
Restu yang sedang online mencoba mencari akun instagram milik istrinya. Tiba-tiba Ia mendapati beberapa postingan dari akun lain yang menandai sang istri. Pun, juga beberapa video yang diupload oleh akun yang sama.
"Galend? Siapa Galend?" gumamnya.
Ia melihat beberapa foto Rain saat sedang menggendong bayi bersama lelaki bertopi yang berada di samping istrinya. Kemarahan Restu memuncak ketika mengetahui semua itu dan menyadari siapa pria bertopi bernama Galend. Restu pun kontan menghubungi istrinya yang ada di Indonesia
"Halo Assalamualaikum. Mas Restu? Apa kabar?" Sahut seseorang dari sebrang sana.
"Kemarin kamu ke panti dengan siapa? Katakan dengan jujur, Rain?"
"Dengan Dik Yordhii, Liza, Sari, dan juga Mario. Mas."
"Mario? Sudah berapa kali aku ingatkan, jangan dekat-dekat dengan Mario!" serunya dengan intonasi yang lebih tinggi.
"Mas, jangan suudzan dulu. Kemarin Dik Yordhii yang mengizinkan Mario ikut."
"Lalu, di sana kamu berfoto dengannya, ya! Hebat kamu Rain!"
"Foto? Apa Maksudnya, Mas?"
Tiba-tiba teleponnya dimatikan oleh Restu. Perempuan itu hanya terdiam dan mencoba berpikir dengan apa yang diucapkan suaminya barusan. Foto apa yang dimaksud Mas Restu? Komentarnya.
__________
Duduk di kursi dengan kaki yang terjuntai ke bawah. Sambil sesekali Ia memejamkan mata dengan harap seluruh kepedihannya adalah mimpi semata. Rain merasa jenuh dengan semuanya. Perempuan itu kemudian beranjak dan mengambil ponsel silver di atas meja. Jari-jari tersebut Ia biarkan menarikan kalimat cinta untuk Restu Pradiftha.
Berikut adalah kalimat-kalimat cinta untuk Restu yang jauh di Canada.
__ADS_1
Bagian satu:
Untukmu yang di Canada.
Kita dipertemukan oleh senja. Dengan seizin Tuhan yang Maha Esa. Beberapa tahun yang lalu, aku hanya mengagumimu sebatas nama, namun takdir menyatukan kita hingga menjadi cinta. Sore lalu, senja memanjakan mata, kulihat guratan halus di wajahmu yang mengernyit ketika senja berlalu. Kurasa, kau takut kehilangan senja, namun tak seperti yang aku duga. Kamu menginginkannya lebih lama menemani kita. Kita yang sekarang sudah terbelah menjadi tiga. Sama halnya dengan senja yang sudah berubah warna. Tak lagi nampak kemerah-merahan di ufuk sana.
Bagian dua:
Masih Untukmu yang di Canada.
Aku menyeka air mata. Ketika menyadari hari itu kau ukir luka. Aku tahu, kau tak sengaja. Namun sama saja, ketika cinta sudah terbelah menjadi tiga, harapan bahagia pun akan semakin sirna. Kau yang dulu bersamaku menyaksikan senja, selalu membangunkanku dikala fajar tiba. dan kini, itu semua hanyalah potret lama, yang sedang kugenggam ke dasar sukma.
Lima menit setelah itu ada beberapa notifikasi dari postingannya. Hati perempuan itu pun mulai tak karuan ketika melihat notifikasi dari akun suaminya, hanya memberikan like, tanpa berkomentar apa-apa.
Beberapa notifikasi kembali memenuhi postingannya. Tapi lain, kali ini bukan postingan yang beberapa waktu lalu Ia bagikan. Melainkan sebuah akun yang menandai dirinya. Tampak jelas sebuah foto dirinya serta Mario saat di panti asuhan tempo lalu.
Lalu siapa yang memotretku dengan mario?
Rain masih terkejut akan hal itu. Tetapi rasa terkejutnya tidak sampai di situ saja. Sesaat kala netranya menangkap postingan sang suami, jantungnya kembali berpacu merasakan sakit yang luar biasa, lemas yang saat itu Ia rasa.
Two minute ago. Dengan hastag Keluarga kecilku⤠terima kasih sudah menghadirkan putri kecil secantik ini.
Hatinya benar-benar perih, tatkala mendapati perlakuan suaminya. Apa maksud Restu melakukan semua itu, memposting foto mereka bertiga dan dengan disertai hastag seperti itu pula.
Belum kering luka yang Restu goreskan, sekarang ia mencoba menyiramnya kembali dengan air garam.
__ADS_1
Pernikahan seorang perempuan dengan lebih dari satu pria.
Aliyah sama saja dengan Sekolah menengah Atas.
Idhah yakni waktu menunggu. di dalam agama Islam adalah sebuah masa di mana seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, baik diceraikan karena suaminya mati atau karena dicerai ketika suaminya hidup, untuk menunggu dan menahan diri dari menikahi laki-laki lain.[1][2]
Seorang perempuan yang sedang dalam masa iddah disebut mu'taddah.[3] Iddah sendiri menjadi 2, yaitu perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya (mutawaffa 'anha) dan perempuan yang tidak ditinggal mati oleh suaminya (ghair mutawaffa 'anha).[3]
As sabaaya yakni budak-budak perempuan yang dimiliki karena perang.
_____
__ADS_1