Suamiku Gila. (Sad Hurt)

Suamiku Gila. (Sad Hurt)
Bab 67. Botol Kaca.


__ADS_3

Hari ini Arumi beserta team tengah berada diperjalanan guna menuju rumah Restu. Arumi dan team akan melakukan penelitihan kepada beberapa orang yang berada di rumah itu.


Dengan berbekal alat-alat canggih mereka berharap bisa sesegera mungkin mengungkap semua ini. Jika benar adanya kejadian tersebut, lantas apa motif pelakunya.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Mala yang kala itu membukakan pintu terlihat dengan mimik wajah kecewa serta kacamata yang masih bertengger di hidungnya.


"Maafkan saya, Dok. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang tengah terjadi pada Restu."


Arumi sudah menceritakan semuanya kepada Mala. Perempuan paruh baya itu terlihat sangat antusias. Saat mendengar semua penuturan Arumi tentang keanehan pada Restu.


Setelah melakukan test urin pada semua penghuni rumah, Arumi beserta team pun pamit undur diri.


******


Delapan bulan sudah, Rain mengandung. Ia baru kali ini merasakan kenikmatan yang luar biasa. Duduk susah, berjalan susah, tidur pun juga susah.


Badannya terlihat sedikit mengembang. Dengan lingkaran hitam di area matanya. Maklum saja, Rain jarang sekali tidur, sebab Ia selalu merasa lapar, lapar, dan lapar.


"Sudah makan?" tanyanya seraya berjalan menghampiri Rain. Lalu pria itu mendaratkan sebuah kecupan di perut dan kening sang istri.


"Sudah. Tapi mau makan pempek."


"Yasudah, nanti ba'da maghrib kita cari pempek, ya. Sekarang aku mau mandi dulu. Cup."


"Ikut!"


"Janganlah. Ibu hamil nggak baik mandi hampir maghrib."


Kemudian Rain berjalan mendekati Mario dan perempuan itu mulai bergelayut manja pada tubuh suaminya.


"Tapi aku belum mandi, Mario."


"Hah?"


"Nggak pernah mandi, maunya makan lagi! Tuman!"


Dengan expresi yang Ia buat-buat. Mario berujar cukup aneh kali ini, kata-kata tuman yang beberapa bulan terakhir pernah Arumi katakan padanya pun kini seringkali Ia ucapkan kala sang istri tidak mandi.

__ADS_1


Kemudian dengan gerakan nakalnya, Mario mulai menyentil kening sang istri dan menggendongnya menuju kasur dorami.


"Halo gaes, lihatlah diriku tengah menggendong kudanil yang tak pernah mandi," ejeknya, kemudian dibalas cubitan oleh sang istri.


_____________


Sesuai rencana awal, mereka tengah berjalan-jalan keluar untuk membeli pempek. Mario selalu suka jika Rain bahagia. Dan selagi apa yang Rain minta adalah hal positif.


Saat tengah berjalan, tak sengaja pundak Mario bersenggolan dengan seseorang yang tak lain adalah Restu. Keduanya saling berhadapan dengan mimik wajah tak suka.


Kemudian Restu Beralih menatap Rain yang kikuk. Tatapannya mulai mengitari tubuh Rain, memandang perut Rain yang sudah membesar.


"Maaf."


"Aku permisi dulu," pamitnya.


Kemudian Mario mulai memecah kesunyain dengan menyenggol bahu kiri sang istri.


"Cie, ketemu mantan."


Rain tak memberikan jawaban, Ia malah melanjutkan langkah guna duduk di kursi plastik berwarna merah maroon. Setelah selesai menikmati pempek dos, keduanya pun memutuskan untuk segera bergegas pulang. Karena dirasa hari sudah sangat malam.


********


"Hasil test yang tertera pada kertas tersebut murni kebenarannya. Restu Pradiftha adalah korban. Tubuh Restu serta bebeberapa saraf otaknya sudah terserang cairan tersebut. Apakah Saudara Restu Pradifta sering mengalami emosi yang frontal? Apakah sikap Saudara Restu Pradiftha sering berubah?"


Profesor itu berujar mewakili Arumi. Menjelaskan semua yang terjadi. Serta meminta sebuah keterangan perihal sikap Restu beberapa bulan terakhir.


Nampak dari kejauhan perempuan yang mengenakan mini dress dengan bibir merah maroon itu terlihat begitu panik. Arumi menyadari itu, sebab memang Ialah pelakunya. Tidak ada yang menjawab. Pak Diftha juga terlihat bingung dengan semua ini. Dan Yordhii, dia adalah satu-satunya orang yang paham akan hal tersebut.


"Benar sekali, Prof. Kakak saya beberapa bulan terakhir memang sering berubah sikapnya. Sering marah-marah seperti orang gila. Dan marahnya itu frontal. Tapi, terkadang juga dia sangat baik. Ah, entahlah saya juga tidak tahu pasti apa yang terjadi dengan kakak saya."


"Jadi, siapakah pelakunya, Prof?" timpalnya setengah menyelidiki.


Arumi yang kala itu benar-benar sudah terbakar emosi pun sontak mengarahkan jari telunjuknya ke arah wanita di sana.


"Dia," tunjuknya.


Seketika semua mata mengarah kepada Keny. Selain Mala yang memang dia sudah mengetahuinya. Keny kelojotan sendiri saat semua mata mengarah kepadanya.


Tak disangka-sangka, Keny telah mendaratkan sebuah tamparan pada pipi Arumi. Air mata buayanya kembali Ia keluarkan. Ia ingin mencoba mengelabuhi semua yang ada. Meskipun realitanya sudah terbongkar.

__ADS_1


"Omong kosong! Kau tidak berhak memfitnahku. Punya bukti apa kau sampai-sampai berani memfitnahku?"


"Ayo katakan, Arumi!" bentaknya lagi.


"Hentikan, Keny. Kesabaranku sudah habis untuk dirimu! Kamu hancurkan semuanya yang ada pada keluarga kami!"


"Darl, kamu jangan percaya dengan pembohong itu!"


"Sungguh hebat sandiwaramu, Keny. Kami bukan peneliti abal-abal. Dan asal dirimu tahu, mau sepandai apa pun kamu menyimpan bangkai, itu tetap akan tercium. Saya sudah melihat sidik jarimu pada beberapa botol ini."


Plak ....


"Damt it! Apa tujuanmu melakukan semua ini ******? Katakan! Aku memang sudah menduga jika semua perubahan pada Kak Restu ada sangkut pautnya denganmu."


Suasana menjadi benar-benar mencekam. Teriakan-teriakan dan kalimat sarkas yang beberapa kali dilontarkan untuk Keny pun menjadi irama horor tersendiri.


Laki-laki yang bernama Restu Pradiftha hanya terdiam bak orang linglung. Dia terlihat frustasi serta melemas.


Begitu juga dengan Mala. Ia sedang mencoba menahan semua amarahnya. Ia benar-benar menyesal telah memilihkan Keny untuk sang anak.


Tawa yang melengking menggema di sudut ruangan. Keny tertawa begitu menjijikkan. Kemudian Ia berjalan mendekati Yordhii yang terlihat sangat emosi.


"Kalian terlalu bodoh! Jika memang aku yang melakukan semua ini memangnya kenapa?"


"Kau memang benar, Dokter Arumi. Cairan itu memang benar obat untuk merusak saraf baik pada makhluk hidup. Dan selama ini aku telah mencekoki suamiku dengan cairain itu. Kalian mau tahu apa alasanku? Aku hanya ingin jika sisi baik Restu kepada Rain menghilang. Dan benar sekali, tidak sia-sia aku menghamburkan uang milyaran untuk obat itu. Aku berhasil!"


Keny mulai menceritakan semuanya. Wanita itu berjalan lenggak-lenggok sembari mulutnya berucap. Setelah itu Ia merogoh sesuatu dari balik sakunya. Kemudian mengeluarkan botol kecil transparan yang sama seperti yang Yordhii temukan..


"ini, kan?"


"Ini efeknya memang sangat ampuh. Baru beberapa menit dikonsumsi saja sudah akan menimbulkan hasil. Kalian tahu tidak, mengapa Restu selalu menyakiti hati Rain, kenapa Restu selalu berubah-ubah sikap dan sifatnya? Ya! Benar sekali, semua itu adalah pengaruh obat ini!"


Teriak dan tawanya benar-benar memekakan telinga. Setelah membeberkan semua kebenaran, Keny berjalan meninggalkan semua yang ada di ruangan tersebut.


_____________


Absurd kan? Huaaa author beneran lagi drop. Dan ini adalah terbongkarnya kejahatan kenny. Waah hampir tamat dong thor? Hahah iya.. Jangan lupa vomeny ya.


Maaf dan terima kasih buat yang setia dengan cerita ini, dan yang sabar nungguin next part As twilight.


Typo dan segala kesalahan akan segera direvisi. TBC.

__ADS_1


Jadi udah jelas ya? Kenapa kok karakter restu suka berubah-ubah, itu tdi jawabannya.


__ADS_2