
Tahun 1598
Nampak dua orang gadis cantik, puteri keturunan bangsawan di masa itu sedang berperang mulut.
" Kamu sudah tau bahwa aku sudah pacaran dengan Kanda Raden Bondo, tetapi mengapa kau terima tawaran dari Romo?" ucap salah satu gadis itu yang bernama Arum.
" Aku adalah kakakmu Arum, kamu tidak boleh melangkahi ku. Lagi pula ayahanda Kanda Raden Bondo sendiri yang datang melamarku," jawab gadis lainnya yang bernama Anum.
" Tapi kamu bisa menolak, kan masih banyak lelaki lain..kenapa harus Kanda Bondo?" teriak Arum marah.
" Karena aku yang lebih pantas bersanding dengan Kanda Bondo dibandingkan dengan kamu Arum..." Anum balas berteriak.
" Kamu merebut kekasih adikmu sendiri...dasar perempuan tidak laku," Arum menarik rambut Anum, kakaknya dengan kasar.
Anum menjerit..., ia balas menjambak rambut Arum adiknya.
Beberapa orang pelayan mereka berusaha melerai kakak adik itu.
" Sudah Gusti kanjeng Ayu.... hentikan..." teriak para pelayan.
Kedua gadis itu tidak peduli, kakak adik itu masih saling menjambak, tidak ada yang mau melepaskan.
"Panggil Gusti Romo....," teriak seorang pelayan kepada yang lainnya.
Salah satu seorang pelayan bergegas memanggil tuan mereka yang mereka panggil dengan Gusti Romo atau Gusti Lingga.
Tak lama kemudian pelayan itu kembali bersama junjungan mereka sambil membawa sebaskom air.
" Siram mereka....," perintah Gusti Lingga yang sering dipanggil Gusti Romo.
Pelayan itu menyiramkan sebaskom air dingin kepada kedua puteri Gusti Romo yang masih saling menjambak.
"Byur.....," seketika Anum dan Arum langsung melepaskan jambakan pada rambut mereka.
Mereka langsung terdiam begitu melihat ayahanda mereka sudah berdiri di situ dengan berkacak pinggang dan pandangan penuh amarah kepada mereka.
"Romo...." panggil mereka sambil menundukkan kepala mereka, yang rambutnya sudah awut- awutan.
Pakaian mereka juga basah oleh air yang disiramkan oleh pelayan.
"Apa- apaan kalian? bikin malu saja?" kata Gusti Romo marah...
Anum dan Arum hanya menundukkan kepala mereka. Mereka tidak berani menatap wajah ayahanda mereka.
" Apa begini tingkah laku seorang Puteri bangsawan hah?...apa kalian tidak malu akan ditertawakan orang?"
" Jelaskan kepada Romo, mengapa kalian bertengkar?"
__ADS_1
Anum dan Arum saling memandang, masih dengan tatapan yang saling me- musuhi.
" Jawab...." bentak Gusti Romo dengan suara menggelegar.
Anum dan Arum memainkan kedua jari mereka, mereka takut kalau Romo mereka sudah marah.
" Anu Romo, ini semua yang mulai Arum Romo....dia tidak terima Anum telah menerima lamaran Raden Bondo," jawab Anum takut- takut.
" Bohong Romo....Arum marah karena Anum tidak menjelaskan pada Romo bahwa Raden Bondo adalah kekasih Arum Romo," kata Arum membela diri.
Gusti Romo kaget, ia tidak mengetahui Raden Bondo telah menjalin hubungan dengan Arum, Puteri bungsunya.
Lalu mengapa ayahanda Bondo sendiri melamar Anum? bukan Arum?
Apakah Raden Bondo tidak menceritakan pada ayahandanya bahwa Arum yang menjadi kekasihnya bukan Anum.
Gusti Romo hanya bisa memijit pelipisnya.
" Romo tidak bisa berkata banyak, jangan bikin ruwet masalah ini. Romo sudah menerima lamaran Raden Bondo untuk Anum," Gusti Romo akhirnya berkata setelah berpikir sejenak.
" Arum, Romo harap kamu melupakan perasaanmu pada Raden Bondo, sekarang ia adalah kekasih kakakmu Anum," Romo menatap Arum.
Arum kecewa dengan keputusan Romonya, harusnya ayahandanya membicarakan hal ini pada ayahanda Raden Bondo, Gusti Arya.
Anum menatap Arum dengan senyum mengejek penuh kemenangan, Arum mendengus melihatnya.
Arum tidak terima jika Anum yang jadi pemenangnya. Ia merasa ini tidak adil untuknya.
Arum tidak rela, melihat Raden Bondo menjadi milik Anum.
Selama ini Arum sudah banyak mengalah kepada Anum.
Kakaknya itu selalu dituruti keinginannya oleh Romo mereka dalam hal apapun.
" Andai Bunda masih ada....," gumamnya dalam hati.
Bunda mereka sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, dan ayahanda mereka menikah lagi dengan Gusti Ayu Sinta yang usianya hanya terpaut dua dan tiga tahun dengan usia Anum dan Arum.
Anum lebih tua satu tahun dari Arum. Orang- orang yang tidak mengenal mereka akan mengira Raden Ayu Sinta adalah kakak sulung mereka.
Raden Ayu Sinta lebih dekat hubungannya dengan Anum dibandingkan dengan Arum.
Ini dikarenakan Anum pintar mengambil hati Raden Ayu Sinta dengan sering menjilatnya.
Dengan kepintarannya sering memuji Raden Ayu Sinta, Raden Ayu Sinta menjadi terbuai.
Ini dilakukan Anum agar Romonya mengikuti apapun kemauannya dengan bujukan dari Raden Ayu Sinta.
__ADS_1
Sedangkan Arum tidak bisa mengambil hati Raden Ayu Sinta, ia tidak menyukai ayahandanya mencari pengganti dari bundanya apalagi yang usianya masih muda, lebih pantas untuk menjadi anak dari Romonya.
Arum merasa Raden Ayu Sinta telah merebut posisi bundanya di mata sang ayahanda.
Itulah sebabnya, Arum tidak seperti Anum yang semua kemauannya dituruti oleh Romonya.
" Arum akan melupakan Kanda Bondo, kalau memang itu kemauan Kanda Bondo Romo. Tapi Arum harus menanyakan hal ini pada Kanda Bondo dahulu," ucap Arum.
" Tidak bisa, Romo tidak mau menyinggung keluarga Gusti Arya..," bentak Gusti Lingga.
" Tapi Arum kan Puteri Romo juga, mungkin Gusti Arya bisa menerimanya Romo...," bantah Arum.
" Kamu jangan keras kepala Arum, Romo ga mau dianggap plin- plan sama Gusti Arya, tidak usah diperpanjang...cukup kamu lupakan Raden Bondo," Gusti Romo atau Gusti Lingga menunjuk Arum.
" Romo tidak adil....," teriak Arum.
" Plak.....," Gusti Romo menampar Puteri bungsunya.
Arum membelalakkan matanya. Ia memegang pipinya yang memerah.
Matanya berkaca sudah dipenuhi oleh air mata yang tanpa bisa ditahannya sudah berlinang.
Arum berlari meninggalkan rumah itu....
Dua orang pelayan mengejarnya, mereka kasihan pada Arum.
**************
Anum tertawa bersama beberapa orang teman wanitanya yang semuanya merupakan Noni- Noni Belanda.
Mereka berambut pirang, berkulit putih dengan sedikit bintik- bintik di pipi mereka.
Mereka menggunakan gaun panjang berenda yang bagian tengah gaunnya menggelembung sampai ke ujung seperti balon.
Anum memang suka bergaul dengan Noni- Noni Belanda.
Selain karena memang karena Anum menyukai mereka, juga karena hubungan dagang di antara keluarga mereka, maka anak- anak bangsawan di masa itu banyak bergaul dengan orang- orang Belanda dan keturunannya yang sudah tinggal menetap di pulau Jawa.
Anum hatinya sedang bahagia, akhirnya ia bisa merebut Raden Bondo dari tangan Arum adiknya.
Sudah lama hati Anum cemburu melihat Arum yang menjadi kekasih hati lelaki pujaannya.
Raden Bondo pria menawan, banyak gadis bangsawan yang berusaha menarik perhatian Raden Bondo termasuk Anum.
Tetapi Raden Bondo lebih tertarik pada Arum.
Raden Bondo bukannya tidak tau Anum menyukai dan mengharapkan balasan cintanya.
__ADS_1
Anum dengan beraninya pernah mengungkapkan perasaannya pada Raden Bondo, tetapi Raden Bondo tidak menanggapinya waktu itu.
Walaupun Anum adalah seorang Puteri keturunan bangsawan tetapi karena pergaulannya dengan orang- orang Belanda yang lebih bebas bicara dan bersikap, maka Anum tidak merasa malu untuk mendekati Raden Bondo dan mengungkapkan perasaannya lebih dahulu pada Raden Bondo.