Suara Dari Alam Lain

Suara Dari Alam Lain
Sepasang


__ADS_3

Mira langsung diperbolehkan pulang ke rumah, setelah hasil pemeriksaan tulang punggungnya selesai.


"Hanya memar kecil," ucap dokter yang membaca hasil Rontgennya.


Pak Broto takjub, bagaimana bisa hanya memar kecil saja setelah Mira tertimpa batang pohon yang begitu besar.


Pak Broto lalu ingat pada saat itu, perempuan itu mengusap punggung Mira.


"Mungkin karena itu," gumamnya dalam hati.


Sementara Dino asyik mendengarkan mbak Susi yang bercerita.


Dino hanya ternganga dan melongo, sayang waktu itu ia tidak boleh masuk ke dalam hutan.


Dino penasaran mengapa ia tidak diperbolehkan masuk.


Ia menanyakannya kepada Nandar.


"Karena Den Dino darahnya pernah dihisap perempuan yang bernama Anum, jika Den Dino ikut masuk...saya khawatir ia bisa mencium bau darah Den Dino lalu usaha kita gagal, saya hanya jaga- jaga saja."


"Walaupun saya juga tidak yakin, apakah hal itu bisa mengganggu ritual doa saya," jelas Nandar.


Dino mengangguk, ia kini sudah mengerti.


*********


"Hoek....Hoek...." Mira berlari ke kamar mandi...ia memuntahkan semua isi perutnya.


Dino mengikutinya dengan khawatir.


"Kamu masuk angin Mir?" Dino memijit tengkuk Mira perlahan.


"Ikan gorengnya bau...," jawab Mira.


"Kok bisa? bukankah habis digoreng harum sekali," tukas Dino.


Mira mengambil air dengan gayung, lalu ia kumur- kumur.


Perutnya terasa tidak enak...ia merasa mual.


Mira keluar dari kamar mandi diikuti Dino di belakangnya.


"Aku ke kamar aja mas Dino....kepalaku pusing," ujar Mira.


"Lho gak diterusin makannya?" tanya Dino.


"Masih mual mas, nanti saja kalau udah ga mual," jawab Mira berjalan menuju kamar tidur.


Mira membaringkan tubuhnya.


"Kamu kapan terakhir haid Mir?" tanya Dino.


Mira mengingat- ingat, sudah dua Minggu ini ia telat.


"Udah dua Minggu telat sepertinya mas..," jawab Mira.


Dino tersenyum...


"Jangan- jangan kamu hamil Mir, aku akan ke rumah mbak Susi....mas Darto menjual alat- alat rumah sakit kan? mungkin ada stok test pack di rumahnya," kata Dino penuh semangat.


Dino melesat menuju rumah mbak Susi dan ia kembali secepat kilat.


Dino kembali diikuti mbak Susi.


"Mir, coba tes dulu ke kamar mandi," kata mbak Susi yang melongok ke dalam kamarnya dengan senyum menggoda.


Mira merona, ia bangun dengan dipapah oleh Dino.


Di tangan Dino ada bungkusan test pack berwarna biru.

__ADS_1


Mira masuk ke kamar mandi, setelah itu ia keluar dengan sumringah.


"Dua garis," teriaknya.


Dino yang tadinya menunggu dengan gelisah di depan pintu kamar mandi langsung memeluk Mira.


Ia menggendong Mira lalu memutar- mutar tubuh mereka.


" Udah mas Dino....kepalaku pusing," teriak Mira.


Dino tersenyum senang....ia menurunkan tubuh Mira lalu kembali memeluknya.


"Selamat ya Mira...Dino...akhirnya kalian akan menjadi orang tua," mbak Susi mengusap air matanya yang turun di sudut matanya.


Ia terharu, karena mbak Susi sangat menyayangi Mira.


Ia ikut senang mengetahui Mira sudah hamil.


Mira menghampiri mbak Susi lalu memeluknya hangat.


"Makasih mbak....mbak selalu ada untuk Mira setiap waktu," ucap Mira.


"Sama- sama sayang....kamu harus menjaga kehamilan kamu..di awal kehamilan jangan terlalu capek."


"Sementara kamu tidak usah membuat kue...biar mbak yang bikin....kamu bantu jual saja," titah mbak Susi.


"Siap bos," tawa Mira.


********


Pak Broto dan Bu Broto mengunjungi Mira.


Mereka datang membawa banyak hadiah.


Buah- buahan, cemilan kecil, sampai susu kaleng buat ibu hamil pun mereka bawa.


Ia memeluk Mira


"Maafkan sikap bapak dan ibu selama ini," ucapnya.


"Ibu sangat menyesal dan sangat berterima kasih kamu mau mengorbankan nyawa kamu demi menolong bapak," ibu Dino berkata penuh penyesalan.


"Lupakan semuanya Bu...Mira juga mohon maaf....Mira juga suka melawan bapak dan ibu," ucap Mira terharu.


"Bapak juga minta maaf ya Mir....," ucap Pak Broto.


"Sama- sama Pak...Bu...kita lupakan saja yang sudah lewat," jawab Mira bijak.


Dino memandang Mira dan kedua orang tuanya...ia merasa bersyukur, akhirnya orang tuanya bisa menyayangi Mira.


Dino merasa hidupnya lengkap sudah, ia akan memiliki anak dan orang tuanya sudah menerima Mira sebagai menantu mereka.


********


"Oek....oek....," suara tangis bayi terdengar.


"Perempuan... cantik seperti ibunya," seru dokter perempuan yang membantu persalinan Mira.


"Tolong dipegang dulu sus....masih ada satu lagi," ucap dokter itu.


"Oek....oek...." terdengar lagi tangisan bayi kedua.


"Yang kedua laki- laki ya Bu....tampan....dua- duanya sehat dan lengkap ya," sambung dokternya lagi.


Mira terharu, rasa bahagia membuncah dalam hatinya.


Mira melahirkan sepasang bayi kembar, laki- laki dan perempuan.


Arum pernah mengatakan padanya, generasi sebelumnya selalu melahirkan anak perempuan.

__ADS_1


Dan Mira memulai perubahan di generasinya yang sekarang.


Seorang bayi laki- laki bisa lahir dari rahimnya.


Arum tersenyum bahagia.


*******


"Anak bapak terlahir kembar, laki- laki dan perempuan...sehat dan lengkap ya Pak," dokter perempuan itu keluar dari ruang persalinan dan memberitahu Dino yang menunggu di depan pintu.


Pak Broto dan Isterinya langsung tertawa gembira....mereka mendapatkan sepasang cucu kembar.


"Sudah boleh dibesuk Bu dokter?" tanya Bu Broto bersemangat.


"Boleh setelah dipindahkan ke ruang inap ya Bu....ini sudah proses pemindahan lewat pintu seberang ya."


"Silahkan langsung saja ke ruang inap," tambah dokter.


"Makasih dokter."


"Ayo Pak...Dino... kita langsung ke ruang inap," ibu Dino tidak sabaran.


Mereka lalu menemui Mira yang sudah dipindahkan ke ruang inap.


Mira berbaring sambil memeluk bayi di tangan kanan dan kirinya.


Ibu Dino mengambil salah satu bayi itu dan bayi satunya digendong oleh Pak Broto.


"Cantiknya," seru Bu Broto.


"Yang itu laki- laki Bu," tawa Mira.


"oh....tampannya...," ibu Dino meralat ucapannya.


"Yang ini baru cantik Bu....," bapak Dino mendekati isterinya.


Dino duduk di samping Mira, ia tersenyum melihat kedua orang tuanya yang seperti mendapat mainan baru.


"Makasih ya sayang....," Dino mengecup kening Mira.


"Iya mas....," jawab Mira tersenyum.


Mira merasa bahagia, ia sudah menjadi seorang ibu dari sepasang bayi kembar.


Dan yang membuat Mira lebih bahagia adalah kedua orang tua Dino sudah menerimanya sebagai menantu mereka.


"Tok....tok...


Pak Sugeng masuk dengan tergesa- gesa.


" Besan....masuklah..." ibu Dino memanggil ramah.


"Ternyata hanya saya yang datang terlambat," Pak Sugeng tersenyum.


"Duduk sini bapak...," panggil Dino.


Pak Sugeng menghampiri Mira.


"Selamat ya Nak...," Pak Sugeng mengusap lembut rambut Mira.


"Cucu kita kembar....coba lihat besan," ibu Dino dan suaminya memperlihatkan kedua cucu mereka.


"Laki dan perempuan," kata Pak Broto.


Pak Sugeng mengusap lembut pipi kedua cucunya, ia sangat bersyukur Mira sudah melahirkan dengan selamat.


Mira dan Dino tersenyum bahagia melihat orang tua mereka yang tersenyum bahagia menyambut kelahiran cucu kembar mereka.


................T A M A T ............

__ADS_1


__ADS_2