Suamiku Gila. (Sad Hurt)

Suamiku Gila. (Sad Hurt)
Bab 44. Orang Baru Bermata Hazel


__ADS_3

Hari ini Rain akan mengajak Rara ke toko kuenya. Sebab kemarin malam Mario berujar jika Rain akan kedatangan tamu dari Jerman. Setelah sampai, Rain segera menyiapkan makan siang untuk anak mantan suaminya. Meski pun badan dirasa sudah tak kuat lagi.


"Mbak Rain, Om Rio sudah datang, dia tidak sendiri, Mbak." Liza berkata sambil melanjutkan aktivitas menyapunya.


"Iya, Za. Oh, iya. Rara sayang, itu di depan ada Om Rio. Rara ke depan dulu, ya. Nanti bunda nyusul kalau masakannya sudah matang."


Kemudian Rara mendatangi Mario dan salah satu teman prianya. Sekitar sepuluh menit, masakan telah terhidang. Rain pun meminta agar mereka makan siang bersama.


Sesaat setelah makan siang, Mario mulai memperkenalkan pria di sampingnya. Pria dengan balutan slim fit biru dongker. Jika diperhatikan pria itu bukan asli Indonesia. Pria dengan manik mata hazel serta rambut halus yang menghiasi rahangnya.


"Jason, das ist Rain, den ich dir  vorgestellt habe," 


"Hallo, ich bin Loovinka Rain,"  Rain juga terdengar fasih saat memperkenalkan diri dengan menggunakan bahasa Jerman.


"Saya jason, senang bisa melakukan zusammenarbeit  dengan wanita secantik Anda," ucapnya diakhiri senyuman.


"Anda bisa berbahasa indonesia?" tanya Rain dengan alis yang sedikit dikernyitkan.


Kemudian Mario mulai menjelaskan siapa Jason Ternyata Jason adalah orang yang menjalani kerja sama dengan toko kue Rain. Salah satu cafe baru Jason yang berada di Eropa membutuhkan partner kerja yang ahli dalam membuat makanan berbahan dasarkan singkong. Jason pun meminta agar dalam waktu satu minggu ini, Rain membuat tiga makanan yang berbahan dasarkan singkong.


Rara dan Jason terlihat sangat akrab. Mereka juga mempunyai warna mata yang sama, yakni hazel. Rain dan Mario hanya memperhatikan keduanya dengan senyum simpul. Tiba-tiba saat Rain hendak berlalu untuk mengambil cemilan, kakinya tergelintir kontan Ia pun terhuyung ke belakang. Untung saja, Mario dengan sigap menahan tubuh wanita tersebut.


"Tuh, kan jatuh. Itu tandanya kamu butuh penopang hidup, Rain," lirihnya disertai senyuman hangat.


"Apa penantianku selama ini kurang meyakinkanmu, Rain?" timpalnya lagi. Kali ini wajah mereka benar-benar dekat, manik mata yang saling mengunci membuat dada Rain berdetak tak beraturan. 


Ada apa inu, sebelumnya aku tidak pernah merasakan detak jantung seperti ini dengan pria mana pun kecuali Mas Restu. Apakah aku? Astaghfirullahhaladzim.


"Bunda tidak apa-apa, kan?"


Keduanya dikagetkan oleh suara Rara. Rain segera beristighfar memohon ampun kepada Allah, Ia takut jika apa yang baru saja Ia alami menimbulkan zina mata.


*****


Saya terima nikahnya Loovinka Rain binti Muhamad Ruslan Syaifullah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.


"Tidak! Hentikan pernikahan ini, tolong hentikan."


Diperbatasan antara sadar dan terpejam Restu berteriak-teriak bagaikan orang gila. Peluhnya mulai mengucur di kening Restu. Keny yang menyadari hal itu pun segera menepuk pipi sang suami.

__ADS_1


"Hei, darl  bangun. Kau kenapa?"


"Rain tidak boleh menikah dengan Mario. Tidak! Di mana ponselku?" Restu sepertinya baru saja mengalami mimpi buruk. Lelaki itu bangkit dari ranjangnya dan segera meraih benda pipih yang masih tertancap dengan kabel charger.


"Halo, Yordhii. Cepat share contac Mario, Kau pasti punya, kan?"


"Kurang kerjaan banget sih, tengah malam telepon! Memangnya ada apa?"


"Aku tadi mimpi, bahwa mario menikahi Rain. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. Tolong bantu kakak, Yordhii." 


Restu seperti orang yang baru saja berlari sejauh ribuan kilometer di  gurun sahara. Nafasnya terengah-engah dan keringat dingin membasahi piyama tidurnya.


"Huft! Kirain ada apa. Nggak penting banget sih, Kak. Kalau kak rain mau nikah ya itu hak dialah. Ingat! Dulu Kakak yang menalak kak rain, kan! Udahlah aku mau tidur."


Telepon dimatikan sepihak oleh Yordhii. Restu benar-benar frustasi karena mimpi buruk tersebut. Hatinya berkata bahwa Ia harus menghubungi Rain. Tetapi Ia gusar ketika ingin menghubungi mantan istrinya tersebut, Ia malu dengan sendirinya.


Sepertiga malamnya tidak Ia sia-siakan. Restu mengambil wudhu dan menunaikan shalat tahajud. Ingatnnya kembali hadir pada saat-saat dulu Ia masih bersama Rain. Tidak perlu alarm, Rain selalu tepat waktu saat membangunkan Restu untuk shalat. Pernah Ia menolak Rain dengan kata-kata kasar dan hal itu membuat dadanya nyeri. Restu benar-benar merindukan mantan istrinya. 


"Kamu kalau mau sholat ya sholat aja! Nggak usah gangguin aku tidur. Nggak peka banget sih jadi istri."  


Kesalahan terbesar di dalam rumah tangga adalah ketika mengambil keputusan dalam keadaan marah. Riset membuktikan bahwa saat marah otak kita tidak bisa berfikir secara jernih. Maka hasil yang akan didapat juga tidak akan baik.


___________________


"Rara, kamu, kan bisa makan di kantin sekolah. Mommy  buru-buru harus ke Bandara." 


Saat hendak melanjutkan langkahnya, Restu mencekal lengan Keny. Tatapan tajam menusuk manik mata Keny. Keny yang merasa tidak nyaman pun segera melepaskan cekalan suaminya dengan paksa.


"Ada apa sih, darl?"


"Mana tanggung jawab kamu sebagai seorang ibu?"


"Aduh, darl. Rara itu sudah bukan anak kecil lagi. Apa harus, tiap hari aku suapin Rara, mandikan Rara? Dia sudah besar. Punya tangan bisa, kan makan sendiri. Lagian aku sudah memberinya uang lebih untuk jajan di kantin sekolah. Sudahlah, nggak usah mancing emosi. Ribet banget deh kamu ini jadi orang tua! Oh, ya. Aku akan ke Korea untuk pemotretan selama satu minggu, kamu jagain Rara, ya."


"Mommy jahat! Mommy nggak seperti bunda Rain." Rara pun berlari menuju kamarnya seraya menyeka air mata.


"Tuh, lihat! Didikan kamu, gagal!"


*****

__ADS_1


Sebagai seorang Ayah, Pak Diftha tentunya merasa prihatin dengan keadaan anaknya. Namun, semua terjadi juga sebab keegoisan Restu. Lelaki paruh baya tersebut mendekati Restu seraya mengusap pundak anaknya.


"Kamu menyesal? Terlambat, Nak!" celetuknya sambil memunguti puntung rokok yang masih mengepul asapnya.


Lalu Pak Diftha merampas botol vodka yang masih ada di tangan Restu. Tak tanggung-tanggung, Pak Difta juga langsung membanting botol-botol tersebut tepat di hadapan Restu. Pecahan-pecahan botol berserakan sebagai bukti kemarahannya.


"Kamu pengecut, Restu! Papah telah gagal mendidik kamu."


Restu tidak menanggapi perkataan Papahnya, pria itu beranjak dari kursi dan berjalan menghampiri Pak Diftha.


"Bantu aku mendapatkan Rain lagi, Pah. Aku tidak rela jika dia menikah dengan pria lain."


"Untuk apa? Untuk kamu hancurkan lagi perasaannya? Sudahlah Restu, biarkan rain mendapatkan kebahagiaannya. Pulanglah, papah tidak suka dengan pemandangan seperti ini!" 


_________________




Jason, ini Rain, yang aku kenalkan padamu. (Terjemahan dari bahasa Jerman)




Halo, saya Loovinka Rain. (Terjemahan dari bahasa Jerman)




Kerjasama. (Terjemahan dari bahasa Jerman)




_______________________________________________

__ADS_1


Oke, baru bisa publish hari ini ya, kemarin pc lagi eror. Semoga suka dengan cerita absurdku. Jangan lupa voment, yaaa. Segala kesalahan dalam penulisan akan aku revisi setelah tamat. TBC my readers. 


__ADS_2