Suara Dari Alam Lain

Suara Dari Alam Lain
Minta bantuan


__ADS_3

"Mira....bangun...Mira...."


Mbak Susi menepuk- nepuk pipi Mira yang terlihat pucat.


Mbak Susi mengambil botol minyak kayu putih yang ada di atas meja kecil di kamar Mira.


Mbak Susi menuangkan sedikit ke jari telunjuknya, menggosok- gosokkan minyak kayu itu ke hidung Mira.


Mira perlahan membuka matanya, matanya langsung mencari - cari sekelilingnya dengan ketakutan. Tubuhnya gemetaran.


" Tenang dulu Mir, kamu kenapa?" tanya Mbak Susi cemas.


" Perempuan...."


Mbak Susi melirik suaminya, Mas Darto yang dari tadi hanya berdiri di tengah pintu kamar Mira.


Tadi Mbak Susi mengajak suaminya untuk menemaninya ke rumah Mira.


Mbak Susi menyuruh Mas Darto mendobrak pintu rumah Mira setelah mereka mengetuk pintu berulang kali tetapi tidak ada jawaban dari Mira.


Karena khawatir, Mereka terpaksa mendobrak paksa pintu rumah Mira.


Dan benar saja, Mbak Susi melihat Mira dengan tubuh meringkuk terkulai pingsan dengan muka pucat- pasi.


" Perempuan siapa maksudnya Mir?"


" Mira takut mbak..," Mira menangis sambil memeluk Mbak Susi.


Mbak Susi membelai rambut Mira, sangat terasa tubuh Mira yang masih menggigil gemetaran.


" Tenangkan dirimu Mir...Mas Darto tolong ambil air minum di dapur buat Mira," perintah Mbak Susi pada suaminya.


Mas Darto segera melakukan apa yang diminta isterinya. Ia ke dapur Mira mengambil segelas air putih yang dituangkan dari teko yang ada di sana.


Mas Darto lalu memberikannya kepada isterinya.


" Minum dulu Mir," Mbak Susi membantu Mira memegang gelas ke bibir Mira.


Mira menghabiskan semua air, ia meneguknya dengan cepat untuk menghilangkan rasa kering di kerongkongannya.


Lampu kamar tidurnya sekarang terang- benderang, tidak berkedap- kedip seperti sebelum Mbak Susi dan Mas Darto datang.


Setelah Mira tenang, Mbak Susi bertanya lagi.


" Mir...sebenarnya ada apa? siapa perempuan yang kamu lihat?"


" Perempuan menyeramkan mbak...mukanya pucat punya gigi taring yang tajam...," dengan terbata Mira menceritakan kejadian barusan.


" Ia datang menghampiri Mira dengan memperlihatkan gigi taringnya mbak....Mira takut...."


Mbak Susi merinding...ia memandang ke arah Mas Darto.


" Kamu ga lagi sedang bermimpi Mir?" Mas Darto akhirnya buka suara setelah dari tadi diam saja.

__ADS_1


" Ga Mas Darto, Mira tadi udah bangun...awalnya Mira lihat gorden Mira bergoyang..."


" Mira samperin...eh ternyata jendelanya terbuka sendiri Mas...sebelumnya Mira sudah tutup jendelanya kok."


" Terus Mira tutup jendela.. sempat Mira lihat sekelebat bayangan hitam di luar jendela...lalu ada ketukan beberapa kali


di luar jendela....Mira ketakutan...."


" Mira lari ke tempat tidur....lalu lampu kamar Mira kedap- kedip sendiri...."


" Kemudian Mira lihat perempuan itu berdiri di sana...," tunjuk Mira di dekat jendela kamarnya.


"Perempuan itu lalu mendekati Mira sambil menyeringai seram. Ada taring di mulutnya. Hih.....serem."


" Perempuan itu menyentuh Mira. Tangannya sedingin es," Mira menutup ceritanya.


" Ada apa ini Mas?" Mbak Susi menoleh kepada suaminya.


"Besok coba bawa Nandar ke sini neng," jawab Mas Darto pada isterinya.


Nandar adalah adik sepupu Mas Darto, ia punya kelebihan bisa melihat atau membaca sesuatu yang tidak bisa dilihat sembarangan orang, punya indera keenam yang sangat tajam.


Nandar bukanlah seorang yang berprofesi sebagai dukun atau semacamnya, tapi ia sering dimintain tolong oleh orang- orang untuk mengatasi hal- hal yang berhubungan dengan sesuatu yang ghaib.


Profesi yang dijalani Nandar sebenarnya adalah sebagai pegawai kantor kelurahan.


" Perempuan yang tadi muncul di hadapan Mira adalah perempuan yang sama dengan perempuan di mimpi Mira mbak, yang Mira ceritakan pada mbak Susi."


" Ya udah begini saja, besok kita jemput Nandar kemari, sekarang masih jam dua pagi sementara kamu ikut aja ke rumah kami Mir, nanti tidur minta ditemani Mbak Susi. Besok Mas juga mau betulin pintu rumah kamu yang rusak. Tadi terpaksa didobrak paksa," Mas Darto memberi solusi.


Mira menggangguk, ia bersyukur masih punya tetangga yang baik hati yang juga jadi teman baiknya.


************


Setelah pulang bekerja, Nandar sudah dijemput mbak Susi di rumahnya.


Tadi pagi Mas Darto sudah meneleponnya dan menjelaskan apa yang terjadi.


Nandar mengikuti mbak Susi yang menjemputnya dengan sepeda motor.


Kedua sepeda motor itu berjalan beriringan menuju rumah Mira.


Mira sudah menunggu kedatangan Nandar dan mbak Susi di rumahnya.


Tadi pagi Mira sudah kembali ke rumahnya, karena di siang hari Mira bisa menahan takutnya, beda suasana kalau malam hari.


Pintu rumah Mira juga sudah diperbaiki oleh Mas Darto.


Suara dua sepeda motor berhenti tepat di depan rumah Mira, Nandar dan mbak Susi sudah datang.


Mira segera menyambut kedatangan mereka.


" Ayo masuk Ndar...," ajak Mbak Susi.

__ADS_1


" Iya silahkan masuk mas Nandar," Mira mempersilahkan tamunya masuk.


" Permisi ya Neng....," Nandar langsung masuk dan melihat- lihat rumah Mira.


Mira mengambilkan minum untuk Nandar dan mbak Susi.


" Kamu tolong duduk sini Neng," ucap Nandar pada Mira.


" Maaf ya Neng....saya izin pegang kepala Neng....," katanya kemudian.


Mira menurut, ia duduk....Nandar memegang kepala Mira dengan telapak tangannya sambil memejamkan mata.


Sementara mbak Susi duduk diam mengawasi. Jantungnya juga berdebar ingin tau kelanjutannya.


Nandar membuka matanya, lalu menurunkan tangannya dari kepala Mira.


Nandar menghela napasnya...


" Gimana Ndar?' tanya Mbak Susi penasaran.


" Jujur ya Neng, Neng harus sabar....ini berat..."


" Gimana maksudnya mas Nandar?" Mira berharap- harap cemas.


" Suami Neng Mira sudah menyinggung penunggu hutan tempat suami Neng hilang..."


" Suami Neng membuat kesalahan fatal...."


Mira menghapus air matanya yang sudah turun tanpa ia sadari...


" Mira jadi harus bagaimana Mas Nandar?"


" Tidak ada yang bisa kita lakukan Neng, hanya bisa menunggu...."


" Suamiku bagaimana Mas? apa masih hidup?"


" Saya lihat dengan mata batin saya, suami Neng masih hidup tapi saat ini ia dikurung di suatu tempat...."


Mira mengelap hidungnya yang basah dengan ujung bajunya.


" Suami Neng harus menjalankan hukuman dari penunggu hutan yang menjadi ratu di sana."


" Coba Neng ingat- ingat lagi, perempuan itu pernah bicara apa sama Neng dalam mimpi Neng?"


Mira mengingat mimpinya waktu itu.


" Mas Dino baru bisa pulang kalau sudah seratus delapan puluh hari," jawab Mira.


" Neng hanya bisa menunggu dalam jangka waktu yang sudah ia tentukan Neng..."


" Tapi bagaimana dengan gangguan perempuan itu Ndar, ia datang semalam menakuti Mira," Mbak Susi memberitahu Nandar.


" Nanti siapkan beberapa bungkus garam Neng, nanti kita hamburin garam di sekeliling rumah Neng. Perempuan itu tidak akan berani datang mengganggu Neng lagi..."

__ADS_1


" Biar aku aja yang beli ke warung sebelah, biar cepat naik motor," ucap mbak Susi lalu dengan sepeda motornya ia ke warung membeli beberapa bungkus garam.


" Nanti garamnya Mas doain Neng.. dengan bantuan yang dari atas tentunya," jelas Nandar pada Mira.


__ADS_2