Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )

Super Daddy ( Gadis Kecil Milik Daddy )
Permainan di atas kapal


__ADS_3

Setelah buang air kecil, Luna malah meminta makan. Setelah ia makan, Luna meminta tidur, jadi selama di pesawat mereka hanya makan tidur saja, Albert tidak memaksa karena memang mungkin Luna lelah, dari pada nanti istrinya kecapean pas waktunya tiba. Mending Albert menuruti apa yang diinginkan istri kecilnya. Setelah menempuh perjalanan cukup memakan waktu banyak, akhirnya Albert dan Luna tiba. Tidak mau rencananya gagal, Albert pun menggendong Luna dan menutup kedua matanya dengan kain merah. Perlahan ia menuruni anak tangga pesawat dengan hati-hati ajudan nya hanya bisa menundukan kepalanya memberi hormat.


Kedua ajudan Albert langsung membawa koper mereka masuk ke dalam helikopter. Luna hanya bisa diam sambil memeluk tubuh kekar suaminya, ia sudah tidak sabar apa yang akan Albert berikan kepadanya hingga kedua matanya pun di tutup.


"Daddy, kita mau kemana sih? Jangan sampe Luna malah di buang sama Daddy!" tukas Luna membuat Albert terkekeh.


"Kita duduk saja dulu, hanya beberapa menit saja sudah sampai kok. Bagaimana bisa Luna Daddy buang," sahut Albert mencubit pipi tirus istrinya membuat Luna terkekeh geli.


"Ihhh Daddy," manja Luna.


Sepuluh menit perjalanan di dalam helikopter, Albert kembali menggendong Luna turun. Luna mendengar deburan ombak di daun telinganya, angin sejuk membuat Luna tahu di mana mereka sekarang.


Jam enam pagi mereka sampai, Albert kembali menggendong istrinya setelah helikopter itu pergi. Kini hanya ada mereka berdua di pulau terpencil yang telah Al beli khusus bulan madu mereka. Semua keperluan mereka sudah tersedia jadi tidak akan ada pelayan atau pun penjaga disana.


"Daddy, cepat buka ihh Luna sudah tidak sabar ini dimana," seru Luna. Al segera memeluk tubuh istrinya di sertau angin pagi yang terasa dingin menembus kulit putih mulus Luna yang masih berbalut baju seragam.


Al perlahan membuka ikatan kain merah itu dengan perlahan sambil membisikan kalimat yang membuat Luna terbang ke awan.


"I love you sayangku."


Perlahan mata yang terpejam itu mulai membuka kedua matanya sambil mengerjap-rejapkan. Luna mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ia pikir mereka berada di pinggir pulau tapi ternyata mereka berada di atas kapal mewah. Seketika juga matanya membulat, tangannya menutup mulutnya yang menganga. Bagaimana bisa Albert tahu impian Luna ingin berbulan madu di atas kapal.


"Daddy."


Luna membalikan tubuhnya kebelakang, seketika juga ia langsung memeluk tubuh kekar itu sambil tersenyum penuh kebahagiaan. Albert melonggarkan pelukannya, ia langsung meraih dagu istrinya dan mulai mencumb*nya dengan lembut dan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Sarapan pertama mereka tiba di pulau adalah cium*n penuh cinta. Pagutan mereka terlepas, Luna tersenyum perlahan kakinya mundur sedikit demi sedikit membuat Albert mengerutkan keningnya.


"Daddy I Love You To.... Luna sangat sayang sama Daddy wooooowww .......," jerit Luna sambil merentangkan kedua tangannya hingga rambutnya berantakan akibat hembusan angin yang menerjang dirinya. Albert terkekeh ambil melangkah maju mendekati istrinya kembali.


"Kita kebawah, berendam air hangat apa Luna mau?" bisik Albert. Luna antusias mengangguk tanda setuju, kali ini Al tidak menggendong istrinya karena Luna sudah duluan lari ke bawah dan Al langsung membawa koper miliknya.


Luna sampai di area kamar, ia membuka pintu dan begitu istimewanya kamar kapal Albert. Luna sampai tercengang, ia melangkah kan kakinya ke depan yang ada kolam renang di atas laut yang berada di kapal miliknya membuat Luna sangat senang.


"Wwooww amazing," ucap pelan Luna. Albert menaruh koper di pinggir tempat tidur, Luna segera mendekati suaminya sambil mengalungkan kedua tangannya.


"Terima kasih sayang," ucap Luna.


"Kamu senang?" tanya Al. Luna mengangguk antusias, ia segera melepaskan tangannya dari leher Albert. Luna tiduran di atas tempat tidur sambil tertawa riang. Seumur hidupnya Luna ingin sekali berbulan madu di atas kapal mewah dan hari ini ia kesampaian honeymoon penuh kejutan dari suaminya.


Albert masih di dalam kamar mandi, karena Luna sudah duluan mandi, jadi ia segera menata makanan dan minuman untuk mereka sarapan. Tidak lupa juga Luna memakai baju lakn*t berwarna merah merona.


Albert keluar dari kamar mandi, ia melilitkan handuk kecil beserta rambut yang masih basah di kepalanya. Al terpana melihat Luna sedang berdiri menghadap dirinya bergaya menyenderkan tubuhnya di pinggir tempat tidur.


"Sayang."


Deg!


Albert terpaku, ia langsung mendekati istrinya yang terlihat sangat aduhai seksi. Gunung kenyal yang terpang-pang nyata tidak memakai kurung sangkar mencetak pandangannya. Tubuhnya yang terlihat aduhai membuat Albert ingin segera menerkam. Segitiga itu terlihat kecil dan mencetak, Luna duduk jarinya ia arahkan menunjuk ke suaminya menandakan Al segera mendekati dirinya.


Al dengan sigap membelai wajah istrinya, sekarang Luna duduk tubuhnya di tahan kedua tangannya. Albert mulai menelusuri setiap inci tubuh istrinya dengan jari jemari Albert karena baju yang Luna kenakan tipis menembus seluruh tubuhnya sampai membuat Albert meremang.

__ADS_1


"Aahhhh, Daddy."


Luna menikmati sentuhan Albert yang sedang mencumbu gunung kenyalnya. Tubuh kecil itu Albert bawa ke depan kapal yang sudah tertata rapih tempat tidur khusus berjemur. Luna terus mengerang di gendongan suaminya, tubuh itu ia rebahkan, alam semesta terpang-pang nyata nan sangat indah.


Breekk!


Albert yang tidak sabar pun akhirnya merobek baju lakn*t istrinya, untung saja Luna beli banyak hingga ia tidak khawatir. Leher jenjang itu terus Albert cumbu, tangannya memainkan gunung kenyal hingga turun kebawah perut dan hinggap di goa suci yang masih rapet.


Al menatap penuh napsu birahi, napasnya terengah sedangkan Luna masih mengerang saat jari Albert memainkan goanya dengan penuh perasaan.


"Sudah siap sayang," bisik Albert kembali mencumb* tubuh istrinya.


"Aahhhh, Daddy. Uuhhhhh ssttt .... Daddy," Luna terus menyebut Albert di dalam erangannya matanya terpejam menikmatinya.


Albert segera berdiri membuang handuk kecil yang melilit di pinggangnya. Ia duduk di hadapan istri kecilnya, Luna masih memejamkan kedua mata. Albert kembali mencumbu seluruh tubuh istrinya.


"Pelan-pelan," bisik Albert, Luna mengangguk.


"Ahhhh Daddy," rintih Luna saat Albert bermain di bawah goa. Kedua tangannya mencekal gunung kenyal istrinya.




__ADS_1


__ADS_2