
Gusti Ratu Anum menyuruh pengikutnya menyeret tubuh Dino.
Rantai yang mengikat leher Dino sepanjang perjalanan membuatnya seperti hampir kehabisan napas karena tercekik.
" Cepat ini waktunya....," perintah Gusti ratu Anum.
Dino diseret menuju makam jelmaan rusa.
Dino sudah bersiap untuk merasakan siksaan menyakitkan yang sudah untuk ke sekian kali.
Ia pasrah, ketika Gusti Anum menggigit pergelangan tangannya lalu menyedot darahnya.
Hanya lengkingan kesakitan yang keluar dari mulut Dino.
Setelah puas menghisap darah Dino, Gusti ratu Anum mengangkat tangan Dino lalu meneteskan darah Dino ke atas kuburan itu.
Tak lama kemudian kuburan jelmaan rusa itu terbelah menjadi dua, lalu keluarlah kepulan asap putih dari kuburan itu.
Sesosok tubuh keluar dari sana, jelmaan rusa sudah dibangkitkan.
Mata pria itu terlihat merah, sementara dari tubuhnya keluar cahaya berwarna kemerahan.
Wajah tampannya terlihat berubah menjadi menyeramkan.
" Hi....hi....suamiku...akhirnya kamu kembali...," Gusti ratu Anum begitu terlihat bahagia.
" Mengapa kau lakukan ini padaku Anum?" suami Gusti Anum bertanya dengan wajah sendu.
" Karena aku mencintaimu mas Dimas....aku tidak ingin berpisah denganmu," jawab Gusti ratu Anum.
"Tapi aku akan tersiksa selamanya Anum...," jawab suaminya.
"Aku akan membantumu mas Dimas ku sayang...hi...hi..." Gusti ratu Anum tertawa.
Dino terkulai lemah di sebelah kuburan yang sudah terbelah...Gusti ratu Anum melemparkannya daun keemasan.
Dino segera mengunyah dan menelan daun itu untuk mengembalikan tenaganya.
" Kau beruntung....hukumanmu sudah selesai. Tunggulah...aku akan mengembalikanmu pulang kepada orang tuamu," tunjuk Gusti ratu Anum pada Dino.
Gusti ratu Anum menoleh kembali kepada suaminya, ia memeluk tubuh suaminya lalu mereka saling berc**m*n.
Mereka seakan tidak peduli dengan Dino dan pengikut Gusti ratu Anum yang masih berdiri di situ.
"Dasar siluman berhati iblis...bisa- bisanya dia membuat adegan dewasa di depan semua orang," Dino berkata dalam hatinya, ia merasa jijik.
" Tutup mulutmu....akan kubuat kamu melupakan orang yang paling kamu cintai...," tunjuk Gusti ratu Anum pada Dino yang langsung ketakutan.
Gusti ratu Anum bisa membaca apa yang ada dalam pikiran Dino.
__ADS_1
"Hi....hi....rasakan kamu dasar manusia tidak tau diri," umpat Gusti ratu Anum pada Dino.?
"Sudahlah Anum...lepaskanlah manusia itu," suami Anum yang dipanggilnya mas Dimas membuka suara.
"Aku memang akan melepaskannya, tapi dia akan tetap merasa ketakutan hi....hi....," Gusti ratu Anum tertawa seram.
" Kamu jangan terlalu kejam Anum...maafkanlah dia," jawab suami Gusti ratu Anum.
" Hi...hi...kamu tenang saja suamiku...aku hanya ingin bermain- main dengannya," jawab Gusti ratu Anum.
" Aku sendiri yang akan mengantarnya pulang," sambung Gusti ratu Anum.
"Kau bersiap- siaplah Dino....nanti malam aku akan mengantarmu pulang," tunjuk Gusti ratu Anum pada Dino.
"Antar dia kembali ke pondoknya," perintah Gusti ratu Anum pada pengikutnya.
Seorang perempuan pengikut Gusti ratu Anum menarik Dino dan kembali menyeretnya.
Sesampai di pondoknya, rantai yang mengikat lehernya dibuka...lalu tubuh Dino didorong hingga terjengkang ke dalam pondok.
Dino meringis, tubuhnya terasa ngilu...juga rasa perih yang masih terasa di pergelangan tangannya yang memerah.
Rasa sakit itu tidak begitu dirasakan lagi oleh Dino mengingat hukumannya sudah berakhir dan ia akan pulang.
Dino tersenyum karena sebentar lagi ia sudah membayangkan akan segera bertemu dengan orang yang paling dicintainya yaitu Mira isterinya.
Deg....Dino ingat kata- kata Gusti ratu Anum yang barusan mengancamnya.
Orang yang paling dicintainya adalah Mira.
Bagaimana jika nanti Gusti ratu Anum benar- benar membuat ia melupakan isterinya.
Kasihan Mira...bila itu nanti benar- benar terjadi.
Dino meneteskan air matanya, padahal selama ini ia bertahan hidup karena Mira.
Karena kerinduan di hatinya pada Mira lah, yang membuat Dino bersemangat.
Walaupun siksaan yang ia terima selama ini begitu berat dan menyakitkan.
Tapi demi Mira....ia kuatkan tubuh dan hatinya.
Kalau tidak, sudah dari awal Dino akan menolak untuk makan daun keemasan pemberian dari Gusti ratu Anum.
Kalau Dino tidak makan daun keemasan itu, maka dipastikan Dino pasti tidak akan bisa bertahan hidup sampai sekarang.
Apalah artinya jika nanti Dino bisa kembali, tapi ia tidak bisa mengingat isterinya itu.
Dino dan Mira pasti akan sama- sama menderita.
__ADS_1
Dino menghapus air matanya.
" Tidak...mungkin Gusti ratu Anum hanya sekedar mengancam ku...toh masa hukumanku sudah habis," hibur Dino dalam hatinya.
" Lagian suami Gusti ratu Anum sudah bangkit dari kematiannya dan bisa kembali hidup dengan darahku, mudah- mudahan segala dendam Gusti ratu Anum sudah hilang," Dino terus meyakinkan dirinya sendiri.
Setelah malam tiba...
Gusti ratu Anum mendatangi Dino.
" Ayo waktunya pulang..." ujar Gusti ratu Anum pada Dino.
"Bangunlah....," perintahnya.
Dino bangun dari duduknya, lalu ia berjalan sendiri seperti ada yang membimbingnya, sementara Gusti ratu Anum berjalan di belakangnya.
Mereka keluar dari pohon- pohon yang membentuk pintu gerbang, Dino masih ingat itu adalah tempat terakhir ia dan Poni mencari jejak darah rusa yang ditembaknya.
Dino terus berjalan keluar seperti ia sudah hafal dengan tempat itu.
Kaki Dino melangkah sendiri, walaupun dengan terseok- seok tapi ia tidak merasa kelelahan.
Kemudian mereka terus menembus ke arah keluar hutan, menuju ke jalan raya dan dalam kegelapan malam mereka berjalan tapi seakan- akan Dino merasa seperti terbang.
Tubuhnya terasa begitu ringan, ia diantar menuju rumah Pak Broto...bapak Dino.
" Mulai hari ini kamu tidak akan bisa mengingat semuanya, kamu akan melupakan semua kejadian yang sudah kamu alami di dalam hutan..." Gusti ratu Anum berbicara di dekat telinga Dino.
" Kamu juga tidak akan mengingat orang yang paling kamu cintai...juga beberapa orang lainnya...." bisik Gusti ratu Anum.
Dino diam saja, ia masih dalam pengaruh Gusti ratu Anum.
Dino tidak bisa melawan keinginan Gusti ratu Anum...
Semua kata- kata Gusti ratu Anum seperti menghipnotisnya.
Dino mengangguk...
"Hi....hi....kamu juga akan mengalami hal- hal yang menakutkan....ini untuk menuntaskan dendamku padamu," sambung Gusti ratu Anum lagi.
" Semua kutukanku akan lenyap jika dendam dari masa lalu ku sudah hilang," kata Gusti ratu Anum pada Dino yang masih tetap diam.
" Hi....hi....nikmatilah kehidupanmu yang telah berubah mulai sekarang..." Gusti ratu Anum menyeringai.
"Seperti aku yang juga menikmati hidupku dengan suamiku....hi....hi....," tawanya yang menyeramkan mendirikan bulu kuduk.
" Ah....suamiku....hanya dia sekarang yang bisa membuat gairahku tetap abadi...hi....hi...."
"Pergilah....ketuklah pintu rumah orang tuamu," perintah Gusti ratu Anum.
__ADS_1
Gusti ratu Anum lalu meninggalkan Dino yang sudah berdiri sampai di depan rumah Pak Broto, orang tua Dino.
Gusti ratu Anum membalikkan tubuhnya lalu menghilang dalam kegelapan malam...