Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Daddy


__ADS_3

Luna langsung memeluk Albert berkali-kali, ia mencakup wajah Albert dan memandangnya. Luna akan berusaha memberi pengertian kepada kedua orangtuanya. Berada di dekat Albert, Luna merasa nyaman, ia tersenyum begitu manis hingga debaran jantung Albert semakin bersorak ria.


"Om, eh. hmm ... apa yah Luna panggil Om?" tanya Luna sambil berpikir. Albert pun mencubit hidung mancung mungil Luna dengan gemas. Rasanya jatuh cinta sekarang sangatlah berbeda di banding jatuh cinta dulu dengan masalalunya yaitu mantan istrinya.


"Daddy, saja bagaimana?" sambung Luna. Albert terkekeh sambil menatap wanita cantik itu yang saat ini sedang kasmaran padanya.


"Hmm .... boleh! Tapi kalau misal Bagas dan Soraya menanyakan hal ini bagaimana?" tanya Albert bingung.


"No, Mamih tidak akan menanyakan hal ini. Oke Daddy Ku sayang muuaahh," seru Luna menci*m pipi Albert.


Mereka pun melanjutkan untuk pergi makan siang ke lestoran pavorite Luna. Albert tidak pernah putus memegang tangan mungil itu, mereka akan menjalani hubungan tanpa sepengetahuan Bagas dan Soraya. Mungkin bila waktunya tiba, Albert akan meminta pengertian kepadanya. Ia juga akan membimbing Luna supaya lebih dewasa, Albert akan terus mengawasi Luna ia tidak mau kekasih kecilnya ini di dekati Pria lain.


"Daddy, mantan Daddy ada berapa?" tanya Luna tiba-tiba.


Albert melirik ke arahnya, Luna tersenyum dan langsung menghadap ke arah Albert. Albert segera memarkirkan mobil di tempat parkir karena memang mereka sudah sampai di restoran yang mereka tuju.


"Hanya ada satu kok, mantan istri saja," jawabnya enteng.


Luna mulai memincingkan wajahnya dengan serius. Ia takut mantan istri Albert mencoba merayu atau mendekatinya lagi, Luna tidak mau itu terjadi karena Albert hanya miliknya.


"Bohong! Jujur saja Daddy. Wajah setampan Daddy cuma satu mantan, cerita saja Daddy Luna siap mendengarkan ceritanya," serunya sambil mengedipkan mata indahnya.


"Luna, masalalu hanya masalalu bagi Daddy. Dia sudah tidak pernah kerumah Daddy lagi. Nanti Luna Daddy bawa ke sesuatu tempat biar nanti Luna tidak salah paham," jawabnya. Luna pun mengangguk.


Setelah itu mereka membuka pintu mobil untuk makan siang dan segera masuk ke dalam restoran.

__ADS_1


Ponsel Luna berdering, dan setelah dilihat Soraya lah yang menghubunginya. Luna langsung mengangkatnya sambil duduk berdampingan dengan Albert.


"Hallo, Mamih." ~ Luna.


"Sayang, bagaimana kabarmu. Malam nanti Mamih pulang." ~ Soraya.


"Hah! Kenapa cuma dua hari sih Mih." ~ Luna.


"Luna! Kamu ini apa-apaan sih! Oma Kamu sudah sembuh dan juga Mamih sudah menangani Oma dengan baik. Sekarang Oma sudah membaik dan menemukan asisten baru yang sayang sama Oma Kamu." ~ Soraya.


"Tapi, Mamih Luna masih nyaman di rumah Daddy." ~ Luna.


"Daddy? Siapa Daddy Kamu Luna?" ~ Soraya.


"Eh, Om, Albert. Luna nyaman berada dirumah Om Albert. Disana banyak sekali makanan juga Bibi Anna sangat Baik. Pokoknya Mamih tidak boleh jemput Luna dulu Oke." ~ Luna.


"Mamih." ~ Luna.


Tidak alam sambungan tlp itu terputus, Luna melihat baterai ponselnya habis. Ia menghembuskan napasnya berat sambil melihat ke arah Albert.


"Daddy, Mamih mau pulang malam nanti, Luna tidak mau pulang. Sebaiknya Kita segera menikah," rengek Luna membuat Albert gemas sendiri.


"Luna, sebaiknya jangan begitu memang benar, Kamu pulang saja dulu kerumah. Lagian nanti Daddy bakalan sering jemput Luna ke sekolah," serunya sambil menci*m tangan Luna dengan mesra.


"Beneran kan Daddy? Luna tidak mau jauh darimu. Luna pengen nikah saja sama Daddy sekarang," seru Luna membuat orang yang ada di belakang mereka menatap kepada mereka berdua.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin, Papah dan Anaknya menikah," bisik netizen sambil begiding.


Albert hanya bisa menghela napas, sudah dapat di pastikan ia akan dikira orangtua Luna di banding pacarnya. Tapi, bagaimana lagi hati mereka sekarang sudah menyatu satu sama lain, Albert akan terus berjuang demi cintanya lagi. Hanya Luna yang bisa membuat Albert terus tertawa, Luna wanita kecil yang sangat mencintainya. Entah mengapa Albert semakin penasaran pada Luna yang mencintainya jelas-jelas Albert sudah tua dan tidak pantas untuk bersamanya. Tapi Luna sudah sangat mencintainya, membuat Albert tidak bisa menolak.


Setelah makan siang, Luna ikut Albert ke kantor. Luna pastikan Lara sekertaris Albert tidak bisa mendekati pacarnya lagi karena sekarang Luna akan ada terus di samping Albert.


Sesampainya di kantor, semua karyawan menatap kepada mereka karena genggaman tangan Luna dan Albert tidak terlepas.


"Perkenalkan, ini Luna Putri Pak Bagas," ucap Albert memperkenalkan Luna kepada semua karyawannya supaya mereka tidak curiga.


Setelah mengetahui Luna siapa, mereka pun tidak berpikir yang macam-macam lagi. Luna hanya bisa cemberut, Lara segera menyambut kedatangan Albert dan Luna. Ia terlihat sinis saat Luna bergelayut manja di hadapannya.


"Anak ini kenapa datang kesini sih!" batinnya kesal.


Di dalam ruangan kebesaran, Luna terus cemberut karena mengingat Albert memperkenalkan Luna sebagai Anak sahabatnya dan bukan sebagai pacar.


"Daddy ihh! Kenapa Luna diperkenalkan sama karyawan kantor hanya anak sahabat Daddy saja," rengeknya marah sambil berkacak pinggang dengan raut wajah cemberut.


"Luna, bagaimana mungkin Daddy bunuh diri memperkenalkan Luna pacar Daddy," sahutnya sambil mendekati kekasih kecilnya untuk membujuk supaya tidak marah berkepanjangan.


Albert menggenggam tangan Luna, ia menatap penuh gadis kecil itu hingga kedua wajah mereka bertemu. Ia membelai wajah mungil itu dengan lembut, Albert pun segera menci*m pipi Luna sekilas sambil mencubit hidungnya.


"Luna pengen ini Daddy," pinta Luna sambil menujuk ke arah bib*rnya. Luna langsung mengalungkan tangannya ke leher jenjang Albert.


Perlahan wajah mereka mendekat sambil memejamkan matanya satu sama lain. Keduanya pun berci*man dengan sangat lembut hingga membuat Luna seperti terbang ke atas awan.

__ADS_1


Tok ... tok ...


Pintu kebesaran itu di ketuk oleh seseorang hingga keduanya langsung melepaskan pagutan mereka.


__ADS_2