
Beberapa cabang kantor Pak Diftha hari ini sudah resmi ditutup. Ratusan karyawan yang sudah cukup lama bekerja pada Pak Diftha pun mau tak mau harus menjadi pengangguran. Pak Diftha mengalami kerugian yang cukup besar pada cabang yang dipegang oleh Restu.
"Maafkan papah, hari ini juga kamu resmi papah pecat," lirihnya, lalu berlalu meninggalkan sang anak.
"Maafin Yordhii, Kak. Yordhii nggak bisa bantuin Kakak. Ini sudah keputusan Papah. Yordhii tidak berani membantahnya."
Yordhii yang tiba-tiba datang pun langsung mengutarakan semua perkataannya. Beberapa waktu yang lalau setelah kepergian Pak Diftha, Yordhii langsung masuk dan menghampiri Kakaknya.
"Ini sudah konsekuensi yang harus kakak terima."
"Kalau sudah sadar ini konsekuensi, kenapa masih minum vodka dan menghisap rokok seperti orang bodoh? Move on, Kak move on!"
__ADS_1
"Kakak ini tamak! Punya istri cantik, sabar, dan shalehah seperti kak Rain masih aja kurang. Malah milih selingkuh sama si ******. Kak Rain itu kurang apa lagi sih, Kak? Apa karena kak Rain belum bisa kasih keturunan? Apa karena kak Rain kurang cantik?"
Hening, tidak ada yang bersuara. Restu yang dicecar pertanyaan oleh sang adik pun hanya terdiam sambil manik matanya mengitari sekeliling ruangan yang mulai besok tak akan lagi Ia singgahi.
"Apa perlu yordhii meninggikan volume suara yordhii, supaya Kakak merespon perkataan yordhii?" perubahan ekpresi pada wajah Yordhii menggambarkan bahwa Ia benar-benar geram dengan Kakaknya.
"Ok. Yordhii tahu. Kak Rain memang kalah dalam fisik jika dibandingkan dengan Keny. Tapi apa bakti dan juga ketaatan Kak Rain kurang? Dulu Kak Rain orang yang paling Kakak idam-idamkan, paling cantik, sampai-sampai kalian menikah. Namun setelah semua berlalu, mata kakak melihat yang lebih cantik dan kakak mulai tertarik. Yordhii pernah dengar ceramah dari salah satu ustadz. Nikahilah seluruh wanita yang ada di bumi ini tanpa terkecuali. Maka seekor anjing pun akan terlihat cantik di matamu. Manusia itu sifatnya rakus dan tamak! Mereka tetap merasa kurang dan tidak akan merasa puas sebelum mata mereka tertutp dengan tanah."
Pada sobekan terakhir, Yordhii terlihat sangat kesal wajahnya merah padam beberapa umpatan mulai Ia lontarkan. Setelah tidak ada lagi kertas yang akan Ia hancurkan, pemuda itu mendekati Kakaknya lalu mulai melempar sobekan kertas tersebut.
"Terserah Kakak deh! Yordhii berasa seperti orang gila yang sedang bicara dengan batu!"
__ADS_1
******
Satu bulan sudah berlalu, Rain semakin tidak karuan, ia sering muntah-muntah dan pingsan secara tiba-tiba. Mario cemas akan hal itu. Beberapa hari yang lalu saat Mario baru saja pulang dari Rumah sakit, Ia menemukan dua pcs test pack yang masih utuh dan terletak di tempat yang sama seperti waktu pertama kali Rain meletakkannya.
Namun siang itu saat Mario sedang beristirahat di ruangannya, sebuah tangan dengan balutan handsock hitam tengah melingkar di lehernya. Tidak hanya itu, matanya dikejutkan dengan benda pipih yang lusa Ia lihat.
"Doktor Galend. Bisakah anda mengecek saya. Apakah saya hamil? Pasalnya tadi pagi saya test pack dan hasilnya seperti ini."
"Rain?"
Mario tak habis pikir dengan apa yang terjadi hari itu. Benarkah itu istrinya? Jika iya, apa maksud dari semua ini. Rain benar-benar membuatnya kalut dan penasaran yang tinggi.
__ADS_1
Dengan sigapnya Mario berdiri dan membalikkan badan agar bisa berhadapan langsung dengan Rain. Saat manik mata biru miliknya bertemu dengan manik mata teduh milik sang istri, keduanya sontak saling berpelukan. l