Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Tidak mungkin


__ADS_3

Al meraih map berwarna coklat itu sambil mengerutkan keningnya. Luna hanya bisa diam melihat suaminya mulai membuka map coklat sambil menarik napas berat.


Deg!


Satu persatu photo pernikahan Jordan dan Serly terlihat jelas. Hancur sehancur-hancurnya Albert yang telah mengetahui kebusukan mereka berdua. Teman sekaligus mantan istrinya tega mengkhianati dirinya dengan cara kotor mereka. Jordan pun membuang dara demi memiliki Serly.


"Brengs*k," umpat Al meremas map coklat itu yang ada di tangannya.


"Lihatlah apa yang akan terjadi kepada kalian." Gumam Albert kembali membuka photo kebersamaan pengkhianat.


Bukan rasa cemburu yang Al rasakan, melainkan rasa tidak menyangka dan sakit dari lubuk hatinya serasa di tikam oleh pisau dari belakang. Jordan adalah teman Al dan Bagas yang pernah mereka kenal, bodohnya Al tidak pernah mencari tahu tentang selingkuhan istrinya. Karena memang Al lebih fokus mengobati kedua anaknya walaupun Alvan tidak selamat. Pernikahan Serly dan Jordan tepat enam bulan setelah perpisahan dengannya. Yang tidak menyangka lagi bagi Al adalah ia melihat photo mantan istri Jordan yang tidak lain adalah orangtua Juno yaitu Dara kekasih Arga.


"Bagaimana bisa, Arga."


"Daddy, kenapa? Ada apa?" tanya Luna sambil merebut semua photo Serly, Jordan dan Dara yang ada di map coklat.

__ADS_1


"Bagaimana bisa aku lupa dengan wajah Dara di masalalu, sungguh ini mengejutkan bagiku. Pantesan aku serasa mengenal photo Dara yang ada di layar laptop anak itu. Ternyata benar Arga kekasih Dara," batin Al kaget.


"Ini kan Tante Serly, istri Om Jordan. Apa Daddy tidak mengetahui semuanya. Luna dulu pernah ke acara pernikahan mereka bersama Mamih dan Papih," ucap Luna sambil terus melihat photo yang ada di tangannya.


Al hanya bisa diam, hancur sehancur-hancurnya. Di saat dirinya sedang terpuruk karena perusahaannya hampir bangkrut oleh seseorang dan orang itu tidak lain adalah Jordan sendiri. Dia juga yang telah menghancurkan rumah tangganya, Al semakin tidak mengerti, kenapa Jordan ingin sekali melihat dirinya hancur bersama Bagas. Bodoh sekali dirinya tidak pernah menyelidiki semuanya.


"Daddy terlalu fokus mengurusi kedua anak Daddy sayang. Jadi kalau dipikir untuk mengetahui dengan siapa Serly menikah atau berselingkuh. Daddy sama sekali tidak tertarik dengan semua itu," ujarnya lemas.


Ia berjalan gontai dan kembali duduk di sofa sambil memijit keningnya yang terasa mumet dan pusing.


"Lebih baik Daddy minum dulu yah," ucap Luna berjalan menuju dapur untuk mengambil air putih.


Masalalu yang membuat dirinya syok adalah kehancuran rumah tangganya yang tidak bisa ia bina dengan baik dan pengkhianatan Serly. Sebelum bercerai dengan Serly, Albert pulang menuju rumah bersama kedua anaknya mengendari mobil. Setelah ia puas mengajak kedua anaknya jalan-jalan sesuatu terjadi pada mobilnya yaitu bab-nya rem blong membuat Al kecelakaan dalam mobil bersama kedua anak kembarnya hingga membuat Alvan mengalami koma dan Alvin mengalami patah tulang hingga mengakibatkan mereka di rawat di rumah sakit. Seminggu setelah kejadian Alvan menghembuskan napas terakhirnya. Serly tidak pulang setelah kejadian kecelakaan anak dan suaminya ia lebih memilih sibuk mengurus liburannya dengan Jordan alias selingkuhannya.


Serly memaki Albert ia terus menyalahkannya dan menyudutkan Albert. Hingga sampai Al putus asa dan merasa dirinya pria yang sangat bodoh dalam menjalankan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga.

__ADS_1


Al memutusakan bercerai, setelah itu ia fokus merawat Alvin di rumah sakit. Serly tidak pernah menjenguk putranya ke pemakaman Alvan saja tidak pernah. Jelang beberapa tahun pasca bercerai, Albert kembali bangkit dengan kesuksesannya, ia menitipkan Alvin kepada Bi Anna untuk merawatnya di rumah sakit sementara ia mengurus perusahaannya yang ada di luar negeri sekalian ia berlibur untuk menghilangkan segala masalah dalam hidupnya.


"Daddy, minum dulu," ucap Luna memberikan satu gelas minuman air putih. Al menegug-nya, ia menyimpannya kembali ke atas meja. Luna memeluknya dengan sangat lembut.


"Jadi Luna sudah tahu semuanya, tapi kenapa Bagas tidak memberitahuku," ucap Albert yang segera di angguki Luna sambil mengelus kepala istrinya lembut.


"Sudahlah Daddy, jangan banyak pikirkan, si Serly tua itu biarin sama Om Jordan. Mereka pantas 11 12 jahatnya, sekarang kita istirahat dulu," seru Luna tersenyum mendekap kembali suaminya.


"Apa Luna percaya pada Daddy?" tanya Al dengan raut wajah penuh harap dan kegelisahannya.


"Semua tentang Daddy, Luna sudah tahu, Mamih selalu cerita tentang Daddy sebelum kita menikah. Jadi Luna tahu, tapi mengenai si Serly itu Luna kira Daddy tau," jawabnya.


Al mulai berpikir, kecelakaan Bagas dan Soraya hampir sama dengannya. Ia segera memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki Serly dan Jordan. Mengenai Dara, Al akan pertanyakan itu semua kepada Arga. Semuanya benar-benar membuat diri Al syok terutama Serly dengan Jordan.


"Lihatlah pembalasanku, kalau memang kecelakaan di masalalu di akibatkan oleh kamu Serly. Tidak ada ampun untukmu, karena kamu telah melenyapkan darah dagingku sendiri demi keserakahan mu sendiri. Aku yakin Bagas dan Soraya kamu juga yang telah mencelakainya," batin Albert berpikir keras sambil mengepalkan kedua tangannya emosi.

__ADS_1


__ADS_2