Suamiku Gila. (Sad Hurt)

Suamiku Gila. (Sad Hurt)
Bab 45. Layaknya Keluarga Bahagia.


__ADS_3

Dering telepon memecah kesunyian malam. Ia yang merasa kaget pun kontan mengucap istighfar seraya bangkit mengambil benda berbentuk persegi panjang. Sempat gusar ketika mengetahui nama pemanggil tersebut adalah mantan suaminya. Namun, tiba-tiba feeling Rain tertuju pada Rara. Mau tak mau Ia harus menggeser icon panggilan berwarna hijau.


"Assalamualaikum. Ada apa ya, Mas?


"Waalaikummussalam. Rain. Bisa tolong ke rumah nggak? Rara demam, dia juga muntah-muntah dan sejak tadi pagi dia ingin menemuimu."


_____________


Setelah mobil yang dirinya kendarai memasuki pelataran rumah mewah, Ia sudah disamput oleh Restu. Tampak dari kejauhan lelaki tersebut terlihat khawatir. Kemudian keduanya berjalan beriringan menuju kamar Rara.


Benar saja, badan Rara demamnya sangat tinggi. Kemudian Rain yang merasa panik pun kontan segera menghubungi Tante Arumi. Karena dirasa itu merupakan pilihan yang tepat.


"Halo, selamat malam, Tante."


"Ada apa ya, calon menantu?"


"Tante, ramuan untuk demam anak apa, ya?"


"Kamu harus siapkan tujuh siung bawang merah. Lalu kupas, parut, dan campur dengan minyak zaitun atau minyak kayu putih, ya. Setelah itu kamu balurkan ke ubun-ubun sampai seluruh tubuh. Ingat! Jika demam jangan diselimuti, ya. Nanti tambah panas. Kamu mengerti maksud mamah, calon menantu?"

__ADS_1


"Iya, Tante. Terima kasih untuk penjelasannya. Aku tutup dulu teleponnya."


Lepas mengobati Rara sesuai perintah Arumi, Rain ingin secepatnya bergegas pulang. Tetapi tiba-tiba namanya dipanggil oleh Rara. Rara menangis, gadis kecil itu merengek agar Rain menemaninya terlebih dahulu.


"Bunda jangan pulang, ya. Besok Rara ingin sekolah diantar Bunda. Teman-teman Rara setiap hari diantar sama bundanya. Malahan, cika teman Rara setiap hari diantar sama Mamah dan Papahnya. Rara juga mau seperti itu, Bunda."


Gadis kecil itu berceloteh dalam gendongan Rain. Rara terlihat lemas dan pucat, terbukti ketika dia hanya menyandarkan kepalanya pada pundak sang ibu. Restu merasa bersalah ketika mendengar penuturan anaknya. Rain dan Restu hanya saling memandang. Ada rasa tidak rela di hati Rain saat mengetahui jika Rara harus menanggung keegoisan orang tuanya.


"Ok, Sayang. Nanti kalau sudah sembuh bunda pasti bakalan antar Rara ke sekolah. Sekarang tidur dulu ya, Nak."


"Iya, Bunda. Oh iya, Bunda. Kemarin Rara mimpi dikasih cokelat sama om jason. Nanti om jason diajak ke sekolah Rara ya, Bunda."


Saat Ia keluar dari kamar Rara, matanya tak sengaja melihat pertengkaran antar Restu dan juga Keny. Keny yang menyadari kehadiran Rain pun segera menghampirinya dan menarik paksa jilbab lebar milik Rain.


"Dasar pelakor nggak tahu diri! Kamu lupa, kalau kamu itu sudah ditalak oleh Restu! Masih bisa-bisanya menginjakkan kaki di rumah ini. Dasar nggak tahu malu!"


Plak ...


"Jaga lidahmu, Mbak Keny! Apa kau lupa jika kau adalah seorang ****** yang menghancurkan rumah tanggaku dengan Mas Restu? Jika kau tidak ingin melihatku ada di sini, maka jadilah ibu yang baik. Apa perlu aku ajari cara menjadi istri sekaligus ibu yang baik? Jika bukan karena Rara sakit, aku juga tidak sudi menginjakkan kaki di rumah setan ini!"

__ADS_1


Rain yang terkenal lemah lembut pun berubah menjadi bengis dalam sekejap. Tak salah bukan, semut yang kecil jika diinjak pun Ia pasti akan menggigit.


"Kamu berani denganku?"


"Kenapa tidak? Hanya dengan pelakor murahan sepertimu tidak perlu ditakuti!" Sarkasnya.


Kemudian Rain berujar lagi seraya melirik Restu, "Aku pulang dulu, jika demamnya belum mereda, baluri lagi dengan ramuan yang tadi aku buat. Assalamualaikum."


*******


Pagi-pagi sekali sekitar pukul enam, Rara sudah berada di halaman toko milik mantan ibu tirinya. Gadis itu sudah siap dengan seragam sekolah paud pun disertai dengan senyum yang terbingkai di bibir mungilnya.


"Rara, kok sudah di sini. Sama siapa, Nak?"


"Sama Daddy, Bunda." Tudingnya ke arah Restu.


Saat bola mata Rain mengikuti arah telunjuk Rara, terlihat Restu tengah mengenakan t-shirt berwarna putih polos dengan paduan jeans hitam serta gaya rambut undercut. Hal itu menambah ketampanan Restu. Sosok lelaki tersebut tersenyum saat matanya bertemu dengan manik mata milik mantan istrinya.


"Bunda, ayo antar rara ke sekolah. Kan, Rara sudah tiga hari nggak sekolah."

__ADS_1


__ADS_2