Suara Dari Alam Lain

Suara Dari Alam Lain
Kapan ini berakhir


__ADS_3

Mira terbangun dalam tidurnya, matanya telah basah oleh air mata...


"Kenapa ini...aku merasa sangat sedih..hatiku sakit karena dikhianati."


" Mengapa aku bermimpi seakan- akan aku adalah dia?" Mira bergumam sendiri.


Di dalam mimpinya ia bukan bernama Mira, tapi ia adalah Arum.


Seakan- akan Mira yang menjadi seorang Arum, gadis keturunan bangsawan dalam mimpinya.


" Apa ada kaitan antara mimpiku ini dengan hilangnya mas Dino?"


Setelah Nandar membantunya dengan memberi garam yang sudah didoakan oleh Nandar di sekeliling rumah Mira, ia tidak pernah lagi mendapat gangguan dari makhluk perempuan berwajah menyeramkan itu.


Tetapi kali ini Mira bermimpi tentang dirinya sendiri, tapi dalam wujud seorang gadis cantik yang bernama Arum.


Ia seakan- akan hidup di zaman sebelum masa sekarang.


Mira terbawa oleh perasaan di dalam mimpinya.


Dalam mimpinya, Mira menangis sedih, sakit hati...


Cintanya dikhianati oleh kekasihnya yang dijodohkan dengan kakak Mira sendiri.


Tunggu dulu...


Mira mengingat wajah kakaknya itu...


Kakak Mira di dalam mimpi itu bernama Anum...Mira sempat bertengkar saling menjambak rambut dengan kakaknya itu.


Mira mengingat- ingat lagi...dan ia merinding...


Wajah kakaknya di dalam mimpi itu sama dengan wajah perempuan pucat bergigi taring yang mendatanginya malam itu.


Iya betul...tidak salah lagi...


Cuma bedanya, di mimpinya kali ini Mira menjadi sosok Arum....dan Anum adalah kakaknya...


Dan di mimpinya Arum adalah seorang gadis cantik...manusia..bukan makhluk perempuan pucat bergigi taring runcing.


"Apa maksud dari mimpi ini?" tanya Mira dalam hatinya.


" Apa aku terlalu banyak pikir? jadi mimpi nya aneh- aneh."


Dan satu lagi...mengapa Raden Bondo wajahnya mirip mas Dino suaminya?


" Mungkin aku terlalu merindukan mas Dino," gumamnya.


Mira menyalakan lampu kamarnya.


Ia meraih ponselnya yang ada di meja kecil di samping tempat tidurnya, jam dua belas malam.


Malam ini terasa panas, Mira merasa gerah...


Ia duduk bersandar di ranjangnya, mengapa tiba- tiba jantungnya berdegup dengan kencang..


Perasaannya tiba- tiba menjadi tidak enak.


"Arum......." samar- samar terdengar suara bisikan dari luar kamarnya.


Bulu kuduk Mira meremang...


Ia ingat kejadian di malam yang sudah beberapa hari lewat. Mira merinding.


Suara bisikan yang lebih mirip suara ******* itu hilang.

__ADS_1


Mira memasang tajam pendengarannya, tidak terdengar...


" Mungkin kupingku yang salah dengar," desah Mira dalam hati.


Mira beringsut untuk mematikan lampu kamarnya, ia ingin melanjutkan tidur.


"Arum......," terdengar lagi suara itu, suara parau perempuan yang tempo hari mendatanginya.


Mira menunda maksudnya yang tadinya ingin mematikan lampu kamarnya.


Ia kembali menyandar di ranjangnya, kali ini dengan meringkuk.


Mira merasa ketakutan mulai menguasai dirinya.


Ia menajamkan pendengaran nya lagi.


" Arum bukannya nama Mira di dalam mimpinya barusan?" Mira mengingat lagi mimpinya tadi.


Kenapa begitu kebetulan, apakah mimpi anehnya ada kaitan dengan dirinya?


"Arum....." kembali terdengar bisikan yang suaranya semakin terdengar lebih keras.


Mira tidak salah dengar....


" Hi....hi...."


kletek......kletek....kletek


Mira ketakutan, dari luar kamarnya pintu jendelanya seperti berusaha untuk dibuka paksa.


Mira menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya...matanya mendelik ke arah jendela.


Kletek.....kletek.....kletek


" Mira.....Arum....."


" Arum.....bersihkan garam itu.....aku ingin masuk..." terdengar suara yang menyeramkan di luar jendela.


kletek....kletek....kletek....


Terdengar semakin keras suara jendelanya yang ditarik dari luar.


" Arum.....cepat lakukan....hi.....hi....."


Mira meringkuk ketakutan.... jantungnya berdetak cepat sekali, seperti ingin melompat keluar dari dadanya.


Tubuhnya gemetaran, terasa hawa yang panas semakin membuat keringat di tubuh Mira bercucuran.


Mira menahan tangisnya.....


Mengapa ia selalu diganggu oleh makhluk astral itu?


Sepertinya perempuan itu tidak bisa masuk ke dalam kamarnya, hanya mengganggunya dari luar jendela kamarnya.


Garam yang sudah didoakan Nandar sepertinya menahan makhluk itu, sehingga ia tidak bisa menerobos masuk ke dalam kamarnya.


Entah ada kaitan apa antara Mira dengan perempuan yang bernama Arum.


Kletek.....kletek....kletek...


"Mira......Arum......"


**********


Dino terbangun dari mimpinya...ia meraba lehernya...

__ADS_1


Terasa basah...bekas jilatan?


Atau basah oleh keringat?


Dino memandang sekelilingnya, hanya ada pondok kecil di antara pepohonan hutan belantara.


Dino menghapus bulir- bulir keringat yang membasahi pelipisnya.


Dino memegang lehernya dan ia seperti samar- samar mencium bau pandan.


Bulu kuduknya meremang, di dalam mimpinya barusan Dino juga mencium bau pandan di tubuh perempuan yang mengaku bernama Arum.


Tadi mimpi atau nyata?


Dino sudah merasa otaknya tidak waras, sejak ia menjadi " penghuni baru"


hutan itu dan berbagai kejadian menakutkan yang ia alami, Dino seakan- akan berada di antara mimpi dan kenyataan.


Mengapa perempuan yang mengaku sebagai saudari Gusti Ratu Anum menemui Dino lewat mimpinya lalu menjilati lehernya, seakan- akan perempuan itu ingin mencicipi manisnya rasa darah Dino.


Dino merinding lagi, ia dipaksa untuk merasakan kengerian demi kengerian yang ia alami selama "terkurung" di hutan itu.


Dino sudah tidak bisa merasakan kebebasan yang harusnya ia miliki.


Hanya karena berawal dari ia melakukan sebuah kesalahan, yang ternyata bagi makhluk penjaga hutan itu...itu adalah sebuah kesalahan fatal.


"Mira...." Dino mendesah, kerinduan itu terasa sangat menyiksa hatinya.


" Sedang apa kamu Mira, kamu juga pasti sangat merindukan aku," desah Dino.


Dino merana... belum lagi siksaan demi siksaan yang didapatnya dari Gusti Ratu Anum...


Rasa sakit di pergelangan tangannya...


Rasa sakit di hatinya karena kerinduan pada Mira isterinya...


Kalau tidak mengingat Mira, mungkin Dino lebih baik mengakhiri hidupnya sendiri daripada harus menahan sakit karena siksaan dari wanita iblis itu.


***********


Sudah empat belas hari sejak hilangnya Dino dan Poni di hutan tanpa nama, tim SAR memutuskan untuk menghentikan pencarian.


Dalam empat belas hari itu, Dino seperti hilang tanpa bekas.


Wartawan sudah menyiarkan penghentian pencarian Dino oleh tim pencari orang hilang.


Kasus Dino telah ditutup, diumumkan bahwa kemungkinan besar Dino sudah dimakan binatang buas.


Karena tim SAR dan relawan pencari sudah mengobrak- abrik isi hutan dimulai dari tempat menghilangnya Dino dan Poni.


Tak ada tanda- tanda bahwa Dino masih hidup.


Sepeda motor Dino pun sudah dibawa Wendi dan diantar ke rumah Mira.


Mira hanya pasrah dan hanya menunggu sampai waktu yang ditentukan.


Mira percaya Dino masih hidup dari beberapa kali mimpinya dan dari ucapan Nandar.


Hati kecilnya juga percaya dengan firasatnya sebagai orang yang paling dekat dengan Dino.


Orang tua Dino, terutama ibunya Dino begitu histeris ketika menonton dari berita bahwa usaha pencarian Dino sudah dihentikan.


Ia tidak pernah berhenti menyalahkan Mira. Kebenciannya pada menantunya itu semakin besar.


" Dasar perempuan pembawa sial," selalu kalimat itu yang diucapkan ibunya Dino.

__ADS_1


Perasaan benci menguasai hatinya...


__ADS_2