Suamiku Gila. (Sad Hurt)

Suamiku Gila. (Sad Hurt)
Bab 61. Istriku Bidadari


__ADS_3

Tiba-tiba saja Rain menangis dalam pelukan Mario. Perempuan itu terlihat sesegukan dan ini benar-benar membuat Mario tidak mengerti.


"Hei! Kamu kenapa, Sayang. Katakan?" .


"Kamu hamil?"


"Iya," katanya disela-sela tangisan.


"Lalu, kenapa kamu menangis seperti ini, Sayang."


"Aku terharu saja, Mario. Coba periksa aku dan pastikan kebenaran ini semua."


Setelah beberapa saat ditangani oleh Mario. Hasilnya memang benar. Dirinya positif hamil. Dan kehamilannya baru saja memasuki minggi pertama. Subhanallah. Maha besar keagungan dan keadilan Sang Pencipta. Apa yang dinanti-nanti akhirnya hadir juga. Dan kabar ini benar-benar membuat Mario bahagia. 


"Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya," (QS. An-Najm: 39)


Saat jam makan siang, Mario dan Rain menemui Arumi. Keduanya berniat menyampaikan kabar bahagia ini. Bingkaian senyum tak sedikit pun sirna dari bibir keduanya.


"Kalian mau ke mana? Kenapa senyum-senyum sendiri?"


"Ada sesuatu yang ingin Galend sampaikan. Ini hasil test pack milik, Rain. Coba mamah cek lagi perihal ini. Galend takut salah karena kebawa bahagia." Lirihnya dengan sesekali mengusap puncak kepala sang istri yang tertutup dengan jilbab ceruti navy.


"Apa ini?"


"Test pack, Mah. Itu test pack!"

__ADS_1


Layaknya orang terkejut pada umumnya. Arumi sedikit melongo dengan bentuk lingkaran. Matanya sedikit melebar pasca menerima benda pipih yang sudah tertera dua garis berwarna merah.


Ibu yang sudah menyandang gelar sebagai mertua itu kemudian memeluk menantunya karena rasa bahagia yang mendalam. Dan setelahnya menghadap kiblat lalu bersujud syukur kepada Sang Pencipta pembawa bahagia.


"Robbi auzi'nii an asykuro ni'matakallatii an'amta 'alayya wa'alaa waalidayya wa-an a'mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii 'ibaadikash shoolihiin."


"Ini sudah tidak perlu dicek lagi. Maha besar kuasa-Mu Ya Allah. Besok kita adakan syukuran, ya. Oh iya, abah dan ummi sudah dikasih tahu, kan?"


"Sudah, Mah."


*********


Beberapa hidangan sudah tertata rapi di meja makan. Ketiga perempuan itu tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Tidak ada yang tidak mengembangkan senyuman. Semua terlihat sangat bahagia, terlebih lagi Mario.


Ba'da Maghrib beberapa tamu undangan sudah berkumpul di dalam rumah dorami. Keterkejutan selalu menghiasi setiap orang yang masuk ke dalam rumah itu. Rain dan Mario hanya tersenyum seraya mempersilakan mereka masuk.


"Iya?" 


"Aku sudah tidak sabar ingin melihat kamu gendut," lirihnya dengan disertai tawa mengejek sang istri.


Kemudian Rain yang merasa geram pun langsung menggelitik pinggang suaminya.


"Arrghhh! Jangan!"


"Mau aku gelitik lagi, Dok?"

__ADS_1


"Jangan, Rain. Aku lebih baik tidak kamu beri jatah nanti malam. Ketimbang kamu gelitik seperti ini."


"Wah! Your seriously, Dear?"  


Sesaat kemudian Mario mengeluarkan cengirannya dan kembali berucap, "Jangan, Nyonya Galend. Nanti saya tidak mendapatkan asupan lagi."


"Jangan membuatku tertawa, Mario! Kita tidak sedang di ranjang!"


"Maaf, tapi aku sungguh tidak sabar ingin melihatmu gendut."


"Jika aku gendut, nanti kamu selingkuh?" bisiknya pada sang suami.


"Selingkuh dengan siapa? Kan di dunia ini sudah tidak ada lagi bidadari."


"Kenapa seperti itu?" tanyanya.


"Karena bidadarinya sudah aku nikahi beberapa bulan yang lalu." 


1. "Robbi auzi'nii an asykuro ni'matakallatii an'amta 'alayya wa'alaa waalidayya wa-an a'mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii 'ibaadikash shoolihiin." (Merupakan doa sujus syukur. Ini Author ambil dari salah satu buku Fiqih author ya. Yang artinya Ya Allah, berilah aku Ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada kedua orangtuaku, dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai, dan masukanlah aku dengan rahmat-Mu ke golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.)



Your seriously, Dear? (Kamu serius, Sayang)


__ADS_1


___________________________________________________


Segini saja dulu ya. Bunda Rain hamil? haaaaaaaa? Kok bisa? Wah jangan-jangan Daddy Restu mandul nih? Terus Rara anak siapa?  Sialan lo thor, to the point aja jangan bikin gue nebak-nebak! Mana lo lama lagi updatenya!.


__ADS_2