Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Bertemu lagi


__ADS_3

Pagi telah tiba, kebetulan hari Minggu yang dimana Luna bersiap untuk jalan-jalan santai bersama Soraya. Ia tidak mau menghiraukan ocehan Bagas, bukan Luna anak durhaka tapi ia tidak mau kalau Bagas hanya mementingkan dirinya sendiri.


Luna sudah siap dengan memakai stelan baju training celana panjang, baju pendek berwarna orange berbalut hitam. Luna bergegas memakai sepatu andalannya beserta sapu tangan terbuat dari handuk lembut berukuran kecil ada di tangannya.


"Sayang, apa kamu sudah siap?" tanya Soraya sembari menarik pergelangan tangan putrinya menuju anak tangga. Tapi tidak ada jawaban dari mulut Luna, ia hanya diam membisu. Soraya mengerti sudah hampir tujuh hari atau satu Minggu Luna tidak bertatap muka atau bertemu dengan Albert.


Hari-harinya kosong tanpa sosok Albert, Luna harap Bagas segera membatalkan perjodohannya dengan Juno. Walaupun dirinya pernah menyukai Juno, tapi setelah ia bertemu dengan Albert perasaan cintanya kepada Juno mendadak hilang bak di telan bumi.


Mereka keluar gerbang menuju tempat yang mereka tuju bersama rombongan orang jalan santai.


"Sayang, buka mulutmu dari tadi kamu tidak berbicara sedikit pun?" gerutu Soraya.


"Ishh, Mamih. Luna lagi kesel, stop bicara! Luna hanya ingin fokus memikirkan wajah dan suara Om, Albert saja," sahutnya dengan nada manja dan kesal sambil menghentakan kakinya.


"Apa kamu merindukan pria tua ini!" ujar Albert dari arah belakang sambil berkacak pinggang menatap punggung kecil yang kini ada dihadapannya.

__ADS_1


"Daddy."


Luna segera membalikan tubuhnya menghadap ke arah belakang mencari suara Albert yang terdengar lembut di daun telinganya. Benar saja Albert tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya menyambut kehadiran atau pertemuan pertama mereka setelah satu Minggu tidak berjumpa.


Luna lari, ia segera memeluk erat tubuh kekar Albert kedalam dekapannya. Al mengusap kepala Luna lembut sembari mengacak rambutnya dan memijit hidung mancung Luna dengan gemas.


"Apa kabar sayangku?" tanya Al sumringah senang. Kini rasa rindu yang ada dalam benaknya sudah tersalurkan berkat Soraya yang memaksa dirinya untuk bertemu di luar tanpa sepengetahuan Bagas.


Al menyetujui ide cemerlang Soraya mengajak Luna lari pagi, dan janjian bersamanya di tempat yang dimana banyak kalangan orang lari pagi bersama. Sekarang mereka bertemu kembali. Membuat Albert semakin mencintai Luna lebih dalam, ia tidak mau kekasih kecilnya terluka atau dicelakai orang lain.


"Terima kasih, Soraya." Ujar Al tersenyum mengacungkan tanda oke jarinya.


Soraya dan Albert hanya bisa tertawa melihat tingkah Luna yang menggemaskan. Luna sangat bahagia bisa bertemu Albert lagi setelah beberapa hari ini mereka di larang keras untuk bertemu satu sama lain, bahkan untuk chat atau tlp pun di larang oleh Bagas.


Luna tidak akan berpaling sedikit pun dari Al, karena dia lah pria yang bisa membuat Luna selalu nyaman berada di dekatnya. Walaupun Juno lebih muda dari Al, tapi Luna sudah hilang rasa ingin mendapatkan cinta Juno semenjak ia tahu Juno memiliki pacar.

__ADS_1


Dua tahun Luna mencoba mendekati Juno, hasilnya nihil ia hanya mereka hanya dekat saja tanpa ada status di antara mereka berdua. Dan sekarang tiba-tiba Juno ingin melamar dengan cara di jodohkan. Membuat Luna heran karena Juno punya seorang kekasih.


"Apa kamu sudah sarapan?" tanya Al menatap dan mencakup kedua pipi gadis kecilnya.


Luna menggelangkan kepalanya, Al dan Soraya masih tertawa karena Luna masih tidak mau melonggarkan pelukan Albert.


"Luna ini di tempat umum," ujar Soraya.


"Palingan juga Daddy di bilang Om atau Papih Luna hahahah," serunya sambil tertawa geli. Albert hanya menggelengkan kepalanya, Luna sangat jail, tapi memang ada benarnya juga. Mereka tidak akan terkena cibir karena Albert lebih tua darinya. Manja, centil dan cerewet itulah Luna yang bisa merubah sikap Al yang dingin dari sebelumnya. Soraya harap Bagas mulai menerima Albert karena dia lah orang yang bisa membuat putrinya ceria.


Mereka pun pergi mencari bubur ayam, Soraya sengaja pisah dan bertemu lagi setelah Luna dan Albert puas melepas rasa kangennya. Luna duduk di kursi pinggir jalan bersama Albert menunggu bubur mereka tersedia di meja. Beberapa menit bubur ayam itu sudah siap mereka santap. Albert menyuapi Luna, begitu juga Luna.


"Luna senang banget bisa bertemu Daddy lagi. Tapi, habis ini kita berpisah lagi, Luna tidak mau Daddy," rengek Luna.


"Besok jam istirahat Luna, Daddy ke sekokah supaya bisa bertemu kembali. Bagaimana?" tanya Albert membuat Luna sumringah senang. Ia mengangguk tanda setuju, Albert pun kaget begitu juga Luna, mereka tiba-tiba melihat Bagas berada di sekitar tempat jualan bubur hingga keduanya ketar-ketir untuk bersembunyi.

__ADS_1


"Daddy, bagaimana ini! Itu Papih," ucap Luna pelan sembari bersembunyi di samping gerobak bubur ayam bersama Albert membuat orang yang melihat mereka heran.


"Dimana Soraya dan Luna! Katanya mereka jalan santai ke area sini, tapi dari tadi Aku tidak melihat batang hidung mereka berdua," gerutunya berdiri tepat di dekat gerobak bubur ayam sambil celingukan kesana-kemari.


__ADS_2