinya. Mungkin saat ini masih Restu yang tetap Ia cinta. Namu dengan sigap Mario mencekal lengan kiri Rain, dan tersenyum semanis mungkin.


"Jangan suka meninggalkan seseorang secara tiba-tiba. Karena itu sakit."


Rain pun berbalik badan, keduanya  saling bersitatap, tampak kikuk. Rain hanya diam, sedangkan Mario, lelaki itu menyungkingkan senyum simpulnya.


"Nggak usah terlalu dipikirin. Yuk ke sekolah Rara."


Rain dan Mario sudah sampai di halaman sekolah Rara. Bola matanya Ia gunakan untuk menyusuri penjuru sekolahan tersebut. Dari kejauhan tampak gadis kecil tengah duduk sendiri di ayunan bawah pohon.


"Assalamualaikum. Putri bunda kenapa sedih?" katanya dari kejauhan.

__ADS_1


"Waalaikummussalam, Bunda?"


Rara yang menyadari kehadiran Rain pun segera turun dari ayunan tersebut dan menghambur kedalam pelukan ibu tirinya.


"Rara dan daddy rindu sekali dengan, Bunda. Bunda pulang, ya."


Rain tercengang dengan penuturan Rara, benarkah Restu merindukannya? Namun dengan secepat mungkin Ia menepis pikiran tersebut.


"Rara sudah makan?"


"Belum, Rara puasa, Bunda."


Kemudian Mario menyahut percakapan kedua perempuan di hadapannya, "Yasudah, nanti kita buka bersama ya, Ra."


"Rara mau buka puasa pakai apa?" tanyanya lagi seraya melepas jas hitam yang membalut tubuh atletisnya.


Rain hanya memberikan anggukan kepada gadis kecil tersebut. Dan percakapan mereka pun harus berakhir karena bel sudah berbunyi. Mario dan Rain pun mau tak mau harus menunggu sampai Rara pulang. Keduanya duduk di dalam mobil tanpa percakapan apa pun.


"Halo. Assalamualaikum."


"Waalaikum'musssalam, Rain? Ada apa?"


"Hari ini aku izin untuk membawa rara jalan-jalan."

__ADS_1


"Dengan siapa, Rain?"


"Aku dan Mario saja."


"Mario, ya ... baiklah. Kalian hati-hati."


______________________


Rara yang sesekali menyuapi Rain, pun dengan Mario yang begitu perhatian pada Rara. Sunggu, hal ini mampu membuat Rain sedikit melupakan masalahnya.


"Om Rio, Bunda. Rara boleh nggak bungkus nasi goreng satu lagi untuk daddy. Kasihan daddy, Bunda. Mommy nggak pernah masak dan bibi sudah tidak di rumah kita lagi," ungkap Rara dengan wajah cemberut.


Rasa iba mulai menyelimuti perasaan Rain. Jika terus-terusan seperti itu apakah dirinya bisa melupakan Restu? Mario yang menyadari perubahan pada mimik wajah Rain pun segera menggenggam dan mengusap tangan kanan milik orang terkasihnya.


"Kamu pasti bisa," lirihnya setengah berbisik.


_______________


Setelah berada di rumah, Rara segera menemui Restu. Gadis kecil itu sontak memeluk Restu dengan begitu erat. Senyum bahagia masih tetap terbingkai di bibirnya.


"Wah! Yang barusan jalan-jalan sama bunda. Senang?"


"Senang, Daddy. Tadi Rara jalan-jalan sama bunda dan om mario. Rara diajak nonton, beli makanan untuk buka puasa dan naik kereta kuda. Ini dari bunda rain untuk Daddy." Gadis kecil tersebut menceritakan pada Ayahnya dengan raut wajah gembira. Lepas itu Ia memberikan dua kotak makanan pada Ayahnya.

__ADS_1


"Daddy, kapan kita jalan-jalan sama bunda?"


Rara berujar seraya menangis dalam pelukan Restu. Bagai tertancap busur panah saat putri kecilnya mengatakan hal itu. Apakah Rain dan Mario semakin dekat. Jika benar, itu semua adalah bencana terbesar.


__ADS_2