
Dino membuka matanya, hukuman pertama sudah diterimanya. Ia melihat pergelangan tangannya, tampak memerah bekas gigitan perempuan berhati iblis itu.
Di sini Dino tidak merasa lapar ataupun haus, ia sendiri juga merasa heran bagaimana hal itu bisa terjadi.
Ia masih belum mati, seharusnya tubuh yang masih hidup akan merasakan lapar dan haus.
Atau karena daun yang menyerupai sirih yang berwarna keemasan yang ia makan?
Dua hari ini Dino hanya sendirian di sini dalam kesunyian. Tidak ada satu makhlukpun yang ia lihat berada di sini.
Dan ini membuat Dino sangat tersiksa dalam rasa sepi.
Di hari ketiga, Gusti ratu penunggu hutan ini akan kembali menemuinya, perempuan itu mengatakan akan menemuinya setiap tiga hari sekali.
Tidak tau apakah bila tiba waktunya hukuman yang diberikan masih sama atau dalam bentuk yang lain, atau perempuan jahat itu masih akan menghisap darahnya.
Dino bergidik mengingatnya, rasa sakit yang ia rasakan saat darahnya dihisap tidak mampu ia bayangkan....sangat sakit...
Belum lagi rasa berdenyut di bekas gigitan perempuan iblis itu yang sampai sekarang masih terasa di pergelangan tangannya.
Keesokan harinya.....
Kabut tebal menutupi tempat itu, suara gamelan mengalun mengiringi kedatangan Gusti ratu Anum...penguasa hutan itu.
Dino sudah pasrah untuk menerima hukuman hari ini, entah siksaan apa lagi yang akan dia terima.
Perempuan itu menyeringai lebar...menampakkan gigi taringnya yang runcing...
Tetap saja Dino bergidik melihatnya...
Perempuan berwajah pucat itu bersama para pengikutnya mendekati tempat Dino berbaring.
" Seret dia ....," tunjuknya pada Dino.
Dino langsung bangun untuk duduk, tubuhnya gemetar...
seorang wanita pengikutnya mendekati Dino. Ia mengalungkan rantai pada leher Dino.
Dino ingin melepas rantai yang melilit lehernya, tapi semakin ia berusaha melepas semakin rantai itu kencang melilit lehernya.
Rantai itu seperti bernyawa.
" Hi....hi....silahkan berontak, maka kau akan mati kehabisan napas...," perempuan itu tertawa melengking menyeramkan.
Dino merasa tercekik, ia susah bernapas...akhirnya ia diam saja, dan rantai itu melemas dengan sendirinya.
Dino menarik napasnya panjang- panjang, menghirup udara sebanyak- banyaknya.
"Siksaan apa lagi yang akan aku terima?"
Wanita pengikut Gusti ratu Anum menarik rantai yang mengikat leher Dino.
Dino diperlakukan seperti seorang budak, bahkan seperti seekor anjing.
Ia diseret, Dino dengan terhuyung berjalan mengikuti mereka yang menariknya ke suatu tempat.
Mereka sampai di sebuah gundukan yang baru beberapa hari lewat dibuat. Kuburan suami perempuan berhati iblis itu.
"Berdiri di situ..." perintah Gusti ratu Anum.
__ADS_1
Gusti ratu Anum menyeringai menunjukkan gigi taringnya.
Perempuan itu mendekati Dino, Dino sudah tidak berdaya. Tubuhnya menggigil ketakutan.
Gusti ratu Anum memegang pergelangan tangan Dino lalu menggigitnya...
Dino berteriak kesakitan....Dino menangis....
Perempuan itu berhenti menghisap, ia membiarkan darah menetes keluar dari pergelangan Dino.
Darah menetes membasahi tanah kuburan jelmaan rusa.
Tiba- tiba suara petir menggelegar, nampak kabut gelap menyelubungi tempat itu...
Tanah kuburan itu terbelah.....
Dino membelalakkan matanya. Tampak kilat menyambar- nyambar di tengah- tengah makam itu.
Tampak asap putih mengepul keluar dari retakan kuburan yang terbelah.
"Ah......... suara teriakan terdengar mendirikan bulu kuduk siapa saja yang mendengarnya.
Dino terkulai lemas, darah masih menetes dari luka bekas gigitan perempuan iblis itu.
"Jangan lakukan Anum....cukup..." terdengar suara teriakan seperti rintihan penuh kesakitan....
Gusti ratu Anum tertawa seram
" Hi.....hi....hi...."
" Kembalilah suamiku hi.....hi.....
Udara dingin berhembus kencang....pohon besar di sekitarnya nampak bergoyang....
Suara lantunan nyanyian kidung aneh terdengar....
"Aku tidak mau dibangkitkan.....sakit...Aaaaa...... Anum hentikan....." suara yang masih terdengar merintih kesakitan.
" Hi.....hi.....kau akan bangkit suamiku sayang......hi.....hi....," Gusti ratu Anum tertawa menyeramkan.
Tiba- tiba retakan dari makam itu menutup perlahan.
Deru angin mereda, kabut perlahan mulai menipis....suasana kembali tenang.
Gusti ratu Anum nampak matanya memerah, ia tampak marah....
" Belum waktunya suamiku....," gumamnya perlahan.
Gusti ratu Anum melempar selembar daun keemasan kepada Dino yang terkulai lemas.
Dino segera mengambil daun itu lalu segera mengunyah dan menelannya.
Rasa dahaga dari tenggorokannya langsung menghilang, berganti rasa menyegarkan di mulutnya karena pengaruh daun keemasan itu.
Dino kembali diseret kembali ke pondok kecil, kemudian ikatan rantainya dilepas dari lehernya.
Dino menyaring kejadian aneh tadi dalam pikirannya. Gusti ratu Anum menggunakan darahnya untuk membangkitkan jasad suaminya.
Tetapi sepertinya suami perempuan itu menolaknya...dan Gusti ratu Ayu tampak marah dengan hal itu.
__ADS_1
Sebenarnya apa yang diinginkan oleh perempuan jahat itu, ia sepertinya tidak bisa menerima kematian suaminya.
************
Dino memejamkan matanya untuk mencoba tidur agar bisa mengurangi rasa sakit di pergelangan tangannya.
Ia mulai terbawa ke alam mimpi....
Dino berjalan menyusuri sebuah sungai yang ada di dalam hutan itu, ia berhenti sejenak untuk membasuh mukanya yang basah oleh keringat.
Seorang wanita cantik tiba- tiba muncul entah dari mana datangnya.
Wus.... Dino seperti melihat sekelebat asap putih muncul bersamaan dengan wanita itu.
Wanita itu mendekati Dino dengan senyum manisnya.
Ia membelai wajah Dino, lalu tangannya turun membelai lehernya....
Dino diam tidak bisa bergerak, tercium seperti bau pandan yang keluar dari tubuh wanita itu.
Dino merinding...
" Jadilah milikku.... aku akan melepaskanmu dari jerat Gusti ratu Anum," perempuan itu berkata dengan tersenyum manis.
Ia masih membelai leher Dino. Wanita itu mengendus lalu menjilat leher Dino dengan rakusnya.
Bulu kuduk Dino merinding, tubuhnya kaku tidak bisa bergerak.
" Hmmm manis......," ucap wanita itu.
Ia berhenti menjilati leher Dino lalu menatap Dino dengan tatapan tajam menusuk.
" Jadilah pengikutku, aku akan membantumu melawan Gusti ratu Anum," katanya lagi.
"Ka...mu siapa?" dengan suara gemetar dan terbata- bata Dino bertanya.
" Hi....hi....aku adalah Arum, saudara perempuan dari Gusti ratu Anum...
" Darahmu manis......dari baumu saja aku bisa merasakan lezatnya darahmu itu...."
Dino merinding, apakah wanita ini juga ingin menghisap darahnya? Dino bergidik. Ia menggigil ketakutan.
Apa lagi yang akan terjadi padanya?
Dino ingin berlari menjauhi wanita itu, tapi kakinya tak bisa bergerak sama sekali.
Ia hanya bisa berdiri terpaku di situ.
Sementara wanita itu menatap leher Dino dengan seringai menyeramkan.
Apakah wanita itu sama seperti Gusti ratu Anum? makhluk kejam penghisap darah...
" Tolong lepaskan aku....jangan sakiti aku....," Dino memohon...
" Hi......hi....jadilah milikku....hanya milikku hi.....hi....."
Wanita itu kembali membelai leher Dino...ia mendekatkan wajahnya..
Wanita yang mengaku bernama Arum itu menyeringai, tampak sepasang taring runcing menyembul dari mulutnya....
__ADS_1
Dino ketakutan...tubuhnya sudah basah oleh keringat...ia ingin lari tapi apa daya kakinya tak mampu bergerak apalagi melangkah..
Arum menjilati leher Dino dan....