Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Mengalahkan Juno


__ADS_3

Albert menatap tajam, ia memberi kode menantang Juno untuk turun ke jalanan. Juno semakin marah ia mendengus kesal dan menatap Luna yang saat ini tersenyum karena bantuan untuk dirinya telah datang.


"Kamu berani sekali memanggil orang lain hah!" ujar Juno menatap tajam mencengkram wajah Luna.


"Luna sampe syok bahwa ternyata Kak, Juno tidak seperti yang Luna pikiran selama ini. Kak, Juno jahat, arogan dan sangat kasar," pekiknya membuatnya tambah marah.


Brugh!


Albert menendang kembali mobil mahal Juno hingga lecet di bagian depan lampunya. Juno bergegas keluar dan menyuruh Luna untuk tetap diam di dalam mobil.


Juno pun membanting pintu mobil, ia menghampiri pria yang tidak dikenal itu yang tidak lain adalah Albert. Rahangnya mengeras, setelah ia melihat Juno memperlakukan gadis kecil miliknya sangat kasar. Untung saja Albert tepat waktu menolong Luna dari kejahatan, ia akan marah kepada Bagas karena telah mempercayai Juno di banding sahabatnya sendiri yang akan melindungi putrinya.


"Siapa kamu hah?" tanya Juno.


Luna segera keluar untuk melihat Albert menghabisi Juno di depan mata kepalanya sendiri. Ia tidak mau Al lecet oleh Juno hingga Luna akan berusaha menyemangati Albert.

__ADS_1


"Dia pacar Luna Kak, Juno. Sebaiknya Kakak lawan saja dia kalau memang Kak, Juno mampu untuk bertanding," pekik Luna sambil senderan di depan mobil untuk menyaksikan kekasih hatinya melawan pria sialan seperti Juno.


Bugh!


Tanpa menjelaskan siapa dirinya, Albert tidak segan-segan untuk memukul keras wajah Juno hingga tersungkur ke bawah aspal. Juno semakin tidak rela dirinya kalah, ia segera bangkit dan membalas pukulan yang Albert berikan kepadanya. Tapi kekuatan Albert lebih besar darinya hingga ia kalah dan terjungkal kembali ke semak-semak rerumputan di pinggir jalan.


Ia menendang kasar perut Juno hingga wajahnya babak belur, hanya sekali kejap. Albert mencengkram kuat wajah Juno dan kembali menghempaskan-nya lagi. Juno pun pingsan, darah segar keluar dari hidung dan sudut bib*rnya. Luna bersorak lari ke arah Albert lalu memeluknya.


"Daddy keren sekali!" serunya terus memeluk pria gagah itu yang kini berdiri menatap Juno yang tergeletak pingsan.


Luna menangis, ia sangat terharu, Albert sampai mengawasi dirinya dari kejahatan. Luna tidak habis pikir Juno sangat jahat membuat dirinya takut.


"Apa tanganmu sakit?" tanya Albert kembali menggenggam tangan indah Luna sambil menci*mnya dengan lembut.


"Luna kangen Daddy! Pokoknya Luna pengen sama Daddy saja. Kita pulang jelaskan semuanya sama Papih bahwa Kak, Juno jahat," rengeknya.

__ADS_1


Albert mencangkup wajah Luna sambil tersenyum membuat jantung Al berdetak lebih cepat hingga ia kembali mengatur debaranya.


Albert tidak mau Luna terluka, ia akan segera menyelamatkan keluarga Bagas dari ikatan dendam Jordan bersama Arga.


"Itu tidak mudah, Daddy harus mengumpulkan semua bukti kejahatan keluarga Juno. Pokoknya kalau misal Luna dalam bahaya hubungi Daddy. Kedua anak buah Daddy juga ada di sekitar Luna jadi setiap Luna dalam masalah kedua anak buah Daddy dengan sigap memberi kabar," ujarnya menci*m kening gadis kecilnya.


Luna terharu begitu besar cinta Albert kepadanya hingga ia melakukan ini semua demi keselamatan keluarganya. Ia pastikan Bagas mengetahui Juno orang jahat dan tidak pantas Papahnya percaya.


"Daddy pergi dulu, karena sebentar lagi anak buah Papah Juno datang," ujarnya melepaskan pelukan Luna. Luna berkaca-kaca, ia kemudian melihat ke arah belakang yang dimana ada anak buah Albert menunggu Luna untuk segera masuk ke dalam mobil.


Mereka pun berpisah kembali, Luna masih tidak rela harus berjauhan dan secara diam-diam bertemu.


"Daddy," ucapnya sendu menatap kepergian Albert dari pelupuk mata indahnya.


Sementara di kantor Jordan diberitahu oleh anak buahnya bahwa Juno terkapar di tepi jalan. Ia tidak rela dan menyuruh semua anak buahnya menyeret orang yang telah berani memukul habis putranya.

__ADS_1


"Sialan, siapa pria itu! Berani sekali telah menghabisi anakku sampai terluka. Juno, kamu susah sekali untuk kursus karate jadinya begini tidak bisa melawan musuh," ujarnya menutup sambungan tlp dari anak buahnya.


__ADS_2