
"Mas, besok aku ingin mengadakan syukuran untuk kesembuhanku sekaligus untuk toko kue," ucapnya.
"Boleh. Ide yang bagus. Tetapi kamu jangan banyak gerak dulu, ya. Untuk konsumsi kita dellyvery saja."
"Yasudah deh nggak apa-apa. Kalau begitu, aku kabarin mamah dan ummi dulu, ya."
Restu kini merasa bersalah dan risau.
Dia takut jika perempuan itu hamil.
Masalahnya dia tidak mengingat kejadian apapun sejak terbangun dari tidurnya.
Netranya melirik perempuan yang tengah terpejam, anggun. Terlihat sangat anggun, wajahnya teduh sangat menenangkan.
Tiba-tiba dadanya berdegup cukup kencang. Baru sekarang dia merasakan perasaan sebersalah ini. Semuanya menjadi kacau, apa yang akan dia lakukan setelah ini. Belum lagi, masalah di kantornya.
Dari mana Ia bisa mendapatkan uang satu miliyar dalam jangka waktu tiga hari? Tidak mungkin jika Ia menggunakan tabungannya. Pasalnya, Ia yakin jika tabungannya tidak akan cukup.
Semuanya menjadi kacau setelah kedatangan wanita itu. Pun, adiknya juga mengetahui. Restu menahan napas, mencoba menenangkan dirinya.
*****
"Kalau menantu saya mandul, ya saya minta anak saya untuk menikah lagi," ujar salah satu ibu-ibu.
"Iya benar kata Jeng Wiwin, tetapi syukur deh menantu saya subur. Jadi beberapa bulan setelah menikah mereka sudah mengandung."
"Kalau usul saya sih, Jeng. Coba bersabar dulu dan jangan lupa ikhtiar²."
Ketiga ibu-ibu itu tengah asik bercerita. Ada yang menasehati dan bahkan ada yang terang-terangan menyuruh Mala untuk mencari istri baru untuk Restu.
Mala Rahajeng adalah ibu dari Restu Pradifta dan Yordhii Gautama Pradifta, perempuan itu memang menyayangi Rain seperti putri kandungnya sendiri. Namun, karena sampai sekarang Ia belum juga memberi cucu untuk Mala, dirinya pun menjadi acuh.
*****
"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga, ya, Mas."
"Mas, kok mama belum datang, ya? Coba Mas Restu telepon. Aku takut ada apa-apa."
"Di-rejject, Rain."
"Terus bagaimana ini, Mas. Sebentar lagi acaranya akan dimulai."
"Yasudah kamu jangan panik. Acaranya dimulai saja tidak apa-apa. Kan, nanti mamah sama papah bisa nyusul," titahnya kepada sang istri, lalu dibalas dengan anggukan.
Di sana terlihat seorang pemuda dari pesantren tengah menyampaikan ceramahnya. Pemuda tersebut bernama Ustadz Ikhwal Alfirdaus. Rain memang sengaja mengundang beberapa anak dari pesantren dan juga beberapa anak dari panti asuhan.
"Sesungguhnya, tiap-tiap jiwa yang hidup pasti akan merasakan yang namanya ujian. Jangankan kita, para Rasullulah pun juga demikian. Mereka juga selalu mendapati sebuah ujian.
Para hadirin Rahmatullah³
__ADS_1
Apa pun yang bernamakan ujian di dalam hidup kita, hakekatnya Allah telah menyesuaikan dengan kemampuan makhluk-Nya.
"Allah tidak membebani seseorang, melainkan dengan kesanggupannya." (QS:Al-Baqarah ayat 286)
Jadi maksudnya seperti ini.
Tidak mungkin, kan. Seorang guru TK memberikan soal matematika yang materinya tentang logaritma? Jelas tidak mungkin. Pasalnya, sang guru tahu, jika kemampuan anak didiknya belum mencapai tahap itu. Begitu juga dengan Allah ta'ala.
Bukankan ujian itu diberikan sesuai kelasnya?
Ujian itu ada setiap waktu, bahkan setiap detik. Ujian juga berada di mana-mana. Di sekolah, di rumah, di kantor, di jalan dan di mana-mana.
Saya akan memberikan sample.
Mengenai seorang suami yang selingkuh. Selingkuh karena istrinya jelek, karena istrinya tidak sexy.
Bahhkan, akhir-akhir ini saya sempat mendengar berita, mengenai seorang suami yang selingkuh karena istrinya tidak mau mengenakan baju 'you can see' tahu, kan itu baju apa?
Kalu saya jangan ditanya. Jelas saya tahu. Namun, tidak pernah melihat.
"Dengerin tuh ceramahnya. Bisa-bisa Lo di laknat⁴ sama Allah," ujar Yordhii kepada kakaknya.
Para suami sekarang ini aneh, menurut saya. Memang tidak semua, namun ada sebagian.
Punya istri shalihah, tidak mau. Punya istri yang menutup aurat, dibilang kuper. Istrinya pakai gamis longgar, malah ditinggal selingkuh. Istrinya pakai jilbab besar di sebut ninja.
Lah wong Tarzan kok di jadikan selingkuhan. Na'uzubilahmindzalik.
Semoga kita para zauji dijauhkan dari perbuatan zina. Amin ya rabbal alamin.
Para hadirin Rahmatullah, ada yang ingin di tanyakan,? tanya ustadz tersebut.
Lalu dari kejauhan, tampak perempuan dengan balutan busana muslim berwarna maroon tengah mengangkat tangan kanannya. Pertanda bahwa perempuan itu mempunyai sebuah pertanyaan.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apakah hanya surah Al-Baqarah, yang menjelaskan tentang ujian? Adakah surah Al-Qur'an lain?"
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ada banyak sekali," jawabnya.
"Maka apabila manusia di timpa bahaya, ia akan menyeru kami. Kemudian, apabila kami berikan kepadanya nikamat, dari kami ia akan berkata: "sesungguhnya, aku di beri nikmat itu hanya karena kepintaran ku." Sebenarnya itu adalah ujian. Tetap, kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS:Az-Zumur ayat 49)
Maksud dari ayat tersebut adalah. Sering kali kita lalai terhadap nikmat yang diberikan Allah.
Misalnya seperti ini. Ketika ada tsunami, gunung meletus dan berbagai bencana alam. Siapa yang di sebut pertama kali? Siapa yang di ingat pertama kali? "Allah"
Ada musibah, ada kecelakaan, lagi sakit, yang di sebut siapa? "Allah"
Putus cinta, dikhianati teman. Yang disebut siapa? "Allah"
Tetapi, jika sudah diberikan kebahagian, Allah di lupakan. Allah menjadi nomor terakhir. Allah tidak lagi di sebut-sebut.
__ADS_1
Ibarat kata, seperti kacang lupa kulitnya. Na'uzubilahmindzalik."
"Ada lagi yang ingin ditanyakan?" tanyanya kepada perempuan tadi yang tak lain adalah Loovinka Rain.
"Tidak, Ustadz. Terima kasih untuk penjelasannya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
_________________________
Acara syukuran telah usai. Setelah kepulangan orang tuanya, perempuan tersebut singgah di balkon kamar. Menyaksikan keagungan Sang Pencipta.
Semilir angin yang bertasbih, suara klakson yang terdengar bak irama musik. Dan alunan shalawat yang menenangkan jiwanya.
Halangan (yang menyebabkan seseorang tidak dapat pergi, bekerja, dan sebagainya).
Ikhtiar diambil dari bahasa Arab yakni 'Ikhtaara' yang berarti memilih.
Sedangkan menurut istilah, yakni usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan masa depannya dalam usaha mendapatkan yang terbaik.
Menurut KBBI adalah belas kasih Allah. Namun jika menurut istilah adalah 'Rahmat Allah'.
Dalam KBBI berarti kutukan Allah.
---------
Hallo pembaca setiaku. Di mana pun kalian berada. Terima kasih sudah mampir di part ini. Mohon selalu kasih vote dan komentar ya. Supaya author semangat ngetiknya. Untuk typo dan kesalahan lainnya. Mohon maaf, setelah tamat bakal aku revisi ya.
Masih mau dilanjut? Kalau masih tinggalkan vote dan komentar.
Salam sayang untuk kalian semua.
__ADS_1