Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Kena batunya.


__ADS_3

Pintu kamar terbuka lebar, Bagas membulat melihat Luna duduk dengan bib*r yang blepotan. Bagas mengedarkan pandangannya melihat kesetiap penjuru ruangan.


"Bib*rmu kenapa belum kelar di warnai?" tanya Bagas menghampiri Luna.


Deg!


Luna mencoba tetap tenang supaya Albert yang ada di lemari pakaian Luna tidak ketahuan oleh Bagas. Dan bodohnya lemari itu terbuka sedikit membuat Luna was-was sendiri.


"Papih, sih. Luna lagi mewarnai bib*r imut ini malah ngagetin dengan cara menggedor pintu kamar. Isshh jadi beginilah tampilannya kacau balau ini semua gara-gara Papih," sungutnya sambil memanyunkan bib*rnya manja.


"Ya sudah maafin Papih, cepat rapihin lagi. Papih tunggu biar tidak telat datang ke acara tunangan kamu," timpalnya membuat Luna jengkel setengah mati.


Sedangkan Albert di dalam lemari ia melihat pemandangan yang membuat matanya dan pikirannya traveling. Luna tidak sengaja menggantungkan Kurung sangkarnya berwarna pink dengan rendra di pinggirnya membuat Albert menelan salivanya susah payah.


"Luna kau ini apa-apaan sih, kenapa coba kurung mewah ini ada di dalam sini," baginya memejamkan matanya sambil duduk pasrah supaya tidak traveling jauh.


Setelah Luna keluar bersama Bagas, Albert segera keluar dari dalam lemari itu sambil menghembuskan napasnya kasar. Ia merapihkan kembali jas dan kamejanya yang berwarna Dongker. Ia akan segera keluar dari kamar Luna untuk segera bergabung dengan yang lainnya.

__ADS_1


Tidak dapat di sangka, Albert berjalan keluar dan mendengar percakapan anak buah Juno di dekat anak tangga.


"Pokoknya Luna harus meminum obat perangs*ng ini biar dia bisa tidur dengan Tuan muda kita. Kalau sampai kita gagal, pekerjaan kita melayang," ujar salah satu orang suruhan Juno yang ditugaskan untuk menjebak Luna.


Albert mengepal geram ia harus bisa mencegah Luna meminum minuman yang di berikan mereka. Ia akan terus mengawasi Luna dari jarak jauh supaya Bagas tidak marah kepadanya, kalau sampai ia ketahuan memperhatikan Luna dari jarak dekat bisa-bisa dia di jauhkan lebih parah dari sebelumnya.


"Breng*k sekali Jordan dan anaknya Juno. Lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu Jordan karena kamu telah berani merusak gadis kecilku dan melibatkan Luna pada balas dendam kalian," batin Albert marah besar sambil mengepal geram.


Beberapa menit kemudian.


"Sabar Al, kamu sudah janji tidak akan kepanasan begini," batinnya sambil melonggarkan dasi.


Semua orang bertepuk tangan untuk Luna dan juga Juno yang telah secara resmi tunangan. Semua orang pun kembali menikmati pesta, Luna terlihat sangat cantik, ia ingin sekali memeluk gadis kecilnya yang sangat menggemaskan. Tapi sayang sekali ia harus bersikap acuh kepadanya begitu juga Luna.


Acara minum-meminum pun dimulai, Albert melihat satu pelayan membawa minuman kepada Luna dan juga Juno. Ia hanya bisa menatap dan memperhatikan salah satu diantara minuman itu ada obat yang diberikan Juno untuk menjebak Luna. Albert tersenyum menyeringai setelah ia melihat Juno meminum jus orange sedangkan Luna meminum jus berwarna merah.


Bagas menghampiri Albert yang sedang duduk bersama kedua rekan kerjanya. Ia di panggil dan ingin berbicara penting kepadanya.

__ADS_1


"Al, terima kasih sudah datang ke acara pertunangan Luna anakku dan Juno. Sebentar lagi undangan pernikahan putriku akan segera kamu dapatkan," serunya mengejek dan merasa puas.


"Yayaya. Selamat buat kedua mempelai eh calon mempelai. Asal kamu tahu, kau akan menyesal telah menjerumuskan putrimu ke dalam jurang," sahutnya mencoba bersikap tenang.


"Aku tahu karena kamu tidak berhasil mendapatkan putriku. Dan aku sangat beruntung telah memisahkan putriku denganmu. Kau tidak pantas untuk anakku," cecarnya.


Tidak lama semua orang berteriak melihat Juno sempoyongan. Ia mencoba membelai siapa saja wanita yang ada di dekatnya membuat semua orang berteriak. Luna berhasil melarikan diri setelah ia melihat gelagat aneh dari Juno.


Seorang wanita menatap dalam Juno yang sedang menahan rasa panas di tubuhnya. Ia mulai berjalan mendekatinya membuat Luna tercengang melihat wanita yang ia kenal. Soraya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Juno yang sedang membuka sepatu, jas dan kamejanya. Hingga kini ia hanya menggunakan kaos tipis saja.


"Melisa."


Soraya tercengang melihat adik angkatnya membawa Juno keluar rumah Luna. Juno tidak bisa menahan hasrat yang menggelora dalam jiwanya ia terus menci*m leher jenjang Melisa di hadapan semua tamu undangan.


"Juno."


Jordan marah besar karena Melisa berani menampakkan dirinya di hadapan publik bersama Juno sang suaminya.

__ADS_1


__ADS_2