Suamiku Gila. (Sad Hurt)

Suamiku Gila. (Sad Hurt)
Bab 19. Dia Cintai Pertama Suamiku.


__ADS_3

"Sayang, kamu sudah sadar?Alhamdulillah."


Rain hanya diam, Ia masih enggan menanggapi Restu. Mulutnya terasa kaku untuk digerakkan, memori semalam kembali terngiang hingga menyakitkan.


"Bicaralah. Rain. Katakan sesuatu. Kemarin aku di luar kendali. Aku tidak pernah mempunyai niat untuk hal seperti itu. Percayalah." Restu berujar, seraya menundukkan kepala.


"Aku haus, Mas."


Kemudian Restu memberikan segelas air mineral kepada istrinya. Rain masih enggan berbicara, namun keduanya saling menatap, mencoba mencari kebenaran di balik sebuah tatapan.


"Rain, katakan, aku harus bagaimana?"


"Cukup jangan ulangi semua itu, Mas. Khamr¹ itu haram."


Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasullulah SAW bersabda, "Peminum khamr itu bagaikan penyembah berhala." [HR. Ibnu Majah]


"Iya aku tahu, Rain. Tapi aku terlalu tertekan dengan apa yang mamah lakukan."


"Allah melaknat khamr, peminumnya, penyajinya, pedagangnya, pembelinya, pemeras bahannya, penahan atau penyimpannya, pembawanya, dan penerimanya." (HR Abu Daud dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar)


Keduanya saling bersitatap. Terlihat jelas sorot kekecewaan dari tatapan sang istri. Kemudian, Restu langsung memeluk Rain dengan erat. Terdengar isak lirih dari lelaki jangkung tersebut.


"Aku hanya bisa meminta maaf, Rain. Kau mau, kan memaafkanku?"


Saat Rain hendak menjawab, tiba-tiba terdengar suara bising di lantai bawah, kemudian Restu pun memutuskan untuk keluar.


"Biar aku lihat dulu," pamitnya, kemudian melenggang meninggalkan Rain sendirian.


Belum semua anak tangga Ia turuni namun langkahnya terhenti kala telinganya mendengar suara isak tangis. Restu paham dengan suara tersebut. Dan benar saja, netranya menangkap perempuan yang sangat Ia kenal. Ini adalah badai, bencana terbesar jika perempuan itu kemari untuk sesuatu hal. Komentar Restu.


"Mamah?"


Keny berlari menghampiri Restu dan memeluk lelaki itu dengar erat. Entah permainan macam apa ini.


"Darl, aku hamil. Dan ini adalah anak kamu."


Restu terperanjat dengan perkataan itu, "Kau jangan bercanda, kau itu perempuan licik!" seraya mendorong tubuh Keny.


"Restu! Mamah tidak mau tahu. Nanti malam kalian harus menikah. Jangan membuat keluarga Diftha malu!"


"Mah, tapi aku tidak pernah melakukan hal itu. Kenapa Mamah percaya dengan perempuan ini. Dia licik, Mah."


Rain yang mendengar keributan tersebut akhirnya memaksakan diri untuk turun. Terkejut bukan main ketika dia melihat Keny serta Mertuanya. Samar-samar dia mendengar tentang kata hamil, apa maksudnya?

__ADS_1


"Mas Restu, siapa yang hamil, Mas?" ujarnya seraya menuruni anak tangga.


"Rain! Kamu ... kamu sejak kapan ada di sini?"


Rain tidak menanggapi suaminya, Ia lebih memilih bertanya kepada Keny.


"Mbak Keny, katakan siapa yang hamil?"


Keny tidak menjawab dengan lisan, namun Ia menyodorkan tes pack yang sudah membentuk dua garis berwarna merah. Rain menerima dengan gemetar, hatinya mulai tidak menentu. Firasatnya menuju ke sana.


Tidak mungkin Ya Allah, tidak mungkin Mas Restu seperti ini. Batinnya.


Mala mendekati ketiganya, "Keny hamil anak Restu."


Deg! Seketika jantungnya terhenti, dadanya sungguh sesak. Dan lagi, air matanya menetes tanpa diminta.


"Apa benar semua ini, Mas?"


Rain mengguncang tubuh Restu yang masih mematung. Tatapan pria itu entah ke mana. Tiba-tiba saja air matanya meleleh.


"Mas?" panggilnya lagi.


"Darl, katakan saja yang sebenarnya!"


"Katakan saja, Mas."


"Aku ... aku memang pernah mempunyai hubungan gelap dengan dia. Aku pernah mengkhianatimu. Tapi, Rain percayalah, aku tidak sampai melakukan hubungan suami-istri."


"Bohong! Dua bulan yang lalu tepatnya saat sore itu, Restu berada di apartementku. Jika kau tidak percaya, ini ... ini adalah arloji milik Restu yang tertinggal di apartementku. Kau jangan mengelak, Darl!"


Ingatannya kembali pada beberapa hari yang lalu saat suaminya menanyakan perihal arloji. Rupanya benar saja dugaan Rain. Saat Restu berkata tertinggal di apartemant. Yang dimaksud itu adalah Apartemant Keny.


Siapa yang harus Rain percayai, hatinya berkata ini semua hanya kebohongan. Namun semua bukti mengarah kepada suaminya. Ya Allah jika memang ini benar, apa yang harus aku lakukan?


"Mas Restu, kenapa Mas Restu tega melakukan hal keji seperti ini? Apa Mas Restu tidak takut dengan murka Allah?"


Isaknya pecah seketika. Perempuan mana pun pasti akan menangis jika mengetahui suaminya melakukan zina dengan perempuan lain sampai menghasilkan seorang anak.


"Rain, Kamu jangan percaya, dia itu licik!"


"Kau masih mengelak, Darl? Maukah aku putarkan rekaman cctv yang menjadi saksi beringasnya dirimu waktu itu?"


Plak ....

__ADS_1


"Cukup, Keny!"


"Restu! Mamah tidak mau tahu. Nanti malam kau harus menikah dengan Keny. Ayo Keny kita pulang," ajaknya.


Setelah Keny dan Mala pergi, Restu masih mematung. Sedangkan Rain, Ia berlari menuju kamarnya. Di dalam kamar Ia tumpahkan semua air mata. Ini kenyataan yang terlalu menyakitkan. Bagaimana mungkin sang suami menghamili mantan kekasihnya.


Ya Allah, kenapa semuanya menjadi seperti ini, jujur saja aku tidak bisa menerima dengan ikhlas. Jika Mbak keny mempunyai anak, itu tandanya aku mandul? Ya Allah kenapa kenyataannya sepahit ini.


Rain terisak. Tepat hari ini 15 Oktober pernikahannya menginjak tiga tahun. Namun hari ini juga menjadi saksi bahwa Restu telah mengkhianati ketulusan cintanya. Hari ini juga menjadi saksi bahwa rumah tangga ini dapat dipastikan akan melemah lambat laun. Rain hancur, Ia benar-benar hancur. Rasanya Ia ingin tertidur dan tidak bangun lagi.


Restu merasa ragu untuk menghampiri istrinya. Dia hanya mampu melihat Rain dari bilah pintu yang sedikit terbuka. Ia telah menghancurkan perempuan yang selalu mencintainya dengan tulus.


"YaAllah berikan aku kesabaran dan kekuatan untuk semua ini," ujar Rain.


Pun Restu akhirnya memberanikan diri untuk menemui sang istri. Rain terlihat sangat kacau. Tangisnya kembali pecah. Restu pun demikian. Keduanya tidak ada yang berbicara, diam dalam tangisan.


"Maafkan semua perlakuanku terhadapmu, Rain. Aku hanya mencintaimu."


Omong kosong, Mas. Jika kamu mencintaiku tidak mungkin kamu menanamkan bibit ke dalam rahim perempuan lain. Ucapnya dalam hati.


"Aku juga tidak mengerti dengan diriku sendiri. Jika bisa, aku ingin memperbaiki semuanya."


"Kamu harus menikahi Mbak keny, Mas. Aku tidak mau jika Allah lebih murka lagi denganmu."


"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera. Dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kami untuk (menjalankan) agama Allah. Jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah pelaksanaan hukum mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman." (QS:An Nur ayat 2-5)


Restu mengendurkan pelukannya, kontan Ia mantap lekata wajah sang istri.


"Tidak, Rain. Tidak akan pernah aku menikah lagi."


"Apa Mas Restu mau didera? Dan apa Mas Restu akan membiarkan anak kalian terlahir tanpa seorang ayah?"


"Demi aku, Mas. Dan demi kedua orang tuamu," ujarnya seraya menggenggam tangan suaminya. Rain kembali menunduk, ada sesuatu yang hendak terjatuh, dan dia tidak ingin jika suaminya tahu.


"Tapi, Rain. aku ...."


"Tidak, Mas. Kamu harus tetap menikah, malam ini juga. Sesuai dengan permintaan ibumu."



Khamr atau wine adalah sebutan untuk semua jenis minuman yang memabukkan. Yang terbuat dari buah anggur, air nira, dan semacamnya.


__ADS_1


__ADS_2