
Malamnya setelah membantu Ummi dan Mertuanya membereskan seluruh perabotan kotor, Rain segera menuju kamar mandi guna membersihkan diri.
Entah karena terburu-buru atau memang lupa, Ia sampai-sampai tidak membawa baju ganti. Hanya ada handuk yang mau tak mau harus Ia gunakan untuk menutupi tubuhnya.
Dengan langkah yang sengaja diperlambat dan jari telunjuk yang dengan lihainya mematikan saklar lampu kamar. Otomatis ruangan itu menjadi gelap gulita. Rain pun segera melepas handuk dengan maksud ingin secepat mungkin mengenakan pakaian.
Tetapi naasnya, saat handuk sudah terjatuh di atas lantai, tiba-tiba kamar yang semula gelap menjadi terang benderang. Sontak Ia melompat dan bersembunyi di balik selimut bermotif dorami.
"Rain? Ada apa?" tanya Mario dengan mata yang menyusuru ruangan tersebut. Hingga bola matanya tertuju pada beberapa pakaian yang belum sama sekali Rain kenakan.
Senyum kemenangan terbingkai pada bibir Mario. Lelaki bermata biru gelap tertawa terpingkal-pingkal saat melihat benda asing milik istrinya. Rain benar-benar kaku, wajahnya berubah menjadi merah padam.
"Kenakan dulu pakaianmu, nanti bisa masuk angin, Rain."
"Aku- aku sudah memakai baju," katanya terbata-bata sambil memegangi selimut.
"Benarkah?"
"I- iya tentu."
"Kalau begitu coba berdiri!" pintanya pada sang istri.
"Tidak! Kakiku sedang kesemutan jadi aku tidak bisa berdiri,"
"Baiklah, Manusia purba. Kalau begitu aku saja yang akan tidur di sampingmu, bagi sedikit selimutnya."
"Jangan!"
"Kenapa? Memangnya aku tidak boleh tidur dengan istriku?"
__ADS_1
"Bukan begitu."
"Lalu?"
"Mario, aku ...," lirihnya.
Mario yang sudah mengetahui hal itu pun segera mendekatkan wajahnya dengan wajah Rain. Lalu kedua tangannya Ia gunakan untuk memegangi kedua pipi sang istri. Tatapannya sungguh teduh dan mendamaikan.
"Aku tahu kamu malu. Tapi aku ini suamimu, Rain. Kita sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Kamu tidak perlu malu. Cobalah dari hal yang terkecil. Tapi aku juga tidak akan memaksamu jika memang kamu belum siap sepenuhnya, aku tidak ingin menyakitimu, Rain. Sudah, kenakan pakaianmu akan aku tunggu di luar. Nanti kalau sudah cepat tidur, ya."
Lima menit sudah Ia habiskan untuk memakai baju. Dengan diselimuti rasa canggung Ia pun memberanikan diri guna memanggil Mario yang masih setia menungguinya di balik pintu kayu tersebut.
"Mario, kamu sudah boleh masuk."
"Nice, kamu sungguh cantik luar dalam, Rain. Jangan canggung gitu deh, kaku amat."
Saat Rain terdiam di hadapan Mario, lelaki itu dengan cepat langsung menggendong tubuh mungil sang istri. Kemudian mulai menidurkannya di atas ranjang bermotif dorami. Rain hanya pasrah dan menikmati semua perlakuan suaminya. Tidak mau munafik, Ia sebagai wanita normal merasa senang diperlakukan seperti itu oleh suaminya sendiri.
Lepas itu Mario mulai menyelimuti Rain dan dirasa istrinya sudah tidur, Mario langsung bangkit dari kasur tersebut guna merebahkan tubuh di atas sofa.
"Kenapa tidur di sofa? Apa ranjangku kurang besar?"
"Dasar Manusia Purba! Kamu pura-pura tidur, ya?"
"Aku tadi memang sudah tidur. Tapi aku terbangun karena tidak mencium aroma parfummu," jujurnya disertai cengiran.
"Oh, jadi istriku diam-diam suka menyesap wangi parfumku, ya!"
"Mario! Katakan, kenapa kamu tidur di sofa?"
__ADS_1
"Memangnya jika aku tidur satu ranjang denganmu akan kamu izinkan?"
"Tentu, bukankah sekarang kamu suamiku?"
"Benarkah?"
"Jangan memaksa dirimu, Rain. Jika memang kamu belum siap aku tidak masalah."
Semua kalimat singkat yang keluar dari bibir Mario merupakan candu. Mampu menghipnotis semua organ tubuhnya. Terdiam dan menikmati semua perlakuan Mario adalah cara satu-satunya yang Rain lakukan.
"Insyaallah aku siap. Seluruh jiwa dan ragaku detik ini juga sudah menjadi hakmu, Mario. Aku ikhlas lilahita'ala."
"Terima kasih. Bolehkah aku memelukmu?"
Usai mendapatkan jawaban dari sang istri, Mario pun langsung mendekap Rain ke dalam dada bidangnya. Aroma parfum yang sama, yang benar-benar menenangkan dan membuatnya dengan suka hati menyesap wangi tersebut.
"Tapi sekarang kamu harus tidur, Rain. Tidur larut malam juga membawa dampak negatif bagi kesehatanmu."
Sesaat kemudian, kedua insan yang baru saja resmi menjadi sepasang suami istri pun terpejam dalam ranjang yang sama. Dengan tangan yang memeluk pinggang sang istri dan senyuman yang tak akan sirna. Malam dan hujan akan menjadi saksi betapa beratnya perjuangan seorang Mario saat ingin menyunting wanita pujaannya.
"Nikah itu sunahku, barang siapa yang tidak suka, maka bukanlah golonganku!" (HR. Ibnu Majah dari Aisyah ra)
Munakahat artinya ketentuan-ketentuan dalam fikih mengenai pernikahan.
Walimatul'ursy atau yang lazim dikenal sebagai pesta pernikahan, adalah jamuan makan yang diselenggarakan berkenaan dengan pernikahan. Biasanya dilaksanakan setelah akad nikah.
Aku mencintaimu karena Allah. Jika ditujukan kepada perempuan maka menggunakan 'Uhibbuka' Jika ditujukan kepada laki-laki maka menggunakan 'Uhibbuki'.
Yakni ucapan dari orang tua atau wali mempelai wanita untuk menikahkan putrinya kepada sang calon mempelai pria. Orang tua mempelai wanita melepaskan putrinya untuk dinikahi oleh seorang pria, dan mempelai pria menerima mempelai wanita untuk dinikahi.
__ADS_1
Bagus atau indah yang merupakan terjemahan dari bahasa inggris.