Suara Dari Alam Lain

Suara Dari Alam Lain
Masih belum ditemukan


__ADS_3

wus... bayangan cokelat itu hanya sekelebat tertangkap mata Dino.


" Poni....."


Dino langsung mengejar bayangan berbulu cokelat yang tadi dilihatnya, di belokan pepohonan yang paling ujung.


Dino berteriak memanggil...


" Poni........."


Dalam hatinya Dino berharap dia tidak salah lihat, dia berharap segera bertemu dengan Poni, anjingnya itu.


" Poni....," Dino berteriak lagi.


Dino berlari sampai ke tempat tadi ia melihat bayangan Poni.


Tiba- tiba kabut asap tebal datang entah dari mana.


Hawa di sekitar tempat itu tiba- tiba menjadi dingin menusuk.


Dino merinding, ia merasa seperti sedang diawasi. Seperti ada banyak pasang mata yang sedang melihatnya.


Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, namun kabut yang datang semakin menebal dan menutup pandangan mata Dino.


Hanya terlihat bayangan samar- samar batang pohon yang menjulang tinggi.


Dino mencium harum semerbak wangi yang terhirup indera penciumannya, harum bunga melati....


Dino dalam hati merapalkan doa- doa.


Ia mulai menyadari keanehan demi keanehan yang dialaminya.


Dan ia sudah terkurung di sini....sendirian....


Suara lengkingan nyaring memekakkan gendang telinga terdengar secara tiba- tiba, Dino menutup kedua telinga dengan kedua tangannya.


Kemudian suara lengkingan itu menghilang digantikan suara serak beberapa ekor burung gagak, saling sahut- sahutan.


Tubuh Dino gemetar, sakit di kepalanya sudah tidak ia rasakan, yang ada diganti rasa mencekam. Badannya sudah basah oleh keringat. Dino ketakutan...


Suara iringan gamelan kembali terdengar, suaranya semakin mendekat.


Dino hanya bisa berdiri tegak, kakinya lemas... ia tidak bisa berlari karena pandangannya tertutup oleh kabut tebal yang seakan- akan sengaja menghalanginya untuk mencari jalan pulang......


*****************


Suara kentungan dari penduduk desa di dalam hutan tanpa nama yang membantu pencarian Dino ramai terdengar.


Puluhan tim SAR yang diterjunkan juga mencari dan mengobok- ngobok hutan tersebut.


Wendi dan Andi juga bergabung dalam pencarian itu, untuk menunjukkan arah tempat hilangnya Dino.


Para wartawan pencari beritapun ikut dalam pencarian untuk meliput secara langsung, sehingga berita kehilangan Dinopun menjadi viral dan sedang hangat dibicarakan orang- orang.

__ADS_1


Sudah dua hari mereka bekerja keras, dan masih belum mendapatkan tanda- tanda di mana Dino dan Poni berada.


Beberapa anjing pelacak juga ikut dibawa oleh tim SAR untuk mencari jejak Dino dan Poni.


"Dino.....," beberapa orang penduduk desa meneriakkan nama Dino.


Mereka berpencar menjadi beberapa kelompok, menyisir satu bagian hutan ke bagian lainnya.


Tok....tok...tok....suara kentungan bambu juga terdengar menjadikan hutan yang semula sunyi menjadi riuh.


Para petugas tim SAR terus mencari.....


****************


Mira menangis ditemani mbak Susi yang dengan setia menghiburnya.


Kelopak matanya bengkak dan mukanya sembab karena kurang tidur.


Muka Mira tampak pucat, sudah dua hari ini ia tidak mengurus dirinya.


Ia tidak peduli dengan perutnya yang hanya diisi beberapa suap nasi, itupun karena dipaksa mbak Susi untuk makan.


Mbak Susi khawatir, tubuh Mira akan tumbang bila ia sama sekali tidak makan.


" Mira khawatir sama mas Dino, mbak...," ucap Mira sambil tersedu.


" Sabar Mir, ini Mas Dinomu lagi dicari, kita berdoa saja semoga cepat ketemu."


" Bagaimana nasib Mira kalau terjadi apa- apa sama mas Dino, mbak...."


Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Mira, ia hanya bisa menunggu kabar dengan kecemasan yang menggunung.


Dalam hatinya, ia selalu memanjatkan doa untuk keselamatan suami dan anjing kesayangannya.


**************


Sementara di hutan tempat Dino dan Poni menghilang....


Langit tiba- tiba mendung disertai suara petir yang menggelegar.


Kemudian hujan deras turun mengguyur bumi, membasahi hutan itu...suasana di dalam hutan bertambah gelap.


Sesekali cahaya kilat menyambar di angkasa.


Hal ini tentu menyulitkan para petugas tim SAR dan para penduduk desa yang melakukan pencarian.


Ketua tim SAR yang memimpin segera mengumpulkan rombongan pencari.


" Karena cuaca buruk dan kondisi alam tidak mendukung, kita hentikan sementara pencarian. Besok kita lanjutkan lagi," Ketua tim SAR yang memimpin pencarian memberi instruksi kepada semua rombongan.


Mereka kemudian mulai meninggalkan hutan itu dan akan melanjutkan pencarian esok hari.


Andi dan Wendi melangkah dengan lesu, mereka sangat kecewa. Tapi mau bagaimana lagi, karena cuaca buruk hari itu membuat mereka terpaksa kembali pulang dengan tangan kosong.

__ADS_1


***********


Di rumah orang tua Dino....


Pak Broto dan Isterinya menonton berita di televisi.


Mereka menunggu perkembangan hasil pencarian hilangnya Dino, anak sulung mereka.


" Karena cuaca buruk, dengan turunnya hujan deras ditambah dengan banyaknya suara petir yang saat pencarian hilangnya Dino bersama seekor anjingnya menyulitkan rombongan para pencari, maka pencarian dihentikan sementara."


" Menurut Ketua dari tim SAR yang memimpin pencarian, mereka akan melanjutkan pencarian pada esok hari...."


" Demikianlah saya Maharani melaporkan dari dalam hutan lokasi tempat hilangnya Dino dan anjingnya. Kami akan segera me- update kembali berita terbaru. Selamat siang dan terima kasih."


Pak Broto mematikan televisi dengan remote di tangannya.


Pak Broto dan Isterinya terus mengikuti berita perkembangan pencarian anaknya, sebagai orang tua tentu mereka sangat mencemaskan nasib putera sulung mereka.


Ibu Dino menghapus air matanya...


" Semua karena Mira.... andai Dino tidak menikahi Mira, kita tidak mungkin mengusir Dino dari rumah," ibu Dino menyalahkan Mira.


" Dasar isteri pembawa sial," ibu Dino kembali mengumpat.


" Sabar Bu, bagaimanapun kita juga punya salah. Andai kita tidak terlalu keras pada Dino mungkin kejadian ini tidak terjadi," ucap pak Broto menenangkan isterinya.


Pak Broto mempunyai toko beras di pasar dan memiliki beberapa cabang di beberapa desa. Ia termasuk keluarga terpandang di tempat tinggal mereka.


Mereka menolak Mira sebagai menantu, mereka menganggap Mira berbeda status karena Mira berasal dari keluarga yang kurang mampu.


Ibu Mira sudah meninggal dan ayahnya hanya bekerja sebagai petani sewaan.


Ayah Mira bekerja di sawah milik seorang tuan tanah, yang hanya mendapat upah dari tenaganya dengan bayaran tidak seberapa.


Hal inilah yang membuat Pak Broto dan Isterinya tidak menyetujui hubungan Dino dan Mira.


Dino memaksa menikahi Mira walaupun ditentang oleh keluarganya.


Akhirnya Pak Broto dan Isterinya mengizinkan Dino dan Mira dengan syarat Dino harus meninggalkan rumah dan tidak boleh mengurus toko beras yang tadinya akan diserahkan pada Dino.


Karena Dino sangat mencintai Mira, maka Dino memilih meninggalkan kehidupannya sebagai putera sulung Pak Broto.


Dino berusaha hidup mandiri, ia kerja serabutan kadang sebagai kuli panggul di pasar, makelar jual beli motor bekas, bahkan pergi berburu.


Apa saja ia lakukan untuk menghidupi isterinya dan memenuhi kebutuhan hidup mereka.


Pak Broto dan Isterinya menutup mata. Kemarahan mereka membuat mereka tidak mempedulikan kesulitan yang dialami anak mereka.


Mereka menganggap itu sebagai hukuman karena sudah berani melawan kehendak orang tua.


Dino punya seorang adik perempuan yang bernama Reni, Reni dan suaminyalah yang bantu mengurus toko beras mereka setelah Dino keluar dari sana.


" Kalau Dino kembali, akan kupisahkan ia dengan Mira," ucap ibu Dino.

__ADS_1


Kadang sifat manusia memang begitu, mereka selalu menimpakan kesalahan kepada orang lain, tanpa menyadari kesalahan diri sendiri.


Sifat egois dan kesombongan terkadang membuat seseorang lupa bahwa segala sesuatunya berjalan bersama hukum sebab akibat.


__ADS_2